Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
pergi belanja


__ADS_3

bangun pagi dengan memandang wajah orang tersayang, dunia indah Tiara Tara, senyuman manis terpancar dari wajah Nana,


di pandangi wajah hisyam lekat-lekat, sungguh sempurna ciptaan tuhan, lelaki tampan yang ada di hadapannya saat ini dengan seratus nya sebagai suami dan imam nana,


Nana sungguh merasa bahagia, awal pernikahan Nya Nana memang merasa sedikit canggung, tapi setelah menjalani kehidupan rumah tangga berhari-hari dengan hisyam sedikit demi sedikit Nana sudah mulai terbiasa dan dia bahagia dengan itu semua,


Tampa di sadari nya hisyam sebenarnya sudah bangun, dia hanya pura-pura tidur tidur dia ingin melihat apa yang akan Nana lakukan,


" dah puas pandang wajah handsome Abang," kata hisyam


" iss tak lah siapa yang pandang wajah Abang," kata Nana sedikit malu-malu sebab kedapatan mengamati suaminya,


" morning kiss," hisyam mengecup singkat bibir Nana,


Nana berlari masuk kekamar mandi untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah pasti memerah seperti tomat,


Hisyam tertawa melihat gelagat istri nya itu,


setelah membersih kan badan mereka sholat subuh berjamaah, ini lah yang sangat di nantika-nantikan oleh Nana,


sholat dengan di pimpin oleh suaminya sendiri,


semua wanita di dunia ini juga pasti mendambakan hal yang sama,


setelah sholat Nana mencium punggung tangan hisyam dan hisyam mencium kening istrinya, sungguh pasangan suami istri yang sangat bahagia,


" Abang nak sarapan apa hari ni biar Nana buat kan," kata Nana setelah menyimpan alat sholat di atas meja,


" terserah sayang saja lah apa pun Abang makan asal dari tangan sayang," kata hisyam


Nana tersenyum lalu berjalan keluar untuk menyiapkan sarapan untuk nya dan suami nya,


Nana memeriksa lemari beku tempat penyimpanan bahan makanan nya,


" haa dah berkurang nanti Nana harus ke pasar swalayan," kata nya pada dirinya sendiri,,


* * *


dari kejauhan Nana melihat, orang bertengkar dan sepertinya dia mengenal orang itu dari suaranya saja Nana tau itu pasti Mira, Nana mendekat pada pasangan yang sedang bertengkar itu

__ADS_1


" pergi kau aku tak nak kenal kau lagi, pergi," teriak Mira mendorong tubuh Rudi


" sayang dengar dulu cakap aku," Rudi berusaha untuk menjelaskan tapi Mira sama sekali tidak ingin mendengar kan,


" aku tak nak dengar apa pun dari mulut busuk kau itu, sekarang juga kau pergi dan jangan pernah temui aku lagi kau faham," teriak Mira lagi


Nana menyaksikan semua itu tapi dia belum mau mendekat, dia membiarkan mereka untuk menyelesaikan masalah mereka dulu,


" sayang bukan maksud aku nak menghianati hubungan kita, aku pun dalam keadaan mendesak sayang," kata Rudi nak mencoba menjelaskan,


" apa pun alasannya aku tak nak dengar, sekarang juga kau pergi dari hadapan aku, aku tak nak liat kau lagi aku tak nak kenal orang macam kau lagi," teriak Mira sambi mendorong dan memukul dada Rudi, sungguh hatinya hancur pengakuan Rudi,


beberapa hari yang lalu dia memang mengatakan pada Mira dia nak balek kampung sebab paman rudi menelfon memanggil nya untuk balek kampung,


awalnya Mira memang nak ikut tapi sebab ada tender awal yang harus dia selesai kan maka dia tak bisa ikut pada Rudi,


flash back


" Rudi dengan terpaksa paman harus cakap pasal ini paman harap kau tak melolak permintaan almarhum bapak kau," kata paman saat Rudi baru saja sampai di kampung halamannya,


" permintaan, permintaan apa pula paman kenapa paman baru cakap sekarang," tanya Rudi merasa heran sebab bapak dan ammaknya tak pernah mengatakan apa-apa pun padanya,


" tapi apa paman teruskan," pinta Rudi


" tapi saat ini bapak Liana sedang sakit parah," kata paman


" bapaknya Liana maksud paman, paman Hasan," tanya Rudi


" iya," kata paman singkat


" tapi apa hubungannya paman, tolong jangan berbelit-belit paman kata kan dengan jelas," pinta Rudi,


" sebenarnya saat dulu bapakmu dan bapak Liana sudah berjanji untuk menjodohkan kau dan Berliana," jelas paman yang membuat Rudi terkejut bukan main,


" apa,," kaget Rudi sudah pasti


" dulu pun saat bapak mu belum meninggal dia juga berpesan dengan hal yang sama pada paman, tapi paman tak bagi tau kau sebab paman kira itu cuma kemauan dari bapak kau saja," jelas paman,


" tapi saat ini bapak Liana sedang sakit parah dan dia mencari mu, nak pergilah temui dia," pinta paman

__ADS_1


" tapi paman di kota aku sudah punya kekasih dan aku sangat mencintai nya aku tidak ingin menghianati nya paman," kata Rudi dia tidak mungkin menghianati cinta nya pada Mira


" itu terserah pada mu paman tidak akan memaksa mu, sekarang kau temui saja dulu bapak Liana," kata paman lalu berdiri meninggalkan Rudi sendiri di ruang tamu,


*


" nak Rudi paman minta tolong pada mu nak, tau kah kau bapak mu di sana pun tidak tenang sebelum janjinya terlaksana, seperti paman sekarang ini paman pun tidak akan pergi dengan tenang sebelum kau menikahi putri paman satu-satunya," kata paman Hasan terbantah-batah


Liana sudah menangis tersedu-sedu di samping bapaknya,


" tapi paman aku juga sudah berjanji pada seorang perempuan di kota paman," Rudi mencoba menjelaskan semoga masih ada harapan,


" kau masih bisa meminta maaf padanya nak Rudi, tapi paman dan bapak mu saat ini tersiksa sebab janji kami ini nak," kata paman Hasan lalu terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah,


" paman mohon nak Rudi, hanya nak Rudi yang bisa paman harap untuk menjaga Liana paman mohon," paman Hasan berusaha meraih tangan Rudi dan menggenggam nya,


Rudi tak bisa lagi mengatakan apapun, dengan terpaksa dia mengangguk kan kepalanya,


" terima kasih nak Rudi, datang lah lagi, nanti sore pernikahan kalian akan di laksanakan hari ini juga,"


flash off,


Mira pergi meninggalkan Rudi yang belum sempat menjelaskan alasan kenapa dia harus menikah dengan Berliana,


Nana berjalan menghampiri Rudi yang sedang mengguyur rambutnya kebelakang,


" Rudi," panggil Nana


" Nana, kau buat apa kak sini," tanya Rudi sekadarnya


" aku habis belanja, kau dan Mira,,?" Nana menggantung ucapannya,


" kita cakap kak sana," ajak Rudi menunjuk kafe dekat sana,


" aku tak tau nak cakap apa, nak jelasin macam mana," kata Rudi, kelihatan bingung,


Nana diam menunggu Rudi menjelaskan apa permasalahan yang sedang mereka hadapi saat ini,


" sebenarnya aku sudah menikah, saat aku pulang ke kampung halama ku, dan aku, tak bisa menolak permintaan mereka, Nana aku tak bisa nak tolak permintaan ayahku saat dia masih hidup dulu," jelas Rudi sungguh ini bukan keinginannya,

__ADS_1


* * *


__ADS_2