Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
kenduri daun sirih


__ADS_3

ada" Alhamdulillah" ucap Nana sesaat setelah melaksanakan shalat subuh dan berdoa kali ini dia duduk bersimpuh meminta agar semua keluarga mereka dia dan hisyam dapat menerima hubungan mereka dangan lapang dada Tampa masalah sedikit pun,


tak lupa dia juga meminta kepada Allah agar rumah tangga mama nya tetap utuh Tampa masalah sedikit pun,


setelah menyimpan peralatan sholat, Nana membuka tirai jendela kaca yang menghadap ke pantai tak lama kemudian ponselnya bergetar,


Nana beranjak untuk melihat siapa gerangan orang yang menelepon nya pagi-pagi buta begini, bahkan banyak sebagian orang masih tidur,


nama Rey tertulis jelas ponsel Nana


" halo Rey ada apa pagi-pagi sangat dah telfon ni," tanya Nana setelah menjawab telepon sahabat nya itu,


" tak de saja nak ganggu pagi-pagi je, tengah buat apa tu," tanya Rey


" Jawab telfon kau lah apa lagi," kata Nana sedikit bergurau,


" aku tau lah, yang lain maksud aku," tanya Rey


" duduk je, nak buat apa lagi, kau kak mana tu bising sangat lah" tanya Nana,


" aku dalam perjalanan balek Maloy, bila acaranya dah dekat kau undang undang aku juga lah," kata Rey


" pasti Rey kau orang pertama yang akan aku undang nanti," kata Nana


" aku terharu lah rasa nak menagis aku," canda rey


" iis pa lah kau ni, Rey kau kak mana ni Rey suara kau tak jelas sangat," kata Nana


" halo,, halo,, Rey tak jelas lah suara kau," kata Nana hingga sambungan telfon terputus sendiri


Nana baru nak meletakkan ponselnya tapi sudah berdering kembali, Tampa melihat nama yang tertera Nana langsung mengangkat telfon nya


" Rey kenapa terputus telfonnya, Rey,, kau Masi kak sana,,Rey," pagil nana sebab tak ada suara dari sana


" Rey,, Rey,, ni Syam tau," kata Syam terdengar dari suara hisyam seperti orang merajuk


Nana yang tak tau bila hisyam yang menelepon merasa kaget,


" Syam,,maaf Nana tak tau bila Syam yang menelepon,, tadi Rey juga menelfon mengatakan bila dia dah balek ke Maloy," kata Nana menjelaskan


terdengar dari sebrang telfon hisyam mengeluh panjang


" betul Nana tak tipu, tadi dia cuma nak bagi tau bila dia dah balek dan tiba-tiba telepon nya terputus itu je," jelas Nana

__ADS_1


" Syam tau tapi entah mengapa rasa cemburu tu selalu ada" kata Syam


" Syam jangan nak mulai," kata Nana sedikit merajuk


" oke,, oke,, Syam kalah, Nana Tenga buat apa," tanya hisyam


" tak de saja duduk, nak buat apa lgi," kata Nana sedikit ketus


" kita balik hari ni ye," bujuk hisyam


" Nana tak puas lagi kak sini," kata Nana


" sayang Syam janji nanti setelah kita kahwin kita akan bulan madu kak sini, Nana boleh tinggal sepua Nana mau," kata hisyam


" iss siapa juga nak kahwin dengan Syam," kata Nana pura pura meraju,


" Nana lah siapa lagi," kata hisyam


" Nana tak ada kata nak kahwin dengan Syam pun," kata Nana


" jadi tak nak ni," tanya hisyam


" tak," cabar Nana


" iya," Nana menyingkat kata-kata ya


" iya apa ni, nak atau tak," tanya hisyam lagi


" iss Syam apa lah Nana malu tau," kata Nana pula, Syam tertawa mendengar kata-kata Nana


akhirnya mereka memutuskan akan pulang siang ni, Nana pun sudah mantap dengan hisyam, mereka akan sama berjuang bila nanti ada salah satu keluarga mereka yang tak setuju


* * *


Tasya baru dua hari datang dari luar negri, jadi dia tak tau menahu soal permasalahan hisyam dan Nana, Maria dan Rahman pun dah kembali berbicara,


Maria dan Rahman sedang bersantai di samping rumah dekat dengan kolam renang, saat Tasya datang dengan berlari menghampiri mama dan papanya


tadi di atas meja makan dia ada nampak kenduri daun sirih, walau pun dia bukan orang kampun tapi dia tak bodoh-dodoh sangat dia tau bila ada yang membawa kenduri daun sirih ke rumah perawan itu tandanya perawan tu tengah di lamar,


" papa mama siapa bawa siapa bawa kenduri daun sirih di dalam tu," tanya Tasya tak sabar


" aunty Farah dan unlec Omar" kata Maria

__ADS_1


" iya ke apa apa kata mereka," tanya Tasya lagi senang dan berbunga-bunga


Maria menunggu Jawaban dari Rahman dia ingin tau apa jawaban yang akan di berikan Rahman pada anaknya


" kenduri tu bukan," karna Rahman tak ada respon maka Maria yang mencoba untuk mengatakan pada Tasya tapi tak habis lagi kata-kata nya dah terpotong oleh Rahman


" Tasya, kenduri tu bukan tuk Tasya, tapi tuk Nana," akhirnya Rahman bersuara juga,


ya pagi tadi Farah dan suami nya datang menghantar lamaran hisyam tuk Nana, tapi Nana sendiri belum tau soal ni,


" tak mungkin papa, tak paya nak prank Tasya Tasya tak suka hal macam ni jadi candaan," kata Tasya tak pernah


" percaya atau tak tapi itu lah kenyataan nya, Tasya harus terima, hisyam tak suka pada Tasya dia sukanya pada Nana," kata Rahman lagi, dia sudah fikir kan ini semua, Tasya sudah besar dia juga harus tau bila tak semua yang di inginkan nya akan dia dapat kan,


" tak,, ini tak mungkin, ini tak mungkin terjadi, Tasya yang datang di liat tak kan lah Nana yang di lamar," kata Tasya masih tak percaya,


" Nana dan hisyam dah lama kenal dah bertahun-tahun berkawan, jadi Tasya kena terima itu dengan lapang dada," kini giliran Maria yang bersuara


" awak tak paya nak sok baik pada saya, anak awak dah merebut semua milik saya," kata Tasya denga suara keras, Maria sampai kaget dibuatnya,


" Tasya, apa Tasya cakap ni," bentak Rahman


" kenapa papa sekarang papa pun nak bela Nana juga," tanya Tasya dengan airnya sudah mengalir


" Tasya dengar papa dulu sayang, papa tak ada maksud," kata Rahman


" stop Tasya dah tak alasan papa lagi," kata Tasya lagi


" Tasya dengar dulu nak," kata Maria


" stop,, awak tak paya nak pandai-pandai mencuci otak papa Tasya," teriaknya lagi, lalu berlari masuk kedalam rumah,


Rahman mencoba mengikuti Tasya namun pintu kamar nya tertutup rapat


" Tasya buka sayang, papa nak cakap kejap," kata Rahman sambil mengetuk pintu kamar Tasya,


Tasya menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya, harapannya telah hancur,


Hisyam adalah orang yang paling di nanti kan oleh nya dan sekarang hisyam akan menjadi suami Nana,


dan sekarang papa nya pun sudah berubah papanya lebih mendengar kata-kata Maria dari pada nya, semua sudah berubah semua sudah bukan miliknya lagi, harapan nya pun sudah pupus di ganti dengan Nana,


* * *

__ADS_1


__ADS_2