
pagi yang dingin seakan menyapa,
menggetar kan tubuh yang kaku rapat
mengirim embun membuka kan hati
menatap indahnya dunia.
pagi ini hujan lebat turun melanda kota Maloy, Nana sedang berdiri di balik dinding kaca memperhatikan air hujan yang turun dengan derasnya,
hawa dingin yang melanda sedingin perasaan Nana saat ini,
Nana terbayang kembali kejadian semalam saat hisyam mendatangi nya lagi,
saat hati nya mulai beku barulah hisyam berusaha untuk membujuk,
kenapa harus dirinya yang selalu terdakiti, dia mencintai hisyam tapi dia juga blum bisa memanfaatkan hisyam,
dulu saat hisyam pergi selama tiga tahun lebih dia dapat menunggu, tapi kenapa waktu empat hari tak bisa dia relakan,
" pagi-pagi dah melamun kesambet baru tau rasa," entah dari mana datangnya Mira tiba-tiba sudah duduk di sofa yang berada di belakang Nana
" bisa tak bila masuk ruangan orang tu beri salam dulu atau tak ketuk pintu," kata Nana kesal sebab lamunan nya terganggu dengan kehadiran Mira
" sorry aku lupa," kata Mira nyengir kuda
" ehh kau tau tak," kata-kata Mira terpotong dengan kata-kata Nana
" tak, dan tak nak tau," kata Nana yang membuat bibir Mira menjadi manyun
" ayo lah ini gosip terbaru di kantor kita," kata Mira, namun tak di ubris oleh Nana
" aku dengar si Rey lagi dekat dengan lina anak magang," walau pun Nana tak menggubrisnya dia tetap bercerita
" kau tu tak ada kerjaan ke pagi-pagi dah datang tuk bergosip," tanya Nana
" aku tak semangat kerja bila hujan-hujanan macam ni dingin sangat," kata Mira sambil memeluk kedua lengan nya berlagak seperti orang yang kedinginan
" kalau kerja tak semangat tapi bila pasal begosip nomor satu," kata nana
" bekerja dan bergosip tu beda Nana," kata Mira tak mau kalah
" itu menurut kau je," kata Nana lagi
" iye lah aku kalah, ehh tapi kau tak nak komentar ke pasal Rey dengan si Lina tu," tanya Mira dia memang tak habis akal tuk memancing Nana
" masalah aku pun tak selesai lagi, buat apa aku nak buat masalah baru," kata Nana mengeluh
__ADS_1
" haa masalah kau dan hisyam tak habis-habis lagi," kata Mira sambil memukul kepalanya,
" hipokrit sangat lah budak tu macam aku nak penyek-penyek kan kepala dia," omel Mira geram
" bodoh memang bodoh, bila dah jauh nanti baru nak susah-susah mengejar bila ada depan mata di biara kan je," omel Mira lagi
Omelan Mira berhasil membuat Nana tertawa
Nana merasa lucu dengan sahabat nya itu di sini dia yang punya masalah tapi Mira yang sibuk setengah mati,
" kenapa pula kau ketawa, kemasukan jin ke," heran Mira, melihat Nana tertawa sedangkan tidak ada yang lucu,
" kau yang kemasukan jin ifrid," kata Nana,
" disini tu kau atau aku yang punya masalah," tanya Nana
" kau lah tapi kan aku nak bantu kau," kata Mira
" lebih baik sekarang kau balek kak ruangan kau, kau kerjakan kerjaan kau tu," kata Nana
" jadi ceritanya kau halau la aku ni," kata Mira merajuk konon,,
" kalau kau merasa," kata Nana spontan membuat Mira melotot kan matanya
" oke, oke aku keluar," kata Mira langsung berdiri dan melangkah keluar,
* * * *
hisyam juga tidak bisa fokus pada pekerjaan nya, rasa menyesal menyelimuti hatinya bodoh kenapa dia bisa sebodoh ini,
dulu dia pernah hampir kehilangan Nana dan sekarang itu terjadi lagi, itu semua karena ke kecerobohan nya sendiri,
menyesal pun tidak ada gunanya sudah terlambat Nana sekarang sudah merajuk yang harus dia pikir kan sekarang bagaimana cara nya membujuk Nana kembali agar mau memaafkan diri nya,
terbayang kembali perkataan Nana saat semalam dia datang menemui Nana,
flash back
saat hisyam sampai, pintu rumah Nana tetap rapat hisyam mencoba menekan tombol bell rumah Nana tak lama kemudian lampu teras menyalah, menandakan bahwa Nana ada di dalam,
" assalamualaikum," ucap hisyam saat melihat pintu terbuka
" walaikumsalm," jawab Nana sekenanya tidak ramah seperti biasa,
" mau apa lagi Syam datang," tanya Nana ketus
" Syam, Syam tak tenang bila Nana belum memaafkan Syam," kata hisyam terbata-bata
__ADS_1
" oke kalau itu mau Syam Nana maaf kan Syam," kata Nana masih tak melihat kearah hisyam
Hisyam berlutut di hadapan Nana dan meraih tangan Nana,
" Syam minta maaf," kata hisyam
Nana menarik tangan nya dari genggaman tangan hisyam dan kembali membelakangi hisyam,
" Syam mungkin lebih baik bila kita jalan sendiri-sendiri dulu untuk sementara waktu agar kita bisa menyesuaikan diri masing-masing," kata Nana dengan air mata yang berderai deras di pipi mulusnya
sakit sudah pasti, menjalin hubungan selama empat tahun lebih bukan waktu yang sebentar, namun Nana merasa masih banyak hal yang belum bisa mereka lakukan bersama,
mungkin lebih baik bila mereka berjalan masing-masing dulu,
" apa yang Nana cakap ni, Nana sadar tak dengan ucapan Nana," tanya hisyam dengan suara sedikit keras
" Nana sadar Syam sangat sadar," kata Nana
" tapi Syam sakit dengar Nana cakap macam tu," kata hisyam, sontak membuat Nana melihat ke arah hisyam
" sakit Syam kata, Syam yang harusnya sadar dengan kata-kata syam," kata Nana dengan suara yang lebih tinggi dari hisyam
" tapi Syam dah minta maaf, Syam tak bisa bila Nana minta Syam jalan sendiri Syam tak bisa," kata hisyam lemah
" terima lah kenyataan Syam, mungkin kita memang tak sejalan," kata Nana lagi,
" tapi Syam tak sanggup Nana, Syam cuma sayang kan Nana seorang je," kata hisyam terduduk lesuh
" belajar lah dari sekarang Syam, semua akan membaik seiring berjalan nya waktu," kata Nana
" Nana pun akan belajar menjauh dari Syam mulai sekarang," kata Nana lagi
" kenapa Nana cakap macam ni Nana dah tak sayang kak Syam ke," tanya hisyam runtuh sudah percaya dirinya di hadapan Nana
" rasa sayang Nana tak pernah berubah pada Syam," kata Nana
" kalau macam tu kenapa Nana nak kita jalan masing-masing," tanya hisyam heran,
" karna Nana merasa tak layak berada di samping Syam," kata Nana
" Syam yang patutnya cakap macam tu, Syam merasa sangat beruntung bisa berada di samping Nana, Nana jangan suruh Syam tuk pergi dari hidup Nana Syam mohon," kata hisyam memohon pada Nana,
tapi sayang nasi dah jadi bubur, hati Nana terlanjur terluka ini sudah yang ke dua kalinya, hisyam membuat kan Nana Tampa kabar
"Nana dah ngantuk sekarang lebih baik Syam balek," kata Nana berdiri lalu masuk ke dalam rumah nya,
hisyam membiar Nana masuk dan meninggal kan nya sendiri, yah ini memang salah nya, lama hisyam menunggu hingga dia pun pergi meninggalkan rumah nana,
__ADS_1
* * * *