Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
Draft


__ADS_3

setelah selesai dengan urusan fitting baju pengantin, Nana dan hisyam berniat untuk mendatangi alamat dapartemen Tasya,


" betul ke Syam ini tempatnya," tanya Nana sebab apartemen ini nampak sederhana tak mewah macam selera Tasya,


" bila ikut kan alamat ni betul lah," kata hisyam lalu turun dari mobilnya, hisyam melepas kaca mata hitam nya untuk memastikan yang dia tak salah alamat,


" permisi pak cik nak Tanya betul ke ini alamatnya kak sini," tanya hisyam pada satpam yang berjaga di tempat itu


" iya betul tuan, nak cari siapa," tanya balik satpam itu


" adik ipar saya, dia dah dua Minggu pergi dari rumah, " kata hisyam, sebab tak tahan menunggu dalam mobil Nana pun ikut keluar juga,


" macam mana Syam, betul ke," tanya Nana


" iya betul sayang, ini tempatnya," kata hisyam


" Jum kita masuk," ajak hisyam lagi, sambil menggandeng tangan Nana, tak lupa dia mengenakan kembali kaca mata hitam miliknya


Nana tak banyak komentar, dia mengikuti langkah hisyam masuk dalam lift yang ada di sana,


hisyam memencet tombol nomor empat, dalam kertas yang di berikan oleh mis Yulia, Tasya tinggal di lantai empat dengan no kamar kosong kosong sembilan


" betul tak ini kamarnya," tanya Nana sekali lagi, Nana sebenarnya masih tak percaya bila Tasya akan tinggal di apartemen sederhana macam ni,


" kita coba yah bila salah kita tinggal minta maaf aja," kata hisyam dan di angguki oleh Nana,


Hisyam memencet tombol bell yang tersedia di depan pintu kamar yang Tasya tempati,


mendengar suara bell berbunyi Tasya berdiri untuk meraih kerudung dan mengenakan nya,


dan berjalan menuju pintu untuk membuka,


" siapa yang datang, tak kan asisten mis Yulia, dia kan bisa menelfon bila ada perlu," pikir Tasya


Tasya membuka pintu apartemen yang di tempati nya,


" cari siapa," tanya Tasya, sebab orang yang ada di depan pintu membelakanginya,


perlahan hisyam membalikan badan sambil membuka kaca mata hitam miliknya,

__ADS_1


" Tasya, betul ke ini Tasya," tanya Nana dari arah samping, dia mengucek mata nya, sebab orang yang berdiri di depan nya sekarang ini adalah seorang wanita yang mengenakan kerudung,


Tasya berbalik hendak menutup kembali pintu apartemen nya, namun kalah cepat oleh hisyam yang menangkap tangan Tasya,


" Tasya dengar dulu sya," kata Nana, dengan sigap memegang gagang pintu,


" masuk kita bicara kak dalam," kata Tasya sebab tak nak tetangga dia merasa tak nyaman gara-gara dirinya,


hisyam dan Nana mengikuti langkah Tasya masuk kedalam apartemen Tasya,


" nak cakap apa saya tak ada masa tuk kalian," kata Tasya dengan nada tak suka,


" Tasya tak nak pulang ke, Tasya tak rindu kan mama dan papa," kata Nana mulai membujuk


dia tahu, pasti sekarang Tasya dah mulai berubah bukti nya sekarang dia mengenakan kerudung,


" buat apa kan dah ada kau, mereka tak butuh aku lagi," kata Tatas masih dengan nada suara yang judes


" akak datang sini nak bagi ini akak harap Tasya berkenan untuk datang dalam acara akak nanti," kata Nana lalu mengajak hisyam pergi dari sana,


Tasya meneteskan air matanya mendengar Nana membahasakan dirinya sebagai kakak dari Tasya, sebenarnya dalam hati Tasya sangat ingin memeluk Nana,


namun egonya masih terlalu tinggi, di lirik kartu undangan pernikahan yang di letak kan Nana di atas meja, Tasya meraih undang itu, dan membukanya,


akhirnya Nana dan hisyam menikah juga, harus nya Tasya sakit hati melihat undangan itu,tapi tidak saat ini Tasya tak merasa apa-apa,


dia malah merasa senang, mungkin saat itu Tasya tak betul-betul mencintai hisyam, dia hanya kagum pada hisyam,


" Tasya tak rindu kan papa dan mama," kata-kata Nana masih terngiang-ngiang di telinga Tasya


" Tasya tau tak setiap hari papa dan mama mencari keberadaan Tasya,"


" Tasya tak kesian ke pada mereka, mereka sangat merindukan Tasya, apa lagi papa dia nampak terpukul sangat atas perginya Tasya dari rumah," kata-kata Nana tadi sebelum pergi


" pulang lah Tasya, bila Tasya tak nak pulang karna akak, pulang lah sebab papa dan mama jangan siksa mereka sebab akak," kata Nana lagi, tadi sebelum pergi,


* * *


rumah Maria telah ramai di datangi orang-orang terdekat, dan juga tetangga, Maria dan bi jah, adalah orang yang paling sibuk menyiapkan persiapan pernikahan Nana dan hisyam,

__ADS_1


Rahman juga ikut dalam membantu mempersiapkan segala keperluan, yang di perlukan,


Nana di kurung dalam kamar katanya dah tak boleh keluar-keluar rumah sebelum acara selesai


Nana berjalan masuk kedalam dapur untuk mengambil minum, sebenarnya air minum hanya alasan Nana saja, pasalnya dia merasa bosan tinggal dalam bilik Sorang-sorang


" puan pengantin nak buat apa dalam dapur," kata satu kerabat Nana


" nak ambil minum aunty," Kata Nana


" kenapa tak minta tolong orang ambil kan," kata nya


" tak pe aunty Nana bisa sendiri, Nana tak nak merepotkan orang," kata Nana mendekat pada orang tersebut


" aunty buat apa Nana boleh bantu tak, Nana bosan tak buat apa-apa," kata Nana duduk di sebelah orang tersebut


" puan pengantin tak boleh nak kerja-kerja tak baik, sekarang waktunya istirahat," kata orang itu lagi


" tak pe aunty, Nana pun tak ada kerjaan, dalam bilik Sorang-sorang bosan," kata Nana tak mau mengalah


" amboi buat apa puan pengantin dalam dapur ni," kata bi jah dari arah belakang Nana


" saja nak bantu aunty ni," kata Nana


" tak boleh, Nana tu tempat nya dalam bilik je," kata bi jah


" bosan lah bi jah, Nana tak buat apa-apa," kata Nana


" tak boleh, masuk dalam bilik sekarang, atau Nana nak pas di hias nanti dandanan nya tak tahan, cepat luntur, keriput, macam nenek, Nana nak," berbagai macam yang di katakan bi jah


" apa lah bi jah, itu dulu je sekarang ni kan dah moderan," deggil Nana tak nak beranjak dari sana,


" deggil nya Nana, tak baik lawan cakap orang tua," giliran Maria yang memarahi Nana yang tak nak beranjak dari sana,


" alah mama tak pe lah Nana bosan tak ada kawan," kata Nana dengan mulut di manyun kan


" bila masanya Nana baru boleh keluar, Nana boleh ajak kawan pempuan Nana masuk untuk temani Nana dalam bilik," kata Maria tak terbantahkan


mau tak mau Nana pun berdiri dari sana dan beranjak masuk dalam kamar nya, berapa lama dia di kurung macan ni, baru dua hari ja dah sangat membosankan pikir Nana,

__ADS_1


* * *


boleh tak author minta dukungan dari kalian, like dan komen komen kalian sangat author butuh kan terima kasih 🙏🙏


__ADS_2