
seperti yang sudah-sudah bila Nana dah ambil cuti maka dia harus rela lembur untuk mengerjakan semua tugas pekerjaan nya,
dengan duduk di kursi kesayangan nya yang hampir menyita harinya dalam sehari
Nana duduk mengerjakan tugas-tugas yang sempat tertunda
hingga lupa akan waktu yang berjalan dengan cepat,
tak terasa waktu istirahat sudah dekat namun pekerjaan nya masih sangat banyak
tak di hiraukan nya perut yang meronta-ronta meminta di isi,,
hingga bunyi ponsel membuat konsentrasi nya teralihkan,
Nana bergerak untuk melihat siapa yang menelepon nya
"tengah apa tu," tanya hisyam setelah menjawab salam dari Nana
"masih depan meja kerja," kata Nana
" tak lunch lagi ke,"tanya hisyam sambil melihat jam di tangannya harusnya sekarang jam istirahat kantor
"hmm kerjaan masih banyak sangat," Jawab Nana dengan suara yang sengaja dibuat manja
"pas tu tak na makan lah," omel hisyam
"Nana makan kak sini je,"kata Nana
"Nana delivery makanan," tanya hisyam
"iya," jawab Nana
"Nana yang sabar ya tunggu Syam kerja," kata hisyam
namun membuat Nana tertawa geli
"betul Syam dah janji pada diri Syam sendiri bila nanti Syam dah punya bini Syam tak akan biar kan dia kerja lagi," jawab hisyam bersungguh sungguh
jantung Nana berdetak mendengar kata-kata hisyam
" apa pula hubungan nya dengan Nana," tanya Nana
" sebab Nana lah orang tuu" kata hisyam
jantung Nana kembali berdetak
"iya ke asyik asyik jadi bualan je,"kata Nana yang ingin mengurangi debaran di dadanya
"betul Syam tak tipu, bila Nana tak percaya Nana boleh belah dada Syam," kata hisyam di sertai dengan gurauan
__ADS_1
"bila Nana belah dada Syam, Syam mati lah," gurau Nana lagi di sertai dengan suara tawa
Nana memang belum memaafkan hisyam sepenuhnya, tapi dia juga tak marah lagi pada }hisyam
"tapi Syam bersungguh sungguh lah Nana," kata hisyam
"ya lah Nana percaya, dari pada Syam belah dada Syam," kata Nana lagi sambil tertawa
"oke lah makanan Nana dah datang agaknya," kata Nana mengakhiri percakapan mereka kala mendengar suara ketukan di pintu ruangannya
"masuk,"kata Nana dari dalam
pintu pun di buka dari luar,
" nak have lunch bareng," tanya Reinaldi
"kerjaan masih sangat banyak," Jawab Nana
"habis tu delivery lagi," tanya Reinaldi
di jawab dengan anggukan kepala oleh Nana
"nak aku bantu tak," tanya Reinaldi
"no thank you," kata Nana
"oke kalau macam tu aku kluar lunch dulu,"
kata Reinaldi lalu keluar dari ruangan Nana
* * * *
di rumah kak Ros
bang Hasyim dan istri nya dah balik dari kemarin, dan hari ini giliran Abah dan umi pun yang akan balik di antar oleh Hisyam,
dari tadi pagi Belina merengek meminta ikut dia ingin ikut serta mengantar Oma dan opa nya balik ke kampung halaman
ya orang tua hisyam memang tidak tinggal di kota-kota seperti anak-anak nya mereka lebih memilih untuk tinggal di kampung halamannya
dimana dia membesarkan semua anak anak nya,,
dan hari ini dia akan kembali ke kampung halaman nya,
"mama boleh lah, bel nak ikut dengan oma," rengek Belina gadis kecil itu sejak pagi singga siang ni terus saja merajuk ingin ikut
"bel janji bel tak kan nakal," rengek nya lagi
namun kak Ros tetap tak mengijinkan nya
__ADS_1
"sayang kalau bel ikut dengan oma terus mama dengan siapa kak rumah bila papa pergi kerja," kata kak Ros
"bel kan cuma ngantar Oma aja bila pak su balik bel pun ikut balik lah," kata anak cerdas itu
"terus bila adiknya nendang-nendang cari akak macam mana,"
"adik akak ikut pak su antar Oma dulu bentar boleh," tanya Belina pada adiknya yang masi ada dalam perut mama nya
Ros tertawa melihat tingkah anak pertama nya
" mama adik nendang lah," kata Belina dengan girang
"itu tandanya adik tak na bila akak nya pergi ninggalin adiknya," akhirnya Ros punya alasan yang sangat mujarab
dengan terpaksa Belina duduk kembali sambil memanyunkan bibirnya,
"dah la tu Ros biar kan dia ikut," kata umi Farah dia membela cucu kesayangannya
bibir yang tadinya manyun berubah menjadi senyuman manis mendengar Oma membelanya
" bukan tak boleh umi, bel ni bila dah naik mobil pasti mabuk perjalanan, kalau sekarang tak apa sebab masih ada umi, na kalau balik nanti," katanya
"betul kata Ros kalau sekarang memang tak apa karena masih ada kita, na kalau balik nanti macam mana," kini giliran Abah omar pula yang bersuara
"sayang dengar kata mama, nanti bila dah dekat raya kita balik bersama papa," kata Ros lagi
"ha tu opa setuju,bila nanti dah dekat raya bel baru datang bersama mama dan papa ya,"
akhirnya kepala Belina pun mengangguk namun tu bibir tetap saja manyun
setelah asar mereka siap berangkat, perjalan dari kota ke kampung halaman menempuh jarak lumayan jauh hingga memakan waktu sekitar tiga atau empat jam
itu pun dengan kecepatan maksimal bila santai akan memakan waktu sekitar empat atau lima jam wau lumayan jauh juga yah
* * *
Nana tak jadi lembur hari ini dia hanya membawa sebagian berkasnya pulang ke rumah nya,
entah kenapa hari ini perasan Nana kurang fit
Mira dah siap tuk balik melihat kedalam ruangan Nana Tampa mengetuk pintu atau pun permisi dia langsung masuk ke dalam
"aii tak jadi lembur ke," tanya Mira yang melihat Nana membereskan meja kerja nya
"tak kepala aku pening sikit," kata Nana
"nak tumpang dengan aku," tawar Mira
"no thank you, aku masih bisa bawa mobil sendiri," katanya
__ADS_1