Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
menunggu


__ADS_3

" selamat malam dan selamat datang ke restoran kami, puan dan tuan, tuan sudah booking tempat,?" sapa waiters itu ramah


" kami ada janji dengan tuan Rahman Malik," kata Abah omar


" baik tuan silahkan tunggu sebentar saya periksa dulu," kata waiters tersebut dan memeriksa nama-nama pelanggan yang booking tempat di restoran itu,


" baik tuan terima kasih sudah bersedia menunggu, atas nama Rahman Malik ada di meja nomor tiga, silahkan tuan dan puan lewat sini," kata waiters tersebut, dan menunjuk Meja yang mereka maksud,


dari jauh terlihat Rahman dan istri nya, sedang menunggu kedatangan mereka,


mereka bertiga berjalan kearah Rahman dan istri nya,


" Rahman," panggi Abah omar pada sahabatnya lamanya itu


" Omar lama tak jumpa," kata om Rahman lalu berdiri memeluk sahabat lamanya


" awak makin mudah dan gagah rupanya," kata Abah omar


Maria dan Farah pun melakukan hal yang sama dengan suami mereka lakukan,


hisyam menjabat tangan Maria dan Rahman dan mencium nya secara bergantian,


Rahman mempersilahkan mereka duduk di kursi yang tersedia di sana,


" ini hisyam kan masa tu anak-anak masih kecil lagi, tak terasa mereka sekarang dah pada besar dah dewasa," kata Rahman


" iye macam baru kemarin sore liat mereka semua bermain, " di sauti oleh Omar pula


" masa tu Tasya Beru berumur sepuluh tahun saat kita terakhir berkumpul bersama dengan mamanya Tasya," kata Rahman mengingat kembali kejadian yang merenggut nyawa istrinya


" iye masa tu hisyam masih umur empat belas tahun, tak rasa sekarang dah jadi menejer saja," kata Omar tertawa kecil


Hisyam hanya bisa menyaksikan dua sahabat lama itu bercerita tentang masa lalu mereka,


Hisyam meraba kantong celana yang di pakai nya dia Beru ingat belum sempat mengabari Nana, dia akan mengirim pesan singkat pada Nana,


tapi begitulah yang namanya orang terkena sial hp adalah harapan satu-satunya malah mati


' aduh aku lupa tak sempat mengisi daya baterai, Nana pasti sedang menunggu ku saat ini, alama' macam mana ni'


* * * *

__ADS_1


dari sore tadi sepulang Nana dari mengantar mamanya Nana sudah mempersiapkan diri dari baju yang akan dipakai dan lain sebagainya


sebab malam nanti hisyam mengajak nya diner


Nana terpaksa melolak ajakan mamanya hanya karena Nana terlanjur menyetujui ajakan hisyam hingga menjelang magrib setelah selesai sholat Nana bersiap siap dengan menggunakan gaun berwarna Nevi di padukan dengan kerudung hitam nampak sangat berseri-seri


Nana melirik jam di tangannya yang menunjukkan bahwa sudah pukul tuju malam pas dengan jam yang di janjikan hisyam,


Nana yang merasa sudah cukup dengan dandanan nya keluar menunggu Hisyam di teras rumah miliknya


pikirannya agar lebih cepat jika hisyam datang namun menunggu sampai satu jam dua jam batang hidung hisyam masih belum terlihat juga


pikiran buruk pun terlintas di benak nya apa kah terjadi sesuatu pada hisyam, tak lelah dia menghubungi nomor hisyam namun selalu saja di luar jangkauan,


tak henti-hentinya Nana menghubungi nomor hisyam berharap bisa tembus, penampilan yang tadinya cantik kini berubah menjadi acak-acakan


Nana berharap hisyam menghubungi dirinya tapi hingga jam menunjukkan pukul sepuluh malam kabar keberadaan hisyam tak ada jua


dengan lesuh Nana masuk ke dalam rumah nya mengganti bajunya dan membersihkan mek up di wajah nya, berharap besok pagi dia dapat kabar dari hisyam,


namun hingga pagi menjemput pun kabar dari hisyam tak jua muncul walaupun hanya sekadar pesan singkat,


* * *


mereka orang tua hisyam dan Nana bercerita tentang apa saja yang telah terjadi di kehidupan sehari-hari mereka hingga tak sadar waktu,


begitu pun dengan hisyam karna lelah dan mengantuk yang melanda dia lupa untuk men charger ponsel miliknya,


pagi hari pun hisyam hampir saja kesiangan rencana yang hisyam susun semalam hanya tinggal rencana,


sebab jangan kan menjemput Nana sarapan pun ia tak sempat,umi yang sedang berkutat di dapur tidak sempat membangun kan hisyam alhasil dia berangkat Tampa sarapan


umi hanya berpesan agar hisyam pulang saat masuk makan siang nanti, lagi dan lagi hisyam menyutujui keinginan uminya,


* * *


Nana yang sudah siap masih berharap pagi ini hisyam datang menjemput dirinya dan menjelaskan tentang semalam yang terjadi,


tapi harapan Nana hampa sama dengan semalam kecewa sekali lagi di rasakan Nana,


Nana melihat ke ponsel miliknya berharap hisyam menghubungi nya, namun nihil sama seperti semalam,

__ADS_1


dengan lemas Nana melangkah kan kakinya masuk ke dalam mobil miliknya mengendarai dengan pelan, namun hingga sampai ke jalan raya tanda-tanda kehadiran hisyam sama sekali tak tampak,


Nana melajukan mobilnya menuju kantor tempat kerjanya, mungkin dengan menyibuk kan diri akan menghilangkan pikiran nya kepada hisyam,


* * *


Hisyam merentangkan kan kedua tangannya meluruskan otot-otot nya yang membeku


di liriknya jam yang tertata rapi dan tangannya sudah menunjukkan pukul setengah sebelas itu artinya satu setengah jam lagi jam istirahat tiba


di rogoh kocek nya dan mengambil ponsel miliknya, " Allah " kata hisyam sambil memukul kepalanya dia lupa lagi mencharge baterai ponsel miliknya,


di raihnya telfon yang ada di atas meja,


" halo Mel kau bawa charger " tanya hisyam pada sekertaris nya


" iya bawa pak," katanya


" tolong bawakan ke dalam ruangan saya," kata hisyam dan meletakan kembali gagang telepon ke ke tempat nya


tok tok tok


suara pintu di ketuk dari luar


" masuk " teriak hisyam


" ini pak," kata sekertaris hisyam sambil menyerahkan charger miliknya,


" jangan kan charger pak hati ku pun jika kau minta dengan senang hati aku memberikan nya," kata sekertaris hisyam dalam hati,


" terima kasih," kata hisyam mengambil charger Amelia dan mencharger ponsel miliknya,


" sudah silah kan keluar dan lanjutkan perkerjaan anda," kata hisyam saat melihat sang sekertaris tetap berdiri di depan nya


Amelia yang tertangkap basah sedang memperhatikan atasannya menjadi salah tingkah,


dengan malu-malu dia meminta diri untuk keluar dari ruangan atasan nya


" bodoh kau Mel bodoh," sesalnya sambil memukul kepalanya mengetutuki kebodohan nya yang terang-terangan memperhatikan atasan nya,,


hisyam menunggu hingga ponsel miliknya terisi sedikit, dan mengaktifkan kembali ponsel miliknya, saat ponsel miliknya telah aktif berbuih-buih notifikasi yang masuk

__ADS_1


dan semua itu dari Nana hisyam tersenyum dan men dail nomor Nana tapi sayang sungguh sayang sekarang nomor Nana lah yang tidak aktif, hisyam mencoba hingga tiga kali tapi hasilnya tetap sama,,


__ADS_2