
Mira masuk membawa obat yang di berikan Rey tadi,
" kenapa pula dengan muka tuu," kata Nana heran melihat sahabatnya murung
" Rey datang tadi," kata Mira
" terus mana dia," tanya Nana
" dah pergi," kata Mira lagi
" kenapa pergi kau tak bagi dia masuk ke," tanya Nana, dia tau kalau Mira tidak suka Rey dekatnya,
" aku Bebel dia tadi, aku salah ternyata dia datang bawa obat untuk kau, aku kira dia datang untuk ganggu kau," kata Mira merasa bersalah
" ya Allah, apa lah kau ni tak habis-habi pula," kata Nana
" sorry aku tak ada maksud," kata Mira lagi
Nana meraih obat yang di bawa Mira, di buka dan di lihat obat apa yang di bawa Rey untuk nya, ternyata Rey yang membayar semua biaya dan obat-obatan di praktek tadi tertulis di struk yang ikut bersama obat itu,
Nana menyimpan struk itu di dalam dompet nya dan meraih ponsel dia akan menghubungi nomor Rey
belum juga sempat mencari no Rey hisyam sudah menghubungi Nana terlebih dahulu
" halo assalamualaikum," suara hisyam terdengar Heppy di sebrang sana
" walaikumsalm Syam, dah sampai mana," tanya Nana berusaha menyembunyikan suaranya yang terdengar serak
" dah dekat tapi singga berehat kejap Abah dan umi nak sholat dulu," kata hisyam
" Syam tak sholat ke," tanya Nana
" dah tadi pas singgah isi bahan bakar," kata hisyam masa tu umi dan Abah lagi tidur tak tega rasanya nak bangun kan"
" Nana Tenga apa tu," tanya hisyam
" barang-barang je pala Nana pening dikit," kata Nana
" Nana sakit ke," tanya hisyam khawatir
" tak sakit cuma pening dikit je," kata Nana
" Nana dah beli obat ke," tanya hisyam
" dah tadi waktu pulang kerja singgah kejap kak apotik," kata Nana
" betul ke tak tipu," sebab hisyam tau kalau Nana selalu ada alasan bila di suruh minum obat,
" betul nanti Nana foto lalu kirim kan Syam," kata Nana
" iya lah Syam percaya, oke kalau macam tu Nana istirahat yang cukup klau boleh tak paya nak kerja, dulu," kata Hisyam
* * * *
Mira sedang bersantai sambil menonton televisi di ruang tamu Nana, Mira belum mau balik sebelum memastikan keadaan Nana baik-baik saja
__ADS_1
" kau tak balek lagi," tanya Nana
" kau dah sehat ke," bukannya menjawab pertanyaan Nana Mira malah balik bertanya,
" sehat itu belum tapi dah mendingan dah, kalau kau na balek balek lah," kata Nana
" sampai hati kau usir aku," kata Mira
" aku tak usir, cuma aku kesihan liat kau pasti penat dari kerja tak istirahat lagi," kata Nana
" ye lah aku faham kau pasti nak telfon mesra-mesraan dengan Syam kan," tebak Mira
" apa lah kau, merepek saja," kata Nana sambil memukul pelan tangan Mira
" oke aku balek tapi kau harus ingat call my bila ada apa-apa, dan satu lagi minum obat tau mahal tu harganya kesihan tu si Rey," kata Mira meledek Nana
" tolong sampaikan ucapan maaf aku pada kak Risa baru masuk sehari dah cuti lagi," kata Nana tidak enak hati pada Marisa kakak dari Mira
" oke kau tenang je kak Risa tak kan pecat kau," kata Mira
lalu berdiri meninggalkan Nana sendiri,
Nana masuk ke dalam kamar nya bersiap untuk istirahat
* * *
hisyam mengendarai mobil masuk ke halaman rumah nya, mak ibah dan pak Gus sudah menunggu kedatangan mereka, di teras rumah
" assalamualaikum," kata Abah omar memberi salam
" Alaikum salam," jawab Mak dak Gus
" bagai mana kabar Syam," tanya Mak Gus
" Alhamdulillah Syam sehat Mak," jawab hisyam
" gimana rasanya tinggal di negara Jiran tu," kini giliran pak Gus yang bertanya
" biasa saja pak Gus sama macam di sini juga, cuma ka sana tu tak ada nasi," kata hisyam
sambil tertawa di ikuti dengan Mak dan pak gus
" lah klau tak ada nasi orang nak makan apa,?" tanya Mak Gus
" roti dan sejenisnya yang terbuat dari tepung gandum," kata hisyam
" lah tak kenyang tu, tak nak Mak tinggal kak sana," kata Mak pula mengundang tawa semua yang ada di sana
obrolan berlanjut hingga larut malam ada ada saja yang di pertanyakan oleh mereka,
* * *
Maria sudah bangun dari tadi tapi masih duduk diam di dalam kamarnya entah kenapa pagi ini Maria merasa malas,
" kenapa sakit ke," tanya Rahman,
__ADS_1
di jawab gelengan kepala oleh Maria
Rahman yang sudah mandi bersiap-siap untuk berangkat ke kantor
" lah tak mandi lagi ke," tanya Rahman lagi
dan di jawab dengan gelengan kepala lagi oleh Maria
Rahman yang telah siap duduk di samping Maria menyentuh dahinya, tdk panas,
" kenapa ada yang sakit," tanya Rahman lagi
" tak tau rasanya tak nak buat apa-apa," kata Maria
" terus tak nak kerja," tanya Rahman lagi
" tak tau awak pergi saja dulu lah bila elo aku pun pergi," kata Maria
" kalau tak elok macam mana," tanya Rahman
sambil tertawa melihat tingkah istrinya
" Jum kita sarapan, atau tak tau juga," kata Rahman meledek istrinya sebab dari tadi asyik tak tau je
mereka berjalan keluar menuju ke meja makan Tasya juga datang dengan pakaian seper seksi
" sya boleh tak klau pakai baju tu yang agak sopan dikit," tegur Rahman pada anak nya
" ini tren lah papa apa lagi Tasya ni kan model, jadi pakaian pun harus modis," katanya
Maria hanya melihat Tampa niat berkomentar
" mama tak kerja ke," tanya Tasya pada Maria
" tak mama tak enak badan," bukan Maria yang menjawab tapi Rahman
Tasya hanya membulat kan bibirnya
setelah mereka semua sarapan Maria mengantar Rahman sampai ke pintu
" atau nak saya antar ke dokter," tanya Rahman lagi
" tak saya tak pa pe berehat dikit elok lah tu," katanya
setelah mereka berdua bapak dan anak pergi Maria masuk ke dalam dia ingin menghubungi Nana, sebenarnya Maria dari semalam kepikiran Nana terus,
" halo assalamualaikum," suara Nana terdengar serak
" walaikumsalm, Nana kenapa," tanya maria dia tau kalau Nana sedang tidak baik baik saja,
" tak apa, Nana oke cuma penat dikit je," kata Nana dia tidak ingin mamanya khawatir memikirkan keadaan Nana
" Nana jangan tipu ya, Nana boleh bohong kak orang lain tapi tak pada mama," tanya maria
" sebenarnya kemarin pas pulang kerja Nana sempat pingsan," kata Nana hati-hati
__ADS_1
" apa.. pingsan,biar betul pas tu kenapa tak telfon mama," kata Maria khawatir inilah penyebab kegelisahan yang di sara sejak semalam, ternyata anak semata wayangnya jatuh sakit,,
* * * * * *