
Nana melajukan mobilnya membelah jalan raya yang ramai, mencari suasana damai dalam hatinya yang hilang, Nana terus melaju mencari rumah makan yang menurut nya cocok untuk suasana hatinya yang sedang di Landa kegundahan,
sudah hampir satu jam Nana mengendarai mobilnya namun belum menemukan tempat yang cocok menurutnya,
tak sengaja Nana melihat sepasang anak remaja duduk di kursi pinggir jalan yang sedang bersenda gurau di dekatnya ada rumah makan kecil entah mengapa Nana merasa tertarik ingin kesitu,
Nana memarkir mobilnya dekat dari sepasang anak remaja itu, Nana tersenyum melihat tingkah anak muda jaman sekarang masih kecil sudah berani pacaran bahkan mereka berani pegangan tangan di depan keramaian,
Nana berjalan kearah rumah makan sederhana itu mungkin orang-orang kaya lain nya tidak akan mau makan di tempat seperti ini, karena merasa tidak pantas atau gengsi, tapi itu semua tidak berlaku Nana,
Nana duduk di meja paling pojok ternyata di belakang rumah makan itu ada kolam-kolam kecil dengan ikan hias yang cantik,
suasana seperti ini lah yang Nana butuh kan sekarang ini, Nana dengan asyik memberi makan ikan-ikan itu,
seorang nenek datang hampiri nana, mungkin dia adalah pemilik rumah makan ini, sebab tadi saat Nana memesan makan dia juga ada kak situ,
ternyata dia datang membawakan Nana minuman dingin, tak lama seorang remaja jiga datang membawa kan pesanan Nana, mereka mempersilahkan Nana makan
Nana mengangguk dan mengucap kan terima kasih pada mereka, tapi Nana masih saja sibuk memberikan makanan pada ikan-ikan itu, hingga sebuah suara mengagetkan Nana,
" asyik sangat memberikan makan pada ikan," tegur seseorang, Nana tersadar mendengar suara yang dia kenal itu,
" Rey.. kau buat apa kak sini," tanya Nana heran, apa lagi ini rasanya sangat jauh dari kota,
" harusnya aku yang bertanya kau buat apa kak sini, ini tu jauh dari kota kenapa bisa sampai kak sini," tanya Reinaldi dia juga merasa heran
" tak ada saja nak cari suasana baru je," kata Nana, santai
" kau tak kerja ke," tanya Rey
" aku ambil cuti," kata Nana Tampa melihat ke arah Rey,
Rey tak bertanya lagi dia hanya memperhatikan Nana dengan seksama,
" ikan-ikan tu dah kenyang sebab dari tadi kau beri makan, na ni makan tuk perut kau pun tak kau sentuh lagi, kau tak kesian ke pada perut kau yang sejak tadi berteriak meronta-ronta," Rey sebab dia sempat mendengar jeritan perut Nana yang berteriak minta di isi,
__ADS_1
Nana menoleh melihat pada makanan tersebut, ah iya dari semalam dia belum makan lagi, akhirnya Nana meraih piring kosong yang telah di sedia kan
" kau tak ikut makan sekali," tanya Nana
" aku belum lapar lagi," kata Rey, drett dreett ponsel Rey bergetar Rey mengambil ponsel nya dan melihat siapa yang menelepon nya,
Rey tersenyum menerima telfon tersebut, dia mengangguk pada Nana lalu berdiri menjauh sedikit dari Nana,
setelah Nana selesai makan Rey pun juga selesai dengan telfonnya,
" emmak kirim salam pada Nana," kata Rey tersenyum lebar,
" teruk aku Jawab semua pertanyaan emmak bila telfon yang di tanyakan pasal Nana selalu," kata Rey terus saja tersenyum,
" kau tak jujur lagi pada mereka," tanya Nana menatap Rey sinis ini yang Nana tak suka dari Rey dia susah nak berterus-terang,
Rey diam saat Nana bertanya, pasal nya dia pun sangat berharap Nana mau jadi bagian dari hidupnya seperti yang di harapan keluarga nya,
" maaf Rey tapi aku tak suka bila semua keluarga kau beranggapan tidak benar pada aku," kata Nana
Rey menghela nafas panjang rasanya susah untuk berterus-terang pada keluarganya dia tak nak kecewakan orang tua dan adiknya,
" aku tak tega kecewakan emmak dan Hanny," kata Rey pelan sangat,
" sekarang atau nanti tetap sama Rey, kita tak mungkin bersama, atau kau nak persahabatan kita putus hanya karna kau tak nak berterus-terang pada keluarga kau," kata Nana panjang
" berterus-terang sekarang memang akan mengecewakan mereka tapi coba kau pikir bila mereka lebih lama berharap maka mereka akan lebih kecewa lagi," kata nana lagi, nana harap setelah ini Rey akan mengatakan yang sebenarnya pada keluarga nya,
" oke nanti aku telfon emmak dan akan mengatakan yang sebenarnya," kata Rey pahit memang pahit tapi dia harus terima, dengan lapang dada,cukup dia menjadi sahabat Nana saja
" terima kasih Rey, aku doa kan suatu saat nanti kau menemukan perempuan yang menerima mu setulus hati," kata Nana tulus,
" sama-sama Nana dan terima kasih juga atas doanya,"
...****************...
__ADS_1
sejak saat itu hisyam berubah menjadi pria dingin dan pendiam, dia sudah tak seceria seperti biasa dia lebih banyak berdiam bila bicara hanya seperlunya saja
dia juga sudah kembali ke Maloy, namun hingga saat ini dia belum bisa menemui Nana, dia sudah beberapa kali mencoba mendatangi kantor dan rumah Nana namun dia masih belum bisa bertemu langsung pada nya,,
rasa bersalah dan menyesal menghantui nya setiap saat, di tambah lagi dengan Tasya yang selalu mencoba menghubunginya, membuat kepala Hisyam bertambah pening,
belum juga apa-apa Tasya sudah mencoba mengatur Hisyam, sangat berbeda dengan Nana,
bila telfonnya tak di angkat maka tunggu akan masuk sepuluh chat berturut-turut, dan bila tak di balas maka dia akan terus menghubungi hisyam, membuat hisyam muak di buatnya, belum apa-apa hisyam sudah merasa bosan dengan tingkahnya,
hisyam mengambil ponsel dia akan menelfon kak Ros, saat ini hanya kak Ros yang hisyam harap,
" assalamualaikum kak,"
" walaikumsalm Syam, ada apa pagi-pagi begini telfon akak," tanya kak Ros
" saja nak telfon akak, tak boleh ke," kata hisyam terdengar dari suaranya saja hisyam sangat tak bersemangat,
" ia merajuk lah tu macam budak kecil je," ejek kak Ros
" akak dah cakap pada umi dan Abah, ke kak," tanya hisyam
" tak sempat lagi Syam farel akhir-akhir ni sangat rewel," kata kak Ros ini saja dia sambil menggendong farel,
terdengar helaan nafas Hisyam,
" Syam tak pa pe ke," tanya kak Ros dia tau pasti hisyam sedang gelisah,
" ini pasal Tasya," kata hisyam
" ada apa dengan tasya," tanya kak Ros lagi
" Syam tak suka dengan cara dia, terus-terusan menghubungi Syam," curhat Hisyam,
" sabar lah Syam coba dulu cakap baik-baik pada Tasya, mana tau dia mau mengalah bila tau Syam dan Nana saling mencintai," kata hisyam, , ,
__ADS_1
...****************...