Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
hanya untuk Nana


__ADS_3

setelah melaksanakan shalat subuh Nana berdoa Nana meminta ketenangan dan kedamaian dalam hidupnya,,


seharian kemarin Nana tidak keluar-keluar kamar ketemu mama nya pun belum,, Nana tau semalam mama mendatanginya,,


tapi Nana belum siap bertemu dengan siapa pun hati nya masih sangat sakit melihat kenyataan bahwa Hisyam lelaki yang dicintainya telah mengkhianati nya bah sudah menikah dan memiliki anak,,


setelah di rasa hati nya dah baikan Nana menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan,,


"bismillah,," Nana melangkah kan kaki nya keluar dari kamar berjalan menuju dapur


dari jauh Nana sudah mencium aroma masakan yang di masak BI Ijah rasa nya Nana kenal dengan aroma masakan yang di masak BI Ijah


"BI jah masak apa tu,,macam sedap ja" tanya Nana


" ni semua tuk Nana Mama yang request semalam," kata bi Ijah


mata Nana berbinar melihat semua makanan yang di masak bi Ijah


air liurnya seakan jatuh ke lantai melihat semua makanan kesukaan Nana,,


Nana membantu bi Ijah menata semua makanan di atas meja makan,,


tidak lama kemudian Maria datang menghampirinya,,


"sayang Nana dah sehat ke,?" tanya Maria


"mama,,maaf semalam kepala Nana pening sangat mungkin sebab mabuk dalam perjalanan" kata Nana sambil memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan mama nya


" tak apa Mama paham," kata Maria


" mama tak bersiap lagi,,?" tanya Nana heran melihat mamanya hanya menggunakan pakaian santai sedangkan biasa nya mama nya sudah rapi dengan pakaian kantor nya


" tak Mama hari tak nak kemana-mana,,mama nak diam Kat rumah ja dengan Nana" kata Maria


"betul ke mama,,dah lama kita tak habis kan waktu bersama,," tanya Nana sambil loncat memeluk mama nya,,senang rasa hatinya


"betul sayang,,hari ni spesial untuk Nana saja,"kata nya lagi


karna om Rahman telah datang dan bersiap untuk sarapan jadi mereka pun ikut duduk bersama tak lama Tasya pun datang dengan gayanya yang seksi dan mewah bagai tuan putri kerajaan,,


kalau di lihat Tasya memang cantik mata yang sipit badan yang tinggi mampai bentuk tubuh yang indah memang cocok dengan profesi nya sebagai model,,


Tasya duduk di depan Nana, memperhatikan semua makanan yang ada di depan nya,

__ADS_1


"BI jah,, bi jah,," pangil Tasya pada bi Ijah


BI Ijah yang sedang berada di dapur berjalan cepat keluar mendengar namanya yang di panggil-panggil


"iss masakan apa ni yang bi jah masak,, makan orang kampung semua," tanya Tasya dengan emosi


"Tasya tak berselera makan makanan macam ni semua," katanya lagi


BI Ijah meliat semua makan yang ada di meja makan, ada ayam goreng mentega, ikan bakar,capcai, sambel Pete dan masi ada lagi lainnya


'di meja tu kan ada ayam goreng mentega dan ikan bakar, tak kan lah makan tu makanan kampung jua' omel bi Ijah dalam hati


Maria melihat kearah nana saat Tasya menyebut makan tu makan kampung sebab makan kampung yang Tasya sebut tadi adalah makan kesukaan Nana semua,,


" Tasya nak makan apa,"tanya om Rahman


" toats, filet steak, pasta, omelette,"jawab Tasya bermanja-manja dengan papanya


"go food,,aja biar mama bayar kan," kata Maria sambil mengeluarkan kartu kredit miliknya,, Tasya menerima Kartu kredit itu lalu pergi dari sana


selepas makan Maria mengikuti langkah suami masuk kedalam kamar


"hari ni saya nak keluar dengan Nana,,dah lama kami tak menghabiskan waktu bersama,"kata Maria sambil memakai kan jas milik suaminya


"terima kasih,,saya nak ajak BI Ijah sekali, orang tua tu pun dah lama tak perna keluar awak tau kan bila Nana dan BI Ijah tu sangat dekat," kata matia lagi sambil memasang kan dasi suaminya,,


" pergi lah,, asal jangan pulang sore sangat,," kata Rahman lagi,,


"terima kasih,"kata Maria sambil mencium pipi suaminya,,senang rasa hatinya mendapat ijin dari suaminya


* * * *


Hisyam sedang melamun di dalam kamarnya sambil memandangi foto Nana yang sedang tersenyum,,


hanya foto ini lah penguat hisyam di sana,, setap bangun tidur hanya foto Nana yang dia lihat pertama kali begitu pun saat dia akan tidur


foto Nana yang di lihat sebelum matanya terpejam rapat,,


seharian kemarin ia juga tak keluar-keluar rumah hanya Belina gadis kecil nan cerewet, yang sering menemaninya,


hisyam berusaha menghubungi nomor Nana tapi sudah tidak aktif,,baru ada perasaan sesal kenapa dulu dia tak menghubungi Nana,,


tiga tahun dia berada di luar negri menimbah ilmu,, belajar bersungguh hingga dia mendapat gelar S1

__ADS_1


berniat balik lebih awal dari perkiraan,,sebab rasa rindu dah Menggung rindu pada tanah air tanah kelahirannya, rindu pada semua keluarganya, dan rindu pada Nana kekasih hatinya,,


* * * * *


Nana tengah bersiap-siap di kamarnya,, mereka akan keluar hari ini,, apalagi BI Ijah juga akan ikut bersama mereka


"mama kita kita nak kemana hari ini,," tanya Nana


"kita ke mall,, belanja," jawab Maria


" bole juga tu, kita dah lama tak belanja bersama,, BI jah pun ada ," kata Nana girang


setelah mereka semua siap nak berangkat Tasya datang menghampiri,,


"mama nak kemana," tanya Tasya penuh selidik


" mama nak keluar teman kan Nana beli sesuatu," jawab Maria


" apa sal BI jah ikut pula,,?" tanya Tasya lagi


"BI Ijah dah lama tak perna keluar jadi mama ajak sekali," jawab Maria


"habis tu siapa nak masak tuk Tasya bila BI jah juga ikut," tanya Tasya lagi


" kan Tasya bisa go food,,terserah Tasya nak pesan apa suka-suka Tasya,," jawab Maria dengan suara lembut,,biar bagai mana pun Tasya jga anaknya selama Rahman masih sah menjadi suaminya


Tasya berlalu sambil berjalan dengan kaki yang di hentakan,,


'merajuk lah tu,' kata Nana dalam hati


Tasya masuk kedalam kamar mengambil ponsel miliknya,dia akan mengadu pada papanya,


kesempatan baik baginya untuk menjelek-jelekkan Maria dan nana,,


walau bagai mana pun baik nya Maria pada nya Maria tetap ibu tiri bagi Tasya,,


tidak ada yang bisa menggantikan posisi mama kandung nya walaupun sudah lama tidak ada di dunia ini,,


itu lah sebab nya sebelum papa nya menikah dulu dia buat Rahman berjanji bahwa dia tidak akan pernah menerima Nana sebagai anak nya


kalau Rahman melanggar janji itu maka Tasya akan pergi dari hidup Rahman untuk selama-lamanya.


itu lah manusia dia selalu ingin menang sendiri, Tampa mau tau apa imbasnya pada orang lain,,

__ADS_1


Tasya selalu ingin di mengerti tapi tidak mau mengerti kesulitan orang lain, hingga dia di buta kan oleh nafsu


__ADS_2