Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
melepaskan rindu


__ADS_3

" apa pingsan ,pas tu kenapa tak telfon mama," tanya maria risau ini penyebab kegelisahan nya sejak semalam ternyata anak semata wayangnya itu sedang jatuh sakit,


" iya tapi mama tak perlu risau sebab Nana dah baik-baik saja, kata dokter," kata Nana


" sayang macam mana mama tak risau Nana tu anak mama satu-satunya, tak mungkin mama tak risau," kata Maria air mata Maria sudah keluar membasahi pipinya


" Nana tak apa-apa mama kata dokter Nana cuma penat je," kata Nana


" mama ke sana ye sayang," kata Maria


" tak paya mama, betul Nana dah tak pa pe," kata Nana meyakinkan Maria


" tapi sayang mama tak Tek tenang ," kata Maria


" mama dengar cakap Nana, besok kalau Nana tak sembuh jua baru mama datang kesini ye," kata Nana


itu lah seorang ibu walau bagai mana pun caranya kita menyembunyikan keadaan kita ya sebenarnya dia pasti tau dengan firasat nya,


* * *


hari ini hisyam juga terbang ke kota Maloy karena besok dia harus di interview


hisyam sedang bersiap-siap di kamarnya saat Belina datang,


" pak su di panggi sama mama sarapan dulu kata mama," kata Belina lalu berlari keluar


gadis kecil itu sudah terlihat cantik dengan gaun birunya sebab dia akan ikut dengan papa nya mengantar hisyam sampai bandara


hisyam keluar mengikuti langkah Belina,


" ma pak su dah siap," kata Belina


Hisyam langsung duduk di samping kak Ros


" bila dah sampai nanti call umi dan Abah," kata kak Ros


" kerja elok-elok, tapi Syam juga kena ingat waktu juga," tambah kak Ros lagi


" siap nyonya," kata hisyam sambil memberi hormat pada kakaknya


" dah siap Jum kita berangkat," kata bang Farid


Ros hanya mengantar hisyam sampai depan rumah nya, dia tidak ikut mengantar sampai bandara sebab perut nya agak sedikit keram


hisyam mencium tangan kakak pertamanya dan meminta izin untuk pergi menjemput cita-cita nya


" ingat kita kena hati-hati bila berada di kampung orang," kata kak Ros


hisyam mengaguk, lalu masuk ke dalam mobil kakak iparnya, dia melambaikan tangan kepada kakaknya hingga hilang dari pandangan mata


* * * *


Nana juga sedang bersiap-siap untuk menjemput Hisyam di bandara sebab sebentar lagi pesawat yang di tumpangi Hisyam sandar di bandara Maloy


Nana bercermin sekali lagi memastikan bahwa penampilan nya sudah maksimal,

__ADS_1


Nana menyambar tas tangan yang biasa dia bawa dan mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding,


dia berlari kecil menuju mobilnya setelah mengunci rumah nya,


mengendarai mobil menuju bandara, internasional Maloy


Nana melihat jam di tangannya yang menunjukkan dah pukul sembilan pagi itu artinya pesawat yang membawa hisyam sudah mendarat


sedangkan jalan di depan nya sedikit macet sebab ada kecelakaan kecil,


* * *


hisyam telah sampai di bandara Maloy senyuman terpancar di wajahnya dia berjalan keluar dari bandara menuju kursi tunggu yang telah di sediakan


hisyam melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi harusnya Nana sudah sampai,


Hisyam mengeluarkan ponsel miliknya bersiap untuk menghubungi nomor Nana tapi tak jadi sebab telfon dari umi lebih dulu masuk


" assalamualaikum umi," hisyam menjawab telepon dari umi


" walaikumsalm Syam dah sampai, " tanya umi


" Alhamdulillah udah umi, tapi masih di bandara berehat sebentar umi" kata hisyam


" Alhamdulillah, ya udah Syam hati-hati ya di sana, umi tutup dulu telfonnya " kata umi lalu mematikan telfon nya


Hisyam menyimpan ponsel nya dan kembali melihat jam tangannya dah hampir jam sepuluh


" kemana Nana ni, macam tak biasa je," kata hisyam


tak lama kemudian Nana datang menghampiri


" tak apa yang penting Nana datang," kata hisyam


" Jum " ajak Nana


mereka lalu berjalan menuju mobil Nana hisyam masuk di kursi kemudi dan Nana di sebelah nya


" macam mana kabar umi Abah dan Kak Ros," tanya Nana


" Alhamdulillah mereka semua sehat," kata hisyam


" tak tanya kabar Syam ke ," tanya hisyam


" buat apa Syam kan sehat," kata Nana


" iih Syam sakit tau, sakit mala rindu kak Nana," kata hisyam lalu tertawa


" ihh Syam apa lah merepek saja," kata mengurangi rasa malunya


" ihh betul Syam tak merepek tau ," kata hisyam


" kita singgah kak cofe shop tu nak tak," tanya hisyam


" terserah Syam aja lah," kata Nana

__ADS_1


" oke kita singga kejap sambil tunggu waktu makan siang oke " kata hisyam


Nana mengangguk menyetujui kata-kata hisyam


hisyam membelokan mobil yang di kendarai nya masuk ke kawasan cofe shop


hisyam dan Nana masuk ke dalam cofe shop itu dengan berjalan beriringan,


sepasang kekasih itu sedang berbahagia saling melepas rindu satu sama lain sebab lama tak jumpa


" Nana tunggu kak sini kejap Syam nak pesan minum dulu," kata hisyam


Nana mengangguk menjawab hisyam


" atau Nana nak request sesuatu " kata hisyam lagi


" Nana tak kisah apa pun samakan saja dengan punya Syam ," kata Nana


inilah salah satu sifat Nana yang hisyam suka walaupun Nana orang kaya tapi Nana tak pernah memilih-milih makanan tau minum


tak seperti orang kaya lain yang selalu terlihat gengsi,


hisyam berjalan ke depan dan memesan makanan dan minuman untuk nya dan nana


setelah memesan makanan hisyam kembali ke tempat di mana Nana sedang duduk menunggu dirinya


" pemandangan kak kafe ni bagus yah tak membuat mata kita jenuh," kata Nana yang memperlihatkan sekeliling cofe itu


" Nana suka,?" tanya hisyam


Nana mengangguk


" kapan-kapan kita kesini lagi nak," tanya hisyam


" Oia Syam dah dapet rumah belum," tanya Nana


" belum tapi sementara Syam tinggal kak hotel dulu sambil mencari tempat tinggal yang cocok untuk Syam ," kata hisyam


" dah cari kak google play," tanya nana


" belum nanti lah Syam coba," kata hisyam


sambil terus menatap wajah cantik alami Nana


" kenapa nampak Nana macam tu,?" tanya Nana salah tingkah sebab sejak tadi hisyam terus saja melihat ke arah nya


" Nana cantik sangat hari ini," kata hisyam tulus


" ooh jadi kemarin-kemarin Nana tak cantik ," kata Nana memancing hisyam


"cantik, cuma sekarang ni Nana nampak berbeda dikit," kata hisyam


" apa yang berbeda tak la sama je," kata Nana merasa malu malu


tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan mereka, mereka berdua makan Tampa bersuara ,

__ADS_1


* * * *


mereka yang sempat berpisah selama tiga tahun lebih kini kembali bersatu memadu kasih walaupun sempat terjadi cekcok antara mereka tapi mereka dapat menyelesaikan makalah mereka berdua, dan sekarang mereka bersama kembali menjadi sepasang kekasih,


__ADS_2