Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
masalah besar


__ADS_3

ya Allah ya Tuhan cobaan apa lagi ini cobaan demi cobaan silih berganti, nana menangis sejadi-jadinya di kabar bi jah, orang tua itu pun sampai menetes kan air mata melihat Nana seperti itu,


" Nana, Nana, di cari mama tamu-tamu nya dah nak balek," suara Tasya terdengar berteriak


" menyusah kan je," omel Tasya tadi dia berteriak seakan-akan hubungan mereka baik-baik saja agar terlihat dan terdengar oleh keluarga hisyam saja,


" bi jah Nana kak mana, di cari sama mama," tanya Tasya


" Nana ada dalam bilik mandi dia sakit perut," kata bi jah datar,


Tampa menjawab lagi Tasya langsung keluar meninggalkan bi jah, dalam hati Tasya bersorak gembira pasalnya hisyam tak kan jeling-jeling Nana sebab cuma ada dia seorang je,


bi jah kembali masuk kedalam kamar kamar nya, bi jah mengetuk pintu kamar mandi, sebab Nana memang sembunyi dalam kamar mandi dalam kamar bi jah,


" Nana Tasya dah pergi," kata bi jah


Nana membuka pintu kamar mandi, pelan-pelan dia keluar dari sana sebab rasa lutut tak bertenaga, bi jah sampai membantu Nana keluar dari sana,


" bi jah Nana boleh minta tolong tak," tanya Nana


" nak minta tolong apa," tanya bi jah


" tolong ambil kan tas tangan yang tadi Nana bawa dan ponsel Nana ada kak atas meja dan satu lagi ada kaca mata hitam dalam laci meja tu tolong ambil juga,bi jah tolong Nana, Nana tak nak mama liat semua ni," kata Nana


" Nana nak kemana Malam-malam begini," tanya bi jah khawatir


" Nana nak balek Maloy Nana tak mungkin jumpa mama dengan keadaan nana macam ni," kata Nana lagi air mata Nana sangat banyak hari ini sehingga air mata tu tak habis-habis lagi masih saja keluar membasahi pipi Nana,


bi Ijah menghela nafas Nana baru saja sampai siang tadi dah nak pergi lagi, bi jah tak punya pilihan lain selain memenuhi permintaan Nana

__ADS_1


bi jah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Nana mengambil kan pesanan Nana hatinya sakit melihat keadaan Nana saat ini tapi dia tak bisa berbuat apa-apa,


bi jah datang dengan barang pesanan Nana, Nana menerima semua tu, dia coba menutupi muka nya yang sembab sebab nangis sejak tadi dengan cream yang dimilikinya, lalu mengenakan kaca mata,


setelah merasa semuanya oke Nana keluar dari dalam kamar bi jah, mungkin mama masih berada di luar pasalnya dia baru saja mendengar suara mobil keluarga hisyam meninggalkan rumah,


dan betul saja Nana melihat mama dan om Rahman masih berada di luar semua Nana melangkah cepat menghampiri mamanya,


" nak kemana Malam-malam macam ni," tanya mama merasa heran,


" Nana nak bale Maloy mama ada urusan mendadak," kata Nana berusaha menyembunyikan kegelisahan nya,


" secepat itu, tak bisa tunggu hingga pagi datang ke," tanya Maria lagi, Rahman sudah masuk meninggalkan Maria dan Nana berdua, sebenarnya hati Maria sakit menyaksikan itu semua Rahman masih belum mau menerima Nana sebagai anaknya,


" tak bisa mama Nana harus pergi Sekarang," kata Nana sambil mengambil tangan mamanya mencium nya dengan takzim, sebelum pergi Nana memeluk mamanya dan berlari menghentikan taksi yang lewat di depan rumah nya,


Maria masih merasa heran dengan tingkah Nana," macam ada yang lain je," kata nya pada dirinya sendiri dia mengingat-ingat kembali yah Nana mengenakan kaca mata hitam perasaan Nana sangat jarang mengenakan kaca mata apa lagi bila malam hari hampir tak perna nana menggunakan nya,


sampai rumah kak Ros langsung masuk kamar hisyam, dia akan menanyakan perihal yang terjadi tadi pada adiknya itu, dia tak habis pikir dengan apa yang terjadi


Hisyam dengan langkah longlai memasuki kamarnya seperti nya semangat hidup Syam dah hilang tertelan bumi,


" kenapa bisa jadi kacau macam ni Syam," tanya kak Ros


" Syam pun tak tau kak Ros, Syam tak sangka bila Tasya tu saudara tiri Nana," kata hisyam lemas


" bodoh Syam bodoh, bila Syam masih mengharapkan Nana kenapa Syam bodoh sangat nak ikut kata umi," omel kak Ros tak habis pikir dengan sikap adikya itu


" Syam tak tega luka kan perasaan umi," katanya memegangi kepalanya

__ADS_1


" lalu perasaan Syam dan Nana Syam tega luka kan, kalau dah macam ni apa dah jadi, Syam nampak tak perubahan wajah Nana tadi, kak Ros kesian pada Nana,dia pasti sangat terpukul Syam," omel Kak Ros


" Syam tak nak dengan Tasya kak Ros Syam nak nya dengan Nana, kak Ros tolong Syam," kata hisyam, air matanya sampai tumpah menghadapi masalah ini,


" dah terlambat Syam, andaikan Tasya dan Nana tak saling kenal mungkin ini belum terlambat tapi ini mereka tinggal dalam satu rumah bahkan mereka adik kakak Syam," kata kak Ros marah pada adiknya


" kak Ros Syam pening pikiran Syam tak dapat berjalan," kata nya, Syam terima semua Omelan kakaknya itu


" sekolah aja tinggi-tinggi tapi bila perkara macam ni je dah tak dapat pikir," kak Ros terus saja mengomel


" kak Ros tolong Syam cakap pada umi dan Abah Syam tak nak dengan tasya, Syam nak nya dengan Nana," kata hisyam memohon pada kakaknya


" akak tak janji Syam tapi akak akan coba cakap pada umi dan Abah," kata kak Ros lalu keluar dari dalam kamar adiknya itu,


...****************...


Nana bangun setelah matahari menyelinap masuk dalam kamarnya, Nana melirik jam dinding yang tergantung di dalam kamarnya sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh,


semalaman dia tak bisa tidur bayangan wajah hisyam terus menghantuinya, ada rasa menyesal tak memaafkan Syam hari tu,


kepala Nana terasa sakit sebab kebanyakan nangis, dia bangun dari pembaringan nya, meraih cermin kecil yang berada di atas meja kecil dalam kamar nya,


dalam cermin Nana melihat matanya yang bengkak dan merah sebab kebanyakan menangis,


nana yang masih duduk di atas kasurnya, berdiri dia akan mandi dulu perutnya terasa perih sebab dari semalam tak di isi,


setelah mandi Nana bersiap untuk pergi mencari makanan dia sedang malas untuk memasak,


Nana dah siap untuk keluar di raihnya kaca mata hitam miliknya untuk menutupi matanya yang masih bengkak

__ADS_1


di raih kunci mobil yang tergantung di dinding depan kamarnya walau hati dan perasaannya masih terluka tapi dia tetap harus hidup, dan untuk hidup dia harus tetap mengisi perutnya,


Nana berjalan keluar menuju mobilnya mungkin dia juga butuh refreshing, agar bisa melupakan masalah dalam hidupnya,


__ADS_2