
" kawan wanita Rey ke kak cantik sangat, sopan lagi sejuk mata memandang," kata Santi istri dari adik suaminya
" iya, dia kerja kak kota juga orang tua dia tinggal kak kota Kuala,"kata emmak Sarah
Nana dan Hanny datang membawa bekal yang sudah di masak emmak tadi, mereka sama-sama akan ke rumah sakit,
" Jum kita berangkat akak naik apa," tanya Hasan
" mobil Rey Nana yang jadi driver nya," kata emmak
" wah orang kota hebat-hebat ye pempuan pun pandai jadi driver," kata Santi kagum,
" kalau macam tu kami ikut akak sekali, boleh hemat bensin dikit," kata Santi girang
" tak pe kita naik motor je, nanti sempit bila kita naik mobil semua," kata Hasan
" apa lah kau ni Hasan macam orang lain je," kata emmak
" tak pe kita semua naik mobil je," kata emmak lagi langsung melangkah masuk ke dalam mobil,
Nana sudah duduk stanbay di atas kursi kemudi, menunggu semua penumpang naik
begitu pun dengan Hanny sejak tadi dia sudah duduk cantik di sebelah Nana, sambil memainkan ponsel miliknya,
setelah semua orang naik ke mobil Nana baru menyalakan mesin mobil nya, Lima belas menit kemudian mereka dah sampai di hospital, itu emmak Sarah paman Hasan dan aunty Santi turun lebih dulu,
tinggal Nana dan Hanny yang masih berada di dalam mobil, mereka harus memarkirkan mobil terlebih terlebih dahulu,
" assalamualaikum" emmak Sarah memberi salam sebelum masuk ke ruang rawat suami nya,
" walaikumsalm," Jawa Rey serempak dengan ayah, yaa ayah Rey dah sadar dari tadi pagi,
" macam mana keadaan Abang," tanya Mak Sarah, Rey berdiri menyambut kedatangan mereka Rey menyalami paman Hasan dan aunty Santi
" bang kenapa bisa jadi macam ni, Abang sakit pun tak ada yang bagi tau aku," kata paman Hasan setelah menyalami Abang nya dan di ikuti oleh istri nya,
" Alhamdulillah aku dah lebih baik, tak payah nak risau sangat" kata ayah pada adiknya
" Mak Hanny dan Nana tak ikut ke," tanya Rey sebab dari tadi tak liat dua perempuan tu
" ada mungkin dia kak luar lagi," kata emmak
__ADS_1
" Nana. siapa dia, " tanya ayah
" bakal mantu abang," kata emmak, bersamaan dengan masuknya Nana dan Hanny ke dalam ruangan tu,
Hanny yang melihat ayahnya sudah sadar, berlari memeluk ayahnya, senang bercampur haru menyelimuti Hanny, di usap air matanya yang mengalir di pipinya,
" sudah ayah dah tak pa pe," kata ayah menenangkan hati Hanny,
Nana yang tadinya merasa senang berada di tengah-tengah mereka semua, menjadi risau dengan tanggapan dari keluarga Rey
mereka mengira bila Nana adalah kekasih Rey, dan yang membuat Nana bertambah kesal lagi Rey hanya diam saja dengan ke salah fahaman keluarga nya itu,,
* * * *
hisyam masih gelisah di dalam ruangan nya dari tadi dia tidak terlalu fokus pada pekerjaan pikiran nya berkelana keman mana,
dari tadi dia terus saja mengacak-ngacak rambut nya kepalanya terasa sakit memikirkan tentang hubungan nya dengan Nana
belum lagi umi dan Abah yang terus saja mendesak nya agar bisa membawa pulang calon menantu nya,
flash back
saat datang kemari, umi sampai mendesak nya agar mau di kenalkan pada anak dari teman Abah bila tak bisa bawa balek kawan wanita nya ke hadapan umi,
" nanti lah umi, Syam blum terpikirkan lagi, Syam masih ingin fokus pada pekerjaan Syam dulu," kata hisyam mengelak sikit
" hal baik tak boleh tunda-tunda tau, nanti boleh jadi bujang lapuk, baru tau rasa," omel umi
" iss apa lah umi cakap ni, tak baik doa ka anak macam tu," Abah ikut berkomentar
" haa bela lagi, itu lah pasal anak-anak pada deggil sebab Abah selalu saja membela mereka," kata umi marah
" pokoknya umi tak nak tau bila akhir pekan ni Syam tak bawa kawan pempuan Syam bale Syam harus ikut umi jumpa anak kawan Abah." kata umi,
Abah dan hisyam dah tak berkutik bila sang ibu ratu dah menentukan,
flash off
dan yang membuat Hisyam bertambah pening lagi saat ini Nana Tenga merajuk bahkan Nana meminta untuk berjalan masing-masing,
hisyam terus saja mengacak-ngacak rambutnya, penampilan hisyam sangat kusut hari ini, bukanya apa-apa permintaan umi dan Abah dah dekat sedangkan saat ini dia belum bisa meluluhkan hati Nana kembali
__ADS_1
pening itu lah yang di rasakan oleh hisyam, jam seakan terasa lambat berputar saat ini, dia ingin segera balek dia ingin ketemu dengan Nana
akan di bujuk nya wanita kesayangan nya tu, dia akan meminta Nana kembali lagi bahkan dia berencana ingin menemui mama Nana,
jam pulang kantor masih tersisa tiga puluh menit lagi,
Syam bergegas mengemasi barang-barang nya dia akan balek lebih awal sikit biar lah bila di tanya nanti dia akan beralasan bahwa kepalanya terasa pening dikit
hisyam bergegas merai tas kecil dan kunci mobil milik, dia akan meluluh kan hati Nana itu lah yang saat ini akan di lakukan hisyam
hisyam bergegas keluar dari ruangan kerjanya Amelia sang sekertaris merasa heran melihat atasannya yang terlihat buru-buru keluar kantor
Amelia mengangkat bahunya tak mau tau apa lagi bila di lihat penampilan bosnya hari ini yang kusut se kusut benang yang tak teruraikan,
Hisyam melakukan mobilnya menuju kantor tempat Nana bekerja, tak sabar rasanya bertemu dengan dan menyampai kan niat baik nya,
dia yakin Nana akan memaafkan diri nya dan menerima niat baiknya dia akan melamar Nana pada mama Nana, yah dia akan melamar Nana
Nana pasti senang mendengar niat baik nya, hisyam tersenyum sepanjang perjalanan menuju kantor tempat keja Nana, tak lama kemudian hisyam dah sampai kantor tempat Nana kerja,
Hisyam melihat jam di tangannya, masih kurang lima belas menit lagi jam pulang kantor hisyam memukul kepalanya karna semangat nya dia lupa bila Nana tak akan keluar sebelum tepat jam pulang,
" tak pe Syam lima belas menit, tak lama kot's," katanya pada dirinya sendiri dia memarkir mobilnya di depan kantor Nana dia akan menunggu Nana di luar,
nanti bila mobil Nana dah keluar dia akan mengikutinya dari belakang, itu lah perkiraan hisyam,
lima belas menit sudah berlalu, para karyawan semua dah keluar bahkan mobil Mira pun dah lewat tapi Nana belum juga menampak kan batang hidung dia,
hisyam turun dari mobilnya berjalan menuju pos security dia akan menanyakan perihal Nana,
" permisi pak, nak tanya ncik Nana ada masuk kantor tak hari ni," tanya hisyam pada pak security yang menjaga
" encik Nana tak ada masuk hari ni," kata pak security
" tak masuk kalau boleh tau kenapa," tanya hisyam lagi
" kalau soal tu saya tak tau tuan, silahkan tuan tanya kan pada resepsionis yang bertugas di dalam," kata security tadi
hisyam berterima kasih pada pak security tadi lalu bergegas menuju mobilnya Nana pasti ada Kat rumah ,,
* * *
__ADS_1