Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
Draft


__ADS_3

" tapi mereka dah putus dah tak ada hubungan lagi, jadi sekarang lebih baik bila kita bahas soal Tasya dan hisyam awak tak paya nak belakan anak awak," kata Rahman marah dan terlihat sekali bila dia tak suka bila Maria membela putri nya sendiri,


" kenapa pula awak nak marah ni, saya hanya menjelaskan tentang Nana je, tapi bila memang hisyam dan Nana saling cinta awak tak boleh jadi penghalang bagi mereka, dan sebagai bapak awak harus pandai menjelas kan pada anak awak, awak tak boleh terlalu memanjakan anak awak," kata Maria dia pun marah juga dia tak akan lemah bila pasal hidup anak nya,


" betul yang cik Maria cakap tu, baiknya bila kita tanyakan dulu pada Nana, kita tak boleh jadi orang tua yang egois," kata farah uminya hisyam


" iya man betul cakap cik Maria tadi, patutnya kita sebagai orang tua, harus sokong mereka yang saling mencintai, jangan malah memisah kan nya tak baik macam tu," kata Omar juga membetulkan kata-kata Maria


" bila memang Nana dan hisyam dah tak nak bersama baru kita urus elok-elok Tasya dan hisyam," kata Maria mulai melemah kan suaranya


" awak tak paya risau saya tak akan membeda-bedakan antara Nana dan Tasya, saya hanya nak tanyakan pada Nana kebenarannya, Nana dan tasya sama-sama anak saya, saya tak akan PILIH KASIH," kata Maria menekan kata pilih kasih


farah memperhatikan Maria dia kagum dengan cara berfikir Maria, maria tak cuma cantik tapi juga bijak, mungkin sikap dan perilaku nya menurun pada anaknya, pantas hisyam tergila-gila pada Nana,


sebaliknya dia merasa geram pada Rahman nampak jelas bahwa dia tak suka kan Nana, ternyata betul yang di katakan oleh Ros bahwa Rahman tak suka pada Nana anak tiri nya,


* * *


setelah merasa puas berenang Nana dan Rey naik ke daratan menggunakan speed boat yang disewa oleh Nana tadi,


" Nana tinggal kak mana di pulau ni," tanya Rey


" aku ada sewa rumah dekat kedai tu," terang Nana sambil menunjuk kedai besar di ujung sana


" habis bersih-bersih kita jumpa kak kedai makan depan tu," Kata Rey menunjuk kedai makan yang terletak di depan mereka sekarang berdiri,


" okey," kata Nana menaikan jari berbentuk O


Nana berjalan lebih dulu setelah membayar sewa Speed boat tadi, nana hanya memakai speed boat itu sekitar tiga jaman tapi Nana tetap membayar sehari full

__ADS_1


pemilik speed boat itu sempat menolak dan hanya akan mengambil sesuai jam yang terpakai, tapi Nana bersikeras agar pemilik speed boat itu menerima duit dari nana,


Nana berjalan memasuki rumah singgah yang Nana sewa selama tiga hari ini, dia harus membersihkan diri terlebih dahulu agar tak masuk angin sebab semua pakaian yang dikenakan basah kuyup,


setelah membersih kan diri Nana dan merasa penampilan nya dah oke, Nana berjalan lagi keluar dari rumah singgah tersebut,


menuju kedai makan yang di tunjuk Rey tadi,


" dah lama menunggu," tanya Nana lalu duduk di depan rey


" hey kau lewat mana masuknya tak nampak pun, " Rey sedikit tersentak, dari tadi dia menunggu Nana dan menghadap arah pintu masuk, tapi kenapa bisa nana tiba-tiba sudah duduk di hadapan nya,


" pintu lah lewat mana lagi, kau melamun agaknya tadi," kata Nana


Rey mengacak rambutnya, dia tadi memang sedang melamun, dia baru dapat kabar dari Mira bahwa Nana dah berhenti bekerja dan tak tinggal kak Maloy lagi bahkan rumah Nana kak sana pun dah Nana jual,


" Nana ada sesuatu nak kongsi dengan Rey,?" tanya Reinaldi


" Nana kenapa berhenti kerja," tanya Rey, sepontan membuat Nana mengangkat wajahnya dan melihat pada Rey,


" saja nak berehat kejap, " kata Nana asal


" Nana tak mungkin berhenti bila tak ada apa-apa, bahkan Nana dah menjual rumah Nana kan," tanya Rey lagi,


" kau ni macam detektif je," kata Nana belum mau mengatakan yang sebenarnya pada Rey,


" Nana anggap Rey sahabat nana kan," tanya Rey, Nana hanya mengangguk


" jujur pada Rey Nana ada malah apa, hingga lari sejauh ini," tanya Rey,

__ADS_1


nana tersenyum kecut, ya Rey memang betul saat ini Nana sedang berlari jauh dari orang-orang yang dia kenal, tapi sejauh apa pun dia berlari tetap masih ada orang yang menemukannya,


begitu pun dengan masalah hidupnya sepandai apa pun dia menyembunyikan nya masih saja tercium oleh teman dan sahabatnya,


Nana menceritakan semuanya pada Rey Tampa ada yang dia sembunyikan, Nana harap setelah ini masalahnya tak bertambah lagi,


* * *


Rahman tak pernah lagi bersuara hingga mereka memutuskan untuk pulang dan bertemu lain kali untuk pembicaraan lebih lanjut


Rahman dari tadi sudah terlihat marah mukanya merah dan terlihat bergetar,


" apa yang akan awak lakukan sekarang, awak jangan nak sok tau, hisyam dan Nana sudah putus mereka tak ada hubungan lagi, awak tak paya nak berlagak jadi penyelamat bagi anak awak," kata Rahman dengan marah setelah mereka sampai di rumah, bahkan tangan nya mengepal hingga terlihat tulang-tulang tangan nya,


bi jah yang tak sengaja lewat di depan pintu kamar majukan nya mengurut dada sebab kaget mendengar bentakan Rahman,


dulu dia pernah tinggal dengan papa kandung Nana tak tapi tak sekali pun dia pernah mendengar papa Nana membentak istri nya hingga ajal menjemputnya dalam sebuah kecelakaan,


" kenapa, apa awak takut bila Nana dan hisyam kembali bersama," tanya Maria dia tak takut sedikit pun,


" awak jangan nak merepek, awak tak boleh pergi temui Nana," Rahman melarang Maria untuk bertemu dengan Nana


" awak siapa nak halang saya jumpa anak saya," tantang Maria,


" Maria saya suami awak, patutnya awak tunduk cakap saya," kata Rahman


" dan Nana adalah anak kandung saya darah daging saya awak tak ada hak menghalangi saya," kata Maria juga marah, sudah saatnya dia membela anak kandung sendiri,


" awak jangan nak berdeggil Maria, apa yang akan saya kata kan pada Tasya nanti, bila Nana dan hisyam kembali bersama," kata Rahman

__ADS_1


" dan awak suru saya tutup mata dengan semua ni, kebahagiaan anak saya sedang di pertaruhkan di sini, bila Tasya adalah anak awak maka Nana pun adalah anak saya," kata Maria menekan kata anak saya, dia tak habis pikir dengan Rahman yang hanya mementingkan anak kandung nya sendiri,


tapi Maria tidak akan membiarkan itu, Nana adalah anaknya darah dagingnya, dia akan berjuang walaupun rumah tangga nya menjadi taruhan,


__ADS_2