
Nana yang telah menyelesaikan pekerjaan nya bersiap untuk pulang, tadi hisyam sudah menghubungi nya agar tak menunggu dirinya
karna ada kerjaan mendadak,
terpaksa Nana akan menggunakan jasa pak taksi, sebenarnya bila Nana mau Nana bisa menumpang di mobil Mira tapi Nana tak ingin merepotkan sahabatnya,
dia lebih memilih untuk naik taksi saja, Nana sengaja keluar lebih dulu dari pada teman-teman nya yang lain,
sebab bila Mira atau pun Rey melihatnya pasti mereka tidak akan membiarkan Nana pulang dengan taksi,
Nana yang sudah keluar dari area kantor tempat kerjanya, berjalan ke halte bis bukan untuk menunggu bis tapi untuk menunggu taksi,
sebuah mobil taksi berhenti di depan Nana, Nana masuk ke dalam mobil taksi dan memberi tau alamat rumah Nana agar pak taksi lebih mudah menemukan alamat Nana,
Nana yang baru turun dari mobil taksi merasa heran sebab pagar rumah nya terbuka tidak mungkin bila Mira atau hisyam yang datang tanpa memberi tau nya terlebih dahulu,
dengan rasa penasaran Nana berjalan masuk ke dalam rumah nya
" mama," panggil Nana pada Maria yang sedang duduk di kursi depan rumah Nana,
Maria mamanya Nana menoleh mendengar suara anaknya,
Nana berlari memeluk mamanya tak menyangka bila orang yang membuka pagar rumah nya adalah mamanya sendiri,
" dari mana mama tau alamat Nana," tanya Nana heran sebab rasa-rasanya dia tidak pernah memberi tahu mama nya alamat rumah atau pun kantor tempat kerja Nana,
" dari ponsel miliknya Nana, maaf sebab mama ambil sendiri," kata Maria setelah mencium pipi anaknya
walaupun sekarang dia sudah punya suami dan anak dari suaminya sendiri tapi rasa sayang nya terhadap Nana tak pernah berubah sedikit pun
" tak pe, Nana yang harus nya minta maaf sebab tak bagi tau mama," kata Nana sambil menyeka air matanya
Nana membuka pintu dan mengajak mamanya masuk kedalam rumah, nana mempersilah kan mama nya duduk sebentar dia bergegas masuk ke dalam kamar untuk membuka jilbab dan mengganti bajunya terlebih dahulu,
" Nana naik apa ," tanya Maria sebab dililatnya mobil Nana parkir di perkaranya rumah nya
" pagi tadi kawan Nana jemput Nana," kata Nana jujur dan duduk di samping mamanya yang sedang memperhatikan isi rumah nana
" laki ke pempuan," tanya Maria pandangannya sudah di arahkan ke nana
" lelaki mama," kata Nana lagi
" boy friend,?" tanya Maria lagi
__ADS_1
dan Nana hanya mengangguk
" orang mana kenapa tak kenal kan dengan mama," tanya Maria lincah
" belum lagi kita baru saja berteman," kata Nana terbata-bata
" gadis kecil mama dah besar rupanya, dah pandai nak mengadu kasih," Maria menggoda anak nya
Nana yang di goda pun tersenyum simpul
" kawan dengan laki harus pandai jaga diri, bila dia dah tak sopan dengan Nana tinggal je, anak mama ni kan cantik tak kan tak de laki lain yang tak mau," nasehat Maria pada putri nya
" siap mama," kata Nana
" mama mana om kata tadi mama datang teman kan om jumpa kawan lama, tapi dari tadi tak nampak pun," tanya Nana
" om tak ikut, dia ada kak hotel" kata Maria lagi sambil merapikan rambut Nana yang terbang ke wajah Nana,
" malam nanti mama ada undangan makan malam, Nana nak ikut," tanya maria
" sama siapa saja," kata Nana
" mama om dan kawan lama om dan juga katanya anak dari kawan lama om tinggal dan bekerja kak sini juga sapa tau Nana kenal," kata Maria
mereka berdua ngobrol sampai tak ingat waktu, sore harinya Maria di antar oleh Nana balik ke hotel tempatnya dan suami nya menginap,
" Nana tak nak masuk dulu ketemu dengan om," tanya maria
" tak pe lain kali aja lah mama, Nana kirim salam saja buat om," kata Nana sambil mencium tangan mama nya,
* * *
di tempat Hisyam juga sama hisyam tiba-tiba kedatangan kedua orang tua nya, dia terpaksa menghubungi Nana memberi tahu tak bisa menjemput sebab ada urusan mendadak,
urusan mendadak yang di maksud hisyam adalah menjemput orang tua nya di bandara,
orang tua hisyam berkata bahwa dia ada pertemuan bisnis dengan teman lamanya yang membuat Hisyam bingung saat hisyam bertanya teman abah nya itu tinggal di sini di kota ini dan di jawab TDK
" kawan Abah tu tinggal kak sini kak kota Maloy ni," tanya hisyam
" dia tak tinggal kak sini, tapi dia ada anak sambung yang tinggal kak sini," kata Abah omar
" terus kalau dia tak tinggal kak sini kenapa pula Abah dan umi sibuk-sibuk datang kak sini," tanya hisyam pula bingung dia
__ADS_1
" Syam tak suka ke bila umi dan Abah datang nak ketemu Syam," giliran umi yang bersuara
" bukan macam tu maksud Syam umi, Syam senang sangat bila umi dan Abah datang untuk nemui Syam, " kata hisyam tulus
" cuma Syam tak nak kesehatan umi dan Abah terganggu itu aja," kata hisyam
" dah tak pe ape lagi kami berdua dah sampai semoga kami berdua selalu dalam lindungan Allah, Syam do'a kan je," kata Abah selalu bijak menengahi,
"malam nanti Syam pun harus ikut dengan kami," kata umi
" kemana umi," tanya hisyam sebab rencananya hisyam pun nak ajak Nana keluar malam ni sebagai perminta maafan sebab tak sempat nak jemput
" kami ada acara makan malam bersama" kata umi lagi
" tapi Syam juga ada janji dengan seseorang umi," kata hisyam
" tak de tapi-tapian umi kak sini cuma beberapa hari je," kata umi
hisyam hanya bisa menghela nafas sebab tak kuasa na tolak permintaan orang tua nya
malam ini hisyam terpaksa harus mengikuti keinginan umi Farah, hisyam hanya berharap bila Nana bisa mengerti apa lagi umi dan Abah pun tak selalu datang, pikir hisyam
mereka bertiga sampai di restoran XXR singkatan dari "double extra Rasa," berbintang lima,
dari luar saja sudah terlihat betapa mewah restoran ini orang kelas menengah saja belum tentu bisa memasuki restoran itu,
hisyam dan keluarga nya melangkah masuk ke dalam restoran tersebut,
seorang waiters datang menghampiri dan bertanya
" selamat malam dan selamat datang ke restoran kami, puan dan tuan tuan, apa sudah booking tempat," kata waiters itu
" kami ada janji dengan tuan Rahman Malik," kata Abah omar
" baik tuan tolong tunggu sebentar saya periksa dulu," kata waiters tersebut dan memeriksa nama-nama pelanggan yang booking tempat di restoran itu,
" baik tuan terima kasih sudah bersedia menunggu, atas nama tuan Rahman Malik ada di meja nomor tiga, silahkan tuan dan puan lewat sini,"
kata waiters tersebut dan menunjuk ke arah meja yang di tempati Rahman
terlihat dari jauh Rahman dan Maria sudah datang dan menunggu kedatangan mereka,
* * * *
__ADS_1