
Hisyam tersenyum melihat notifikasi yang masuk ke dalam ponsel miliknya, itu semua dari Nana kekasih hisyam yang dari semalam tak hisyam dengar suara nya,
hisyam mencoba menghubungi kembali nomor Nana tapi sayang sungguh sayang sekarang nomor Nana lah yang tidak aktif,
hisyam menghela nafas panjang
" mungkin Nana sedang sibuk dan tak nak di ganggu," kata hisyam masih berfikir positif,
* * *
sedangkan di tempat Nana, sesampainya di kantor tadi Nana langsung mematikan ponsel miliknya, dia tak ingin konsentrasi nya teralihkan oleh ponsel, Nana harus profesional dalam bekerja
Nana terus saja menyibukkan kan diri dengan pekerjaan nya membuat Nana lupa
bentar akan masalah nya dengan Hisyam,
tak peduli dengan perut yang terus saja berteriak minta di isi sebab dari semalam perut Nana tak terisi sedikit pun,
jam menunjukkan hampir jam istirahat kantor, tapi Nana masih saja berkutat dengan komputer di depan nya,
seperti biasa bila Mira datang tanpa permisi atau pun sekadar mengetuk pintu ruangan Nana, dia langsung saja menyelonong masuk
" aii masih sibuk ke," tanya Mira heran sebab ini bukan tanggal tua,
Nana tak menggubris perkataa Mira dia terus saja melanjutkan pekerjaan nya
" dah lah tu kesian tu perut minta diisi, ini pun bukan tanggal tua lagi," kata Mira dia kesian dengan perut Nana yang dari tadi berteriak meronta-ronta meminta di isi
Nana pun mematikan komputer dan berbalik ke arah Mira
" kau tu boleh tak klau masuk ruangan orang tu permisi dulu atau tak ketuk pintu," kata Nana sedari semalam dia kesel dengan Hisyam dan di Tampa di minta Mira pun datang menggangu ketenangannya,
" dah kau tak paya nak belakon jadi orang rajin sangat aku pun tak kisah sebab bukan aku yang punya kantor ni," katanya sambil tertawa
" Jum kita keluar cari makan," ajak Mira dan menarik tangan Nana,
" ehh waktu istirahat Masi dua puluh lima menit lagi," tahan Nana dia tidak ingin melanggar peraturan,
Mira merogoh kocek nya mengambil ponsel dan menghubungi nomor kakak nya
__ADS_1
" kak kerjaan Mira dan Nana dah selesai boleh tak kita minta diri nak keluar cari makan," kata Mira dalam telfon
Mira mematikan ponsel setelah mendapat persetujuan dari kakaknya, dan menarik tangan Nana keluar dari ruang kerjanya,
sebenarnya Mira tau yang Nana sedang dalam masalah , sebab dia kenal Nana bukan setahun dua tahun, dia berteman baik dengan Nana dari mereka masih sama-sama belajar di bangku kuliah dulu
" kau nak cerita sesuatu," tanya Mira saat mereka telah berada dalam mobil,
" cerita apa tak lah," Nana masih coba menutupinya,
" kau tak payah nak tipu, sebab kau bukan pelakon yang baik," kata Mira lagi
Nana menghela nafas panjang, memang begini lah Mira dia selalu bisa membaca raut wajah Nana
" kentara sangat ke," akhirnya Nana menceritakan tentang kejadian semalam mulai dari dia menolak ajakan makan malam bersama mama dan papa sambungnya sampai tadi pagi Nana menceritakan semua nya kepada Mira
" biar betul si Syam tu, tak puas ke dia buat kau menunggu tiga tahun lebih, masih saja melakukan hal yang sama,"
" susah sangat ke kirim pesan singkat, geram aku," Mira terus saja mengomel hingga mereka sampai di sebuah rumah makan sederhana
Mira memarkir mobilnya di parkiran khusus untuk mobil, mereka sama-sama turun dari mobil setelah parkiran di rasa pas,
mereka berjalan masuk untuk mencari tempat yang enak digunakan untuk berbincang,
" sampai pagi pun dia tak ada hubungin kau,?" tanya Mira, Nana hanya menggeleng kan kepalanya,
" dah kau tak paya nak sibuk-sibuk pikiran dia nanti bila aku jumapa dia, aku omel kan dia kalau perlu aku akan peras dia habis-habisan," kata Mira
Nana tersenyum mendengar Mira nak perah Hisyam habis-habisan, macam cucian ke nak perah, kata Nana dalam hati
perasaan Nana dah lumayan lebih baik, memang Mira pandai menghibur Nana,
tak lama waiters datang membawa pesanan yang mereka pesan sebelum mencari tempat duduk tadi,
" silahkan dan selamat menikmati," kata waiters tersebut
" terima kasih," jawab Nana
" iss tak paya nak terima kasih lah itu memang tugas dia" kata Mira
__ADS_1
" iss kau ni, tak menghargai sangat," kata Nana
" kenapa pula memang tugas dia," kata Mira masa bodoh
Nana hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Mira,
" dah tak payah nak tengok tengok kau makan saja lah, lupa kan semua pikiran dalam kepala kau itu," kata Mira sambil menyuapi nasi kedalam mulutnya sendiri,
Nana tersenyum lagi, di raihnya tas tangan yang biasa dia bawa dan mengambil ponsel miliknya, dia baru saja nak mengaktifkan kembali ponsel tu, tapi dah di rampas oleh Mira
" kan aku dah cakap makan aje dulu, aku tau dari semalam pasti perut kau tak pernah kau isi kau tak kesian ke kak perut kau tu," omel Mira lagi macam, emmak emmak
* * *
betul saja siang ini hisyam pulang makan siang ke rumah nya Tampa menemui Nana terlebih dahulu
masalah nama gampang bila umi dan Abah dah balek maka aku akan menjelas kan semuanya pada Nana, Nana pasti mengerti pikir hisyam,
hisyam baru saja tiba di rumahnya memarkir mobil lalu masuk kedalam, kakinya baru menginjak teras rumah tapi aroma masakan umi sudah tercium dari teras rumah,
hisyam melangkah cepat masuk ke dapur perutnya sudah tidak bisa di kondisikan lagi mencium bau aroma masakan umi,
apa lagi pagi tadi hisyam tdk sempat sarapan,
" assalamualaikum"
" walaikumsalm "
umi dan Abah serempak menjawab salam dari hisyam dan melihat ke arah anak bujangnya itu
" dah siap ke umi, Syam dah lapar sangat ni," kata hisyam sambil memperlihatkan mimik wajahnya yang tampan itu
" dah makan lah, " kata umi sambil memberikan piring pada hisyam dan juga suaminya
" amboi bila ada anak suami jadi tersisihkan lah ni," Rajuk Abah omar yang di sambut tawa oleh umi Farah dan hisyam, mereka makan sambil bergurau yang akan mengundang tawa mereka ,
kebahagiaan itu sederhana
ibarat kata walau pun kita hanya memakan nasi berlauk kan garam itu akan terasa sedap bila di makan bersama dengan orang terkasih,
__ADS_1
namun di balik kebahagiaan hisyam ada kesedihan Nana, Nana yang sedari kemarin tak mendapat kabar dari hisyam. Nana merasa geram, gelisah, dan marah, pada hisyam yang mengabaikan kan diri nya dari semalam,,
* * * *