Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
janji tinggal janji


__ADS_3

Nana termenung di dalam ruangan kerjanya yahh Nana telah bekerja dan hari ini genap sudah tiga bulan Nana bekerja di Maloy di perusahaan teman Nana,,


Maria setiap bulan menelfon menagih janji yang pernah Nana berikan dulu saat membujuk nya meminta izin pergi bekerja di Maloy dulu,,


seperti semalam saat Nana menerima telepon dari mama nya


"sayang ini dah tiga bulan Nana tak pulang pulang,, Nana kan dah janji ke mama nak pulang tiap bulan" yah begitulah Maria tiap bulan nya


"mama Nana minta maaf Nana tak dapat izin lagi dari atasan Nana,, Nana janji bila dah dapat izin langsung pulang" bohong nya dia bukan tidak dapat izin,, hanya belum mau meminta izin


"janji Nana dah berbuih buih Kat mama tau" kata Maria


Maria tau sebenarnya Nana bisa mengambil cuti pada atasnya hanya saja Nana tidak mau melakukan itu,,Nana pasti menghindari pernikahan nya yang TDK lama lagi akan di laksanakan,,


Nana hanya tersenyum kecil di seberang sana, dia belum mau pulang karena tidak mau menggangu acara mama nya, dia tau jika hanya mama nya yang berharap Nana hadir di acara itu,, tidak dengan om Rahman dan anaknya Tasya mereka pasti tidak akan senang jika Nana berada dalam acara itu,,


"oke tak apa jika Nana tak pulang esok, tapi mama mohon Nana mau plang saat acara nikahan mama di laksanakan yeh" air mata Maria sudah jatuh di pipinya dia sangat berharap Nana mau pulang saat acara nikahan nya nanti,,


"kalau soal tuu Nana tak janji sebab saat acara mama tu pertengahan bulan,, belum tentu Nana bisa dapat cuti" Nana pun ikut menangis


"jangan lah cakap macam tu Nana , mama sangat berharap Nana bisa hadir dalam acara mama" Maria terus merayu nana agar mau pulang di acara nya nanti


"atau kalau Nana belum bisa minta cuti Kat atasan Nana biar mama ja yang bicara Kat atasan Nana,,Nana tinggal bagi tau mama alamat kantor Nana" kata Maria lagi


"tak apa biar nanti Nana urus sendiri mama tak payah nak susah-susah" elak Nana lagi


memang alamat Nana di Maloy belum di ketahui oleh Maria,, karna Nana tau jika mama nya akan datang langsung menemuinya jika dia tidak pulang

__ADS_1


"kenapa Nana selalu saja menghindar jika mama bertanya alamat Nana, begitu besar kah kesalahan mama ini,, hingga anak darah mama sendiri tak mau menemui mama lagi" air mata Maria yang tadi sempat berhenti kini keluar lagi


"bukan macam tu mama,, nana cuma tak mau merepotkan mama ja,, Nana sayang Kat mama sayang sangat,, Nana memang tak bisa pulang tapi akan Nana usahakan" Nana mulai mengalah dia tidak sampai hati melihat mama nya menangis


Nana tersentak mendengar suara ketukan di pintu ruang kerjanya


tok tok tok


"ya masuk" jawab Nana dari dalam


"nak lunch bareng" tanya Reinaldi yang hanya memasukan sebagian badannya saja


"terima kasih,, tapi maaf saya dah pesan makan tadi" tolak Nana sopan


"delivery lagi" tanya Reinaldi lagi


memang semenjak Nana bekerja di situ Nana lebih suka makan di dalam ruang kerjanya dia selalu memesan makanan secara online,,


Mira datang tanpa permisi langsung duduk di depan Nana,,


"delivery lagi ke,," tanya Mira sahabat Nana


"hem malas nak keluar" jawab Nana


"ada masalah apa lagi" tanya Mira


"mama telfon lagi nak aku pulang" jawab Nana lagi

__ADS_1


"kau pulang lah dulu biar aku yang cakap kat kakak aku" kata Mira lagi


"tak payah lah aku memang belum mau pulang" Nana tak enak hati pada Mira sahabat nya itu,, mereka bersahabat sejak mereka masih sama-sama belajar dulu,, dan pada Mira lah ia selalu berbagi cerita suka dan duka,, dan karena Mira juga dia bekerja di perusahaan ini


Kakak Mira itu ada lah seorang single parent dia di tinggal suaminya saat anak mereka masih kecil,, dan saat itu dialah yang meneruskan perusahaan peninggalan suaminya


"tak kan lah kau nak mengelak terus, kau tak kesia ke Kat mama kau" kata Mira sebagai sahabat dia harus mengingat kan Nana


tidak lama pesanan makan siang Nana datang


"kau tak makan ke" tanya Nana yang melihat Mira masih duduk di depan nya


" kejap lagi aku nak pastikan kau makan dulu, aku nampak kau makin kurus je" kata Mira


"kau bukan Mak aku, tak payah lah nak perhatian sangat" canda Nana


"aku memang bukan Mak kau tapi aku dapat amanah dari hisyam untuk memantau kau" Hisyam memang berpesan pada Mira tuk menjaga kan Nana untuk nya,,


"kalau macam tu kita makan berdua ja makanan ni banyak tau aku tak larat na habis kan sendiri" Nana menawarkan sebagian makanan nya pada Mira


Mira dengan senang hati menerima tawaran Nana itu


"baik lah jika kau memaksa" tawaran Nana dia terima dengan senang hati,,


Mira memang tipe orang yang suka makan tapi bila berat badannya naik maka dia akan pusing sendiri.


* * * *

__ADS_1


__ADS_2