
" kenapa pula dengan muka tuu nampak tak semangat je," kata Nana
" alahh macam tu muka semangat je, muka orang boleh nampak, muka sendiri tak nampak," rancau Mira
" sejak bila kau tiba," tanya Nana
" sejak tadi, kau dari mana aje," tanya mira balek
" dari nenangin pikiran dan perasaan," kata Nana lalu duduk di samping Mira,
" iya lah punya boy friend tu rasanya macam permen nano-nano kadang manis kadang asem kadang juga pahit," kata Mira
" kau kira makanan ke rasa macam nano nano," kata Nana
" masalah kau dan hisyam belum selesai lagi ke," tanya Mira
" antara aku dan hisyam dah end," kata Nana memperagakan tangan di leher seperti hendak memotong lehernya,
" haa you Sirius " tanya Mira merasa heran bukan apa-apa sejak mereka masih kulia dulu hisyam dan Nana sudah sama-sama sukahingga akhirnya mereka jadian
Mira tau betul betapa bucin nya hisyam pada Nana dan Nana pun sama, tiga tahun lebih Tampa kabar dari hisyam Nana sanggup bertahan dan siap menunggu walau tampa kepastian yang jelas dari hisyam,
Nana tak menjawab pertanyaan Mira dia hanya mengangguk kan kepala, dia sendiri pun sama seperti Mira masih tak menyangka bila hubungan nya dengan Hisyam bisa seperti sekarang ini,
" aku tak percaya ini Nana, apa ini ada hubungannya dengan kepulangan mu dengan Rey tempo hari," tanya Mira lagi
" syam tak tau menahu tentang itu," kata Nana
" jauh sebelum aku menemani rey balek kampung aku dan hisyam memang dah bergaduh," kata Nana lagi,
" aku dah tak tau nak cakap apa lagi, pening kepala aku," kata Mira sambil memegangi kepalanya
" dan tadi saat aku ke cofe shop tempat biasa kami bertemu aku liat hisyam sedang asyik bersenda gurau dengan perempuan lain," kata Nana lagi
" iya ke, tak sangka aku hisyam secepat itu melupakan kau, aku masih ingat betul saat dia mengejar ngejar kau dulu," kata Mira masih teringat di kepala nya dulu saat mereka masih sama-sama belajar hisyam sangat tergila-gila pada Nana
__ADS_1
" aku pun tak sangka hisyam sanggup lakukan itu," kata Nana sambil menyeka air mata,
" dah semua dah berlalu, mungkin aku dan Syam memang tak berjodoh, jadi mulai sekarang aku minta kau jangan sebut-sebut nama dia lagi di hadapan aku, kau faham" kata Nana lalu berdiri bembuka pintu karna hari sudah berganti menjadi gelap dari tadi mereka ngobrol di teras depan rumah Nana,
Mira masih dalam mode heran, kedua sahabatnya sekarang sudah bubar bagai mana kah dia akan bersikap dengan keduanya sahabat nya itu,
Mira menggeleng kan kepalanya pusing memikirkan semua yang terjadi, bagai mana Nana bisa sesantai itu bahkan bila tak di perhatikan orang tak akan tau yang dia sedang dalam masalah,
akhir nya Mira masuk juga, baru saja mendudukkan bokongnya di sofa empuk milik Nana, ponselnya sudah berdering hebat,
tertulis jelas di situ nama pemanggil dengan nama spesial,
" halo, kau tu dari mana saja sejak pagi aku terus saja menghubungi nomor mu bahkan aku sempat mendatangi rumah tumpang mu," Mira mengangkat telfon Rudi lalu memberundung Rudi dengan seribu pertanyaan
" maaf dengan keluarga pasien, pasien atas nama Rudi sedang berada di hospital tak sadarkan diri sebab kecelakaan lalulintas," kata orang di seberang sana
" apa eeh kau jangan nak mengada-ngada," kata Mira sedikit marah Nana yang mendengar suara Mira langsung datang menghampiri,
" betul encik saudara Rudi sekarang sedang berada di hospital tak sadarkan diri, bila encik keluarga pasien tolong secepatnya datang ke hospital sebab kami akan segera melakukan tindakan," kata suara di sebrang sana
" oke, oke, baik saya kan kesana sekarang juga, tolong lakukan yang terbaik untuk pasien atas nama Rudi," kata Mira lalu berlari keluar di ikuti dengan Nana,
" Rudi mengalami kecelakaan lalulintas," kata Mira menyeka air mata nya yang mengalir di pipinya
" haa, tunggu kejap aku ikut," kata Nana lalu berlari masuk mengambil kerudung dan memasang nya di kepala Nana,
tak lama kemudua Nana sudah berada di depan pintu mengunci pintu rumah nya, sebelum berangkat, menemani Mira,
" keluar, kita bertukar posisi," tampa banyak komentar Mira mengikuti perkataan Nana,
masuk di kursi penumpang yang terletak di sebelah kemudi, dengan air mata yang masih mengalir di pipinya
sesampainya di hospital Mira langsung berlari ke tempat resepsionis yang bertugas, menanyakan di mana pasien atas nama Rudi sedang di rawat,
setelah mendapat petunjuk Mira kembali berlari keruang UGD sesampainya di sana dia melihat seorang dokter keluar dari ruangan itu,
__ADS_1
" maaf dok bagaimana keadaan pasien atas nama Rudi," tanya Mira pada dokter yang bertugas menangani Rudi kekasih nya
" apa anda keluarganya," tanya dokter tersebut
" iya saya teman dekatnya," kata Mira
" baik anda bisa ikut ke ruangan saya," kata dokter tersebut lalu berjalan menuju ruang kerjanya di ikuti oleh Mira dan Nana di belakang nya
dokter Hendrik nama yang tertulis di papan nama terletak di atas pintu ruangan nya
" silahkan" dokter Hendrik mempersilahkan Nana dan Mira untuk duduk di kursi yang tersedia
" encik, encik tak perlu khawatir dengan keadaan tuan Rudi, sebenarnya keadaan tuan Rudi tak menghawatirkan sangat," kata dokter Hendrik lalu memberikan berkas Rudi kepada mira
" tuan Rudi hanya mengalami luka di bagian kepala dan kaki sebelah kiri, tapi karena shock yang berlebihan yang di alami tuan Rudi membuatnya belum sadar, mungkin sebelumnya tuan Rudi pernah mengalami trauma yang berlebihan," sambungan nya lagi
Mira yang tak tau banyak tentang Rudi hanya bis mengangguk-anggukan kepalanya,
" kalau macam tu boleh kah kami tengok dia," tanya Mira
" silahkan " kata dokter Hendrik
Mira dan Nana keluar dari ruangan dokter Hendrik, mereka berdua berjalan menuju ruang rawat inap Rudi,
Rudi masih belum sadar juga Mira berjalan mendekat ke arah Rudi yang masih berbaring di tempat, mengambil tangan nya lalu memegang tangan Rudi dengan erat seakan menteransfer energi berharap Rudi secepat nya bangun dari tidurnya,
" kau yang sabar kata dokter tdi keadaan Rudi tak serius, secepat nya dia akan sadar," Nana menguatkan sahabat nya itu,
Mira hanya melihat Nana sebentar tersenyum kecil, lalu kembali lagi melihat ke arah Rudi,
" Mira ini dah malam Jum kita balek," ajak Nana
" kalau takk ada halangan besok pagi kau bisa datang sini lagi," kata Nana lagi
" lalu macam mana dengan Rudi, aku kesian liat dia tak ada yang jaga," kata Mira
__ADS_1
" kak sini kan banyak perawat," kata Nana, dia berusaha untuk membujuk Mira agar mau meninggalkan Rudi lalu datang lagi besok pagi,
* * * *