
bunga melati banyak durinya
saat di pegang jangan lah lengah
sambut pagi yang cerah dengan gembira
semoga kita semua mendapat berkah
betul saja setelah sarapan Maria mengajak bi Ijah keluar untuk berbelanja sebenarnya Maria tidak benar-benar berbelanja, dia hanya ingin menenangkan hati nya saja
" nyonya apa yang mau kita beli, kita sudah dua kali berkeliling di tempat yang sama," tanya bi Ijah
Maria yang jalan sambil melamun tak merasa kan apa yang dia lakukan,
" bibi beli apa aja yang bibi mau, saya akan menunggu bibi di sana," kata Maria dan memberikan uang segepok pada bi Ijah,
dan dia akan menunggu bi Ijah di sebuah kedai kue basah,
"assalamualaikum, Mak cik boleh saya duduk kak sini," kata Maria
penjual kue basah itu menjawab salam Maria dan mengangguk tanda dia memperoleh kan Maria duduk di situ,
Maria duduk melihat-lihat orang yang sibuk bolak-balik berbelanja, tak lama kemudian Mak cik pemilik toko keluar membawakan beberapa macam kue dan teh hangat untuk Maria
" ya Allah mak cik saye kan tak pesan lagi," Maria merasa tersentuh dengan orang tua yang sama sekali tak di kenalnya itu,
" tak pe nak, Mak cik tau saat ini pasti awak sedang dalam masalah, sabar tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT, mintalah kepada nya agar di tujukan jalan yang sesungguhnya yang harus awak lewati," kata penjual kue basah itu,
" terima kasih atas nasehat mak cik ," kata Maria tersenyum kecut,
tak lama kemudian BI Ijah datang dengan barang belanjaan di tangannya, orang tua tu nampaknya dah selesai dengan ritual belanja nya
Maria melambaikan tangan agar bi Ijah melihatnya, bi Ijah celingak-celinguk mencari keberadaan majikan nya, saat Maria melambaikan tangan BI Ijah baru melihat nya,
bi Ijah melangkah kak kakinya ke arah Maria
" dah selesai ke bi jah, rasa cepat je," kata Maria
" saya hanya membeli stok yang habis je, sebab di lemari pendingin masih banyak sayur dan lauk mentah," terang Bi Ijah
__ADS_1
" BI jah duduk lah dulu, " tawar Maria pada BI Ijah
" terima kasih nyonya," kata bi Ijah lalu duduk di hadapan Maria
" encik nak sesuatu," tanya penjualan kue basah itu,
" terima kasih, encik kalau boleh nak minta air kosong je," air kosong yang di maksud bi Ijah adalah air putih,
penjual kue basah itu membawa kan segelas air minum untuk bi Ijah, bi Ijah melirik jualan orang itu masih sangat banyak,
" tak laku lagi ke ncik jualannya, " bi Ijah mengajak penjual itu berbicara
penjual kue hanya tersenyum dan berkata
" begini lah ncik kadang laku kadang juga tak, tapi kami tak boleh putus asa, asal kan kami mau berusaha," kata penjual kue basah itu
Maria yang mendengar percakapan antara bi Ijah dan si penjual kue basah, melirik jualan orang tua itu, iya Maria baru sadar semenjak dia duduk di kedai kue tu belum ada seorang pun yang datang membeli kue-kue nya,
tapi si penjual tetap tenang dan senantiasa tersenyum, bahkan dia memberikan kue yang belum ada laku itu kepada Maria,
Maria berdiri dan bertanya kepada penjual kue basah itu
" ada kak ujung sana tu, biasanya bila kue-kue ni tak habis terjual Mak cik akan membagikan nya kepada mereka," kata Mak cik penjual kue itu
" kalau macam tu saya beli semua kue Mak cik pas tu kita sama-sama ke sana," kata Maria
" bi jah tolong bantu Mak cik bungkus semua kue-kue tu," kata Maria lagi
" betul ke ni nyonya," tanya penjual kue itu mengikuti bi Ijah memanggil dengan panggilan nyonya
Maria mengangguk kan kepalanya,
" Alhamdulillah ya Allah," kata si penjual kue mengucap syukur, lalu bergegas membungkus kue-kue tersebut dan di bantu oleh bi Ijah,
selesai dengan membungkus kue mereka bertiga berjalan menuju mobil milik Maria, mereka akan ke panti asuhan yang di maksud oleh Mak cik tadi
semenjak Nana pergi bekerja di Maloy dan Maria menikah lagi Maria tidak lagi perna mengunjungi panti-panti seperti dulu saat Nana masih bersamanya,
saat mereka masih berdua hampir setiap akhir pekan mereka berdua akan mengunjungi panti-panti asuhan, tapi karena kesibukan nya akan keluarga barunya membuat dia lupa pada kebiasaannya itu,
__ADS_1
mereka telah sampai di panti asuhan yang di maksud Mak cik tadi, Maria dan Mak cik penjual kue turun lebih dulu untuk menemui pengurus panti
" assalamualaikum," mak cik penjual ke memberi salam,
" walaikumsalm, Mak cik, masuk lah," kata penjaga panti ramah mereka saling berjabat tangan salaman
" kenal kan ini penjaga panti asuhan di sini," terang penjual kue tadi
" maaf saya Maria," kata Maria sambil mengatupkan kedua tangannya
Mak cik tadi menjelaskan kedatangan Maria ke panti asuhan itu, dan di sambut dengan gembira oleh pengurus panti,,
setelah mengeluarkan semua kue-kue tadi Maria juga memberikan amplop kepada pengurus panti, pengurus panti banyak-banyak berterima kasih kepada Maria karena telah membantu,
lalu Maria mengantar Mak cik penjual kue tadi kembali ke kedainya, Maria juga memberikan sedikit amplop pada Mak cik penjual kue, awalnya di tolak oleh penjual kue tapi karna di paksa maka penjual kue pun menerimanya
Maria dan bi jah sampai di rumah setelah lewat Tenga hari mereka di sambut oleh Tasya yang sedang bersantai di ruang tamu,
" mama dari mana aje ni lama sangat, Tasya dan papa lapar lah," kata Tasya agak ketus
" kan tadi mama dah cakap nak belanja kak pasar," kata Maria berlalu melewati Tasya
" tapi Tasya dan papa kan lapar tak kan tak ingat kot's," kata Tasya lagi,
" maaf mama lupa, tapi bukan kah kamu biasa pesan lewat Go food," kata Maria lagi lalu menghilang dari hadapan Tasya,
Tasya yang merasa di abai kan oleh Maria, merasa geram berjalan menghentakkan kakinya
" awas Tasya adukan pada papa nanti," kata Tasya
Maria langsung masuk ke dalam kamarnya, ada perasaan legah di hati nya mengingat wajah anak-anak yang tak bersalah tadi begitu bahagia mendapat kue darinya,
" Nana mama merindu Nana," katanya, Maria sudah berfikir, dia tidak akan menanyakan perihal perjanjian nya dengan Tasya tapi berlahan-lahan dia akan buat Rahman bisa menerima Nana sepenuh hati seperti yang dia lakukan pada Tasya,
mungkin itu akan sulit apa lagi mengingat Tasya yang sedikit keras kepala dan Rahman yang selalu menuruti semua keinginan anaknya itu,
tapi dia akan berusaha sekuat tenaga,
* * * *
__ADS_1