
Nana sedang mengemasi semua barang-barang nya dan memasukan nya ke dalam koper dan bek, hari ini dia akan kembali lagi ke kota Maloy tapi tidak untuk bekerja,
Hisyam telah melarang Nana untuk bekerja lagi, Nana sebagai istri yang baik pun mengikuti keinginan suaminya, Maria juga tidak masalah terserah pada Nana saja,
" dah selesai sayang," tanya hisyam
" sikit lagi, kenapa, Abang nak sesuatu," tanya Nana balik,
" tak cuma mama tadi cari sayang," kata hisyam
" mama ada apa," tanya Nana
" entah, mama tak cakap juga, cuma tadi dia cari sayang, katanya dia tunggu sayang kak ruang kerja," jelas hisyam
" sendiri atau dengan abang," tanya Nana lagi
" sayang sendiri saja lah mana tau mama ada hal nak cakap berdua dengan sayang," kata hisyam tak enak bila dia ikut campur urusan anak dan mama itu,
" dah lah sayang tinggal saja kerja tu, mama dah menunggu sayang," suruh hisyam
" mari sini biar Abang yang masukin, sayang pergi saja jumpa mama tak elok buat mama menunggu," kata hisyam lagi,
Nana tak lagi menjawab dia langsung pergi untuk menemui mamanya di ruang kerjanya,
tok tok tok
" mama," panggil Nana lalu membuka pintu ruang kerja mama, dulu saat papanya masih hidup ruang kerja ini adalah ruang favorit papanya,
Tampa meminta persetujuan mama Nana langsung duduk di hadapan mama,
" mama panggil Nana," tanya Nana
Maria belum menjawab dia masih sibuk membaca map yang ada di tangannya,
" mama," panggil Nana sekali lagi,
Maria mendongak melihat Nana yang duduk di hadapannya,
" mana hisyam tak ikut sekali," tanya Maria sebab dia melihat Nana cuma Sorang je,
__ADS_1
" Nana ini adalah wasiat dan peninggalan papa Nana," kata Maria menyerahkan map yang dia baca tadi pada Nana
" apa ni mama," tanya Nana
" Nana baca saja dulu," kata Maria matanya berkaca-kaca tak sangka sekarang anaknya dah menjadi seorang istri,,
dia hanya berharap hisyam bisa menjaga dan melindungi Nana sepenuh hati,
" mama Nana tak butuh semua ni, ini milik mama dan papa," tolak Nana,
" sayang ini adalah milik Nana hak Nana, mama tak ada hak, mama cuma membatu saja, surat ini dah jadi sebelum papa meninggal," jelas Maria
" tapi Nana tak bisa terima ni mama, mama yang lebih berhak mama yang bekerja keras mengembangkan perusahaan tu hingga macam sekarang ni," tolak Nana,
" sayang milik mama milik Nana juga, dan sekarang ni Nana dah kahwin jadi mama nak serahkan tanggung jawab ni pada Nana dan suami Nana, mama dah tua mama dah nak berehat menikmati masa-masa tua mama," jelas Maria lagi,
" Nana tak tau nak cakap apa, tapi Nana akan cakap pasal ni pada hisyam," kata Nana masih malu-malu menyebut suaminya dengan sebutan Abang di hadapan Mamanya,
" sayang tak sopan panggil suami dengan sebutan nama, istri yang baik akan senantiasa menghargai suaminya, biasa kan diri nana memakai nama Abang pada suami Nana," tegur Maria,
Nana tertunduk mendengar tuturan Maria, ya memang dia salah menyebut nama suaminya di hadapan mama nya,
Maria mengangguk, sungguh rasanya baru kemarin sore Maria melihat Nana merangkak dan belajar berjalan di hadapan nya, eehh sekarang dah bersuami pula, sungguh rasanya waktu berjalan begitu cepat,
Hisyam sudah selesai memasukan barang-barang Nana ke dalam bek, Nana berjalan masuk dan mendekat pada suami,
" kenapa sayang nampak tak semangat je,"
" mama nak perusahaan papa di serahkan pada kita, katanya wasiat tu dah ada sebelum papa kecelakaan," jelas Nana, hisyam yang tadi berbaring di atas tempat tidur langsung terduduk,
" besar tanggung jawab tu sayang," kata hisyam, Nana cuma mengangguk
" mama kata dah nak berehat dia dah tua dia pun nak juga menikmati masa-masa tua dia, Nana tak tau nak cakap apa, Nana dah tolak tapi kata mama kalau bukan Nana sapa lagi anak mama dan papa cuma Nana Sorang je," jelas Nana lagi,
" susah juga kalau dah macam tu sayang, Abang pun dah terikat juga pada perusaan tempat Abang kerja tu," kata hisyam tak tau nak ambil keputusan apa,
" kita jalani saja dulu lah mana tau nanti ada solusi lain yang kita dapat, sementara kita cakap pada mama Dulu untuk tetap memegang posisi sekarang ni sampai kita dapat jalannya,"
kata Nana,
__ADS_1
" iya lah mana bagusnya saja Abang ikut sayang je," kata hisyam tak nak ambil pusing sangat,
" ni semua dah beres, kita berangkat jam bang," tanya Nana
" dah sholat ashar kita berangkat dah, mobil Nana kita kirim saja yah, tau biarkan disini saja," tanya hisyam
" kirim saja, masalahnya susah bila Nana nak keluar nanti merepotkan Abang terus," kata Nana
* * *
Mira menari bahagia di dalam ruangan nya, dia baru saja mendapat kabar bila Nana akan kembali tinggal di kota Maloy lagi, yah walau pun Nana tak kerja lagi tapi setidaknya dia dah ada kawan nak kongsi masalah,
" apa hal ni bahagia sangat akak nampak," tegur Merisa, Mira yang melihat kakaknya di belakang mengambil tangan kakeknya dan mengajaknya juga menari bersama
" apa ni, ada kabar bahagia ke, atau ohh akak tau pasti Rudi dah nak melamar Mira kan," seketika Mira menghentikan tariannya,
" apa lah akak ni, bukan lah," kata Mira sedikit cemberut
" haa habis tu apa pula," tanya kak merisa
" Nana kak, Nana dia nak balik sini lagi, im so happy," kata Mira
" iya ke Alhamdulillah," kata kak Merisa
" berkas yang akak minta tadi dah siap ke," tanya kak merisa,
" yah Allah, maaf kak, tadi Mira dah kerja tapi belum selesai lagi, kasi aku waktu sepuluh menit oke," kata Mira dengan cepat dia duduk di kursi kerja dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh kak Meri,
Merisa sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah lakunya adiknya itu, mama sebenarnya Mira anak yang baik dan penurut cuma bila dia dah kecewa maka akan susah buat dia percaya lagi,
sayang nya mamanya tak bisa menarik hati Mira kembali, Mira terlanjur kecewa pada nya saat itu,
dan sejak saat itu pula Mira sudah sangat jarang pulang ke rumah mamanya, dia lebih memilih tinggal bersama kakak,nya,
* * *
halo sobat penggemar Nana gadis yang tangguh, terima kasih karena masih setia membaca dengan kami,
mohon dukungan dari kalian semua like komen dan vote nonton juga iklan hadiah nya terima kasih 🙏🙏
__ADS_1