Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
putri duyung


__ADS_3

ya Allah ketika aku mencintai seseorang, jadikan lah cinta itu bagai kan sebutir embun pagi yang menyejukkan wajah ku sesejuk air wudhu sehingga tak pernah lupa untuk menyembah-mu


ketika aku mengagumi seseorang, jadikan lah orang itu panutan langkah ku, agar aku tetap lurus berjalan di jalan-mu,


dan ketika aku telah memiliki seseorang jadi kan lah dia teman sejati yang selalu ada, membimbing dan mengingat kan ku untuk selalu bertakwa kepada mu


berikan kami cahaya yang selalu menjadi


pelita dalam diri kami


sehingga kami tak akan tersesat, ketika berada di dunia yang serba memikat ini,


dan jadikan kami orang-orang yang kelak akan menjadi penghuni surga mu yang abadi,


* * *


puisi yang dulu pernah menjadi impian nana bersama hisyam, tapi impian itu sudah hancur menjadi debu harapan Nana untuk bersama dengan hisyam sudah hilang tertelan bumi


dan sekarang Nana harus merelakan hisyam untuk menjadi suami Tasya adik nya walaupun adik tiri tapi selama mamanya dan om Rahman Masih bersama Tasya akan menjadi adik Nana,


Nana merentangkan kedua tangannya dan berteriak sekencang kencangnya meluapkan semua semua yang ada di dalam hatinya,


di sini lah Nana sekarang di sebuah pulau terpencil di mana tak ada orang yang mengenalinya, pulau yang terkenal indah dan kata di tengah pulau ini ada ikan duyung yang sering menampakan diri nya,


Nana berharap dapat bertemu dengan duyung tersebut, Nana berjalan menyusuri pantai nan Putih bersih sambil memperhatikan pemuda pemudi yang bermain banana boat,


tampa Nana sadari Nana tertawa melihat anak remaja cewe menangis ketakutan saat di jatuh kan di tengah laut,


" pak cik saya nak sewa Speed boat nya boleh," tanya Nana pada salah satu orang yang ada sedang duduk di atas speed boat miliknya mungkin,


" iya boleh nak sewa berapa jam," tanya pak cik tersebut,


" satu hari boleh lah pak cik," kata Nana


penjaga spot itu terlihat kaget


" tapi encik kami menghitung sewa perjam, bila nak sewa sehari pun di hitung perjam nya," kata pemilik speed boat tersebut


" saya tak masalah dengan sewa nya berapa pun akan saya bayar," kata Nana

__ADS_1


setelah mengiakan penjaga speed boat itu memberikan baju pelampung untuk Nana kenakan lalu dia pun juga mengenakan pakaian lengkap demi menjaga keselamatan,


Nana naik ke atas speed boat itu setelah speed boat itu di nyalakan terlebih dahulu, Nana berdiri di bagian depan sambil berpegangan pada tiang speed boat, melihat indah nya lautan nan biru,


Nana melompat ketengah laut menyelam hingga ke dasar laut yang indah, Nana mengeluarkan roti yang sudah dia siapkan dan memberikan pada ikan-ikan tersebut, puluhan bahkan ratusan ikan berdatangan dan berebut makanan yang di bawa oleh Nana tak tunggu lama makanan itu sudah habis di lahap oleh ikan-ikan kecil yang berwarna warni,


sungguh membuat hati Nana menjadi warna warni juga, setelah puas menikmati indah dasar laut, nana baru naik ke atas, untuk menghirup udara,


" dah jumpa dengan ikan duyung," Nana menoleh saat merasa kenal dengan suara itu,


" Rey.." mata Nana membulat saat melihat Rey di belakangnya,


" kau sedang apa kak sini,?" tanya Nana meresa heran,


" nak cari putri duyung," kata Rey enteng,


" Rey aku serius," kata Nana sambil mempercit kan air kearah Rey, dan Rey pun membalas dengan mempercit kan juga air ke arah Nana,


Nana tertawa lepas, hilang sejenak sesak yang bersarang di dadanya,,,


* * *


Maria dan Rahman berjalan memasuki restoran wajah mereka berseri seri memasuki restoran tersebut,


" kami mencari meja no 1, atas nama Omar Malik," kata Rahman,


" mari silah kan ikut saya tuan," kata waiters itu, dan berjalan di hadapan mereka, terlihat dari jauh Omar dan Farah sudah berada di sana,


" maaf lama menunggu," Maria memulakan bicara, Omar dan Farah yang tadinya terlihat sedang berbincang serius, menoleh dan tersenyum menyambut kedatangan calon besannya,


" ahh tak terlalu juga, kami pun baru sampai," kata Farah sambil berpelukan sama Maria,


Omar dan Rahman pun melakukan hal yang sama,


" silah kan, silah kan," Omar mempersilahkan Rahman dan Maria duduk di kursi yang sudah di sediakan,


tak lama kemudian dua orang waiters datang membawa hidangan yang telah di pesan oleh Farah sebelumnya,


" silahkan menyantap hidangan dari kami terima kasih," kata seorang waiters wanita,

__ADS_1


" terima kasih balik," kata Farah,


" sebelum kita memulai pembicaraan mari kita sama-sama menikmati makanan ini," kata Farah lagi,


mereka bersama-sama menyantap makanan yang terhidang di atas meja,


rasanya memang sungguh lezat, tak sia-sia mereka yang datang dan membayar dengan harga yang mahal,


sebab memang rasanya sangat menggiurkan di lidah,


" Alhamdulillah," ucap Abah setelah selesai makan dia mengambil tisu di atas meja dan mengelap bibirnya yang masih basah,


" sebelum memulakan pembicaraan ini saya ada satu permintaan," kata Omar,


" apa dia," kata Rahman


" saya nak tahu lebih jelas lagi, Nana tu siapa," tanya Omar,


" anak saya dari suami pertama saya," Kata Maria jujur


" dia tu tinggal dan bekerja kak Maloy juga kan," tanya Omar lagi


" iya bahkan saat dia mengejar pelajaran tinggi pun dia kak Maloy juga," kata Maria lagi


" wah berarti mereka memang dah lama kenal kot's," kata Farah juga,


" maksud nya," tanya Maria tak faham pasalnya selam ini dia tak ada kenal dengan teman-teman Nana,


" iya jadi sebenarnya hisyam dan Nana tuh dah lama saling kenal bahkan mereka sempat menjalin hubungan," kata Farah menjelaskan


" apa," Rahman terlihat kaget mendengar pernyataan Farah istri sahabatnya itu,


" tapi saya tak tahu menahu soal itu, Nana tak pernah cerita sekali pun," kata Maria yang juga terlihat kaget mendengar pernyataan Farah tersebut


" iya hisyam pun tak pernah cerita kan soal ni, bila bukan Ros yang bagi tau saya pun mana tahu hingga saat ini," kata Farah juga,


" kenapa kita harus bahas soal Nana, kita jumpa ni kan nak bahas pasal Tasya dan hisyam, lagian Nana dan hisyam pun dah putus dah jadi Mada lalu dah, " Rahman dengan emosi hingga wajahnya terlihat merah,


Farah dan Omar saling pandang menyaksikan sikap Rahman barusan,

__ADS_1


" apa yang salah pula, Nana dan hisyam dah lama berkawan, kita tak boleh egois dengan memaksakan kehendak kita," kata Maria menghadap ke samping ke arah suaminya,


" tapi mereka dah putus dah tak ada hubungan lagi, jadi sekarang lebih baik kita bahas soal Tasya dan hisyam, awak tak paya nak belakan anak awak,"


__ADS_2