
happy birthday to you,,
happy birthday to you,,
happy birthday,,
happy birthday,,
happy birthday to you,,
one more candle to light. on your birthday to cake,,
lagu ulang tahun dari teman-teman Belina terdengar nyaring,, hisyam dan semua keluarganya sudah berdiri di samping Belina
sambil ikut bernyanyi bersama dengan anak-anak yang lain,
Nana menyaksikan itu semua,, sungguh indah bila dia juga bisa bergabung dengan mereka tapi sayang itu hanya angan angan Nana saja
bahkan hisyam sama sekali tidak memandang nya,, hati Nana terasa bagai teriris sembilu
semenjak Nana ada dalam acara itu hanya kak Ros dan suami nya yang menyambut kedatangan Nana,,
sebelum lilin di tiup oleh Belina kak Ros berjalan ke arah Nana dan menarik tangan Nana untuk mendekat,,
semua mata tertuju pada Nana tak terkecuali hisyam, jantung hisyam bagai hendak berhenti berdetak
orang yang sangat di rindu kan ada di depan mata nya saat ini,
mau tak mau Nana mengikuti langkah kak Ros
untuk maju dan bergabung dengan yang lain
"mama foto aunty ini ada dalam kamar pak su lah," kata Belina
"iya sebab aunty Nana ini teman pak su," jawab kak Ros sambil melihat ke arah hisyam
"oke sekarang kita mulai tiup lilin dan potong kuenya," kata bang Farid pula
semua orang bertepuk tangan setelah Belina berhasil meniup lilin itu,,
saatnya memotong kue,
potongan Kue pertama di berikan kepada mama dan papa nya,,
potongan kue ke dua diberikan kepada Oma dan opanya
potongan ketiga diberikan kepada uncle Hasyim dan aunty yuna
dan potongan Kue keempat di berikan kepada hisyam dan Tampa di suruh Belina juga memberikan potongan kue yang sama kepada Nana
lagi lagi semua mata tertuju pada Nana,
Nana merasa canggung berada di tengah tengah mereka
jujur saja rasanya Nana ingin berlari dari sana
tak terkecuali hisyam dari tadi matanya hanya tertuju pada Nana,,
__ADS_1
ingin rasanya hisyam membawa Nana pergi dari tempat itu untuk menjelas kan dan meminta maaf atas semua kesalahannya
tapi itu tidak mungkin di lakukan oleh nya sebab keluarga besar nya sedang berkumpul bersama,,
tinggal satu kesempatan hisyam untuk bicara pada nana,, dia akan tunggu Nana pulang baru dia punya alasan untuk keluar dari pesta ulang tahun Belina
setelah acara potong kue berakhir bang Farid mempersilahkan semua para tamu untuk mencicipi hidangan yang telah di sediakan
Nana berjalan kembali ke tempat duduk nya semula dan mengambil hadiah yang di bawahnya tadi,,
Nana berjalan lagi ke arah Belina dan memberikan hadiah tersebut pada Belina
"happy birthday cantik,,maaf aunty cuma bisa kasi ini," kata Nana sambil mencubit pelan pipi Belina
"wah besar Nye hadiah untuk bal,, terima kasih aunty," kata Belina sambil berloncat-loncat menerima hadiah dari Nana
"kak Ros Nana minta diri dulu lah,,takut mama cari Nana pasalnya tak sempat pamit tadi," bohong Nana
" kenapa buru-buru Sangat tak makan dulu ke,"
kata kak Ros
"terima kasih,,Nana masih kenyang lagi," kata Nana
"akak pun terima kasih pada Nana dah sempatkan diri untuk datang," kata kak Ros juga
nana ingin menjabat tangan kak Ros, tapi siapa sangka kak Ros malah menarik Nana kedalam pelukannya
"berikan kesempatan untuk Syam menjelaskan semuanya," bisik ka Ros
Nana hanya tersenyum, dan berjalan kearah umi dan Abah hisyam untuk meminta diri
sekarang dia dah ingat kak mana perna melihat Nana
ya waktu mengantar keberangkatan hisyam tempo dulu, mereka sempat bertanya-tanya
siapa gadis cantik itu,
tapi sekarang terjawab sudah pertanyaan mereka, dia adalah teman wanita putra bungsunya
Nana berjalan keluar dari pesta dia sudah tidak melihat hisyam di sana,, saat hendak membuka pintu mobil tangan Nana di pegang seseorang
Nana berbalik melihat siapa yang menahan tangan nya
"biar Syam yang antar Nana balik," kata hisyam
ya dia ada lah hisyam orang yang menahan tangan Nana
"untuk apa lagi awak nak antar saya," bahasa dan suara Nana sudah tidak sama seperti dulu lagi
"please Syam mohon beri Syam waktu untuk menjelaskan pada Nana," pinta hisyam
Nana hanya memandang Hisyam penuh emosi segampang itu kah hisyam memintanya
selama tiga tahun dia tidak ada kabar dan berita
lalu sekarang tiba-tiba muncul di hadapan Nana dan meminta waktu Nana,,
__ADS_1
tidak semudah itu
Nana ingin masuk kedalam mobilnya, tapi kalah cepat oleh hisyam,, hisyam sudah duduk di kursi kemudi
"Syam awak nak apa, keluar dari mobil aku sekarang,"kata Nana semakin emosi
"jangan lah macam tu,,Nana masuk saja lah tak elok di lihat orang nanti," kata hisyam lagi
Nana melihat sekeliling betul juga kata hisyam bila dia berkeras bukan tak mungkin orang-orang akan melihat mereka
mau tak mau Nana masuk di samping hisyam
hisyam menyalahkan mesin mobil Nana dan mengemudi nya keluar dari kawasan rumah kakaknya
Nana hanya berdiam mengikuti kemana hisyam membawa nya melawan pun tidak ada gunanya
Hisyam menghenti kan mobil yang di kendarai nya di taman kota Kuala.
hisyam melihat kearah Nana yang tak bergeming sedikitpun
"kita turun kejab ye," bujuk hisyam
"buat apa, bila nak cakap,cakap aja lah kak sini tak paya nak jauh-jauh," kata Nana masih dengan nada judes nya
"kita turun lah dulu, tak baik cakap kak sini," kata hisyam
Nana tidak menjawab kata-kata hisyam tapi langsung turun dari mobil dan berlalu pergi hisyam mengikuti dari belakang
Nana memilih bangku yang ada di dekat danau kecil di taman itu
"cakap lah Nana tak boleh berlama-lama," kata Nana
" Syam minta maaf sebab Syam tak beri kabar pada Nana," kata hisyam lidahnya keluh untuk berkata-kata
"dah itu ja Nana nak balik," kata Nana sebab setelah selesai mengatakan yang tadi hisyam hanya diam aja Tampa melanjutkan kata-katanya
Nana yang sudah berdiri siap untuk melangkah kan kakinya di tahan oleh hisyam
hisyam berdiri memegang tangan Nana
"tolong maaf kan Syam, Syam tak ada maksud untuk melupakan Nana, Syam Hanya ingin fokus pada pelajaran Syam dan pulang secepat mungkin," kata hisyam
"senang Syam cakap, Syam tau Nana di sini seperti orang stress yang menunggu kabar dari Syam," kata Nana air mata yang sedari tadi di tahan tumpa jua
"tiga tahun Syam tiga tahun,, Nana menunggu Tampa kejelasan,, Syam tak pikir ke macam bila Syam pulang Nana dah jadi milik orang," kata Nana
"Syam tak pernah sedikit pun punya pikiran macam tu Syam terlalu percaya pada Nana,, Syam yakin Nana akan setia dan menunggu Syam pulang," kata hisyam sambil memegang pundak Nana
"Syam terlalu percaya diri, orang yang dah jadi istri saja bisa berbelok hati pada yang lain," kata Nana
"Syam tau Nana nya Syam tak macam tu, Nana yang Syam kenal sangat teguh pada janjinya, itu lah sebab nya Syam percaya sepenuhnya pada Nana,," kata hisyam
"bukan hanya Nana yang tersiksa Syam pun sama, setiap hari-hari Syam habis kan hanya belajar bersungguh sungguh agar bisa pulang secepat mungkin, foto Nana lah yang menjadi tenaga Syam di sana," kata hisyam lagi
"sampai Syam rela menghapus semua data dalam ponsel Syam, karena Syam tak bisa menghapus nomor Nana,"
kali ini Nana hanya menjadi pendengar yang baik,, tak ingin protes atau pun berkomentar
__ADS_1
* * * * *