Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
tercantik


__ADS_3

mentari pagi yang cerah secerah hati Nana, hari-hari Nana lewati dengan bahagia bersama Hisyam kekasihnya,


ya Nana dan hisyam sudah baikan dan balikan sekarang, cinta lama yang sempat kandas kini telah berjalan kembali,


Hisyam juga sudah di terima kerja di perusahaan ternama di kota Maloy perusahaan yang menjulang tinggi ke tiga saat itu


"Seketsa alam tunggal" adalah nama perusahaan tempat Hisyam bekerja, ya hisyam memang sangat suka dengan pekerjaan yang berbaur dengan alam


Nana yang sudah cantik siap menunggu jemputan di depan rumah nya


senyuman manis terpancar di wajah cantiknya kala mendengar suara kelakson mobil yang sangat di kenal nya,


ya untuk sementara waktu Hisyam mengunakan mobil milik Nana sebab mobil miliknya belum sampai ke Maloy,


" sayang nya Syam dah cantik rupanya," kata hisyam


" masih pagi tak paya nak gombal-gombal segala " kata Nana


hisyam tertawa mendengar kata-kata Nana


" Syam tak gombal lah Nana tu memang cantik" kata hisyam lalu turun dari mobil untuk membuka kan pintu mobil untuk Nana


Nana sudah tidak menjawab gombalan hisyam dia masuk kedalam mobil dan duduk di samping hisyam,


" Nana dah sarapan,,?" tanya hisyam


" belum,?" jawab Nana singkat


" belum juga, kalau macam tu kita singga sarapan kejap, " kata hisyam


Nana hanya mengangguk, sebenarnya Nana masih malu-malu sebap tadi sempat di gombal dengan hisyam,


hisyam membelokan mobilnya masuk ke rumah makan yang TDK terlalu jauh dari kantor Nana


hisyam turun terlebih dahulu dari mobil lalu berlari mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk kekasih tercinta nya,


hisyam dan Nana berjalan masuk ke dalam rumah makan, Hisyam menggenggam tangan Nana seolah takut kehilangan kekasih nya lagi,


" Syam Nana " panggil seseorang


hisyam dan Nana serempak menoleh ke arah suara yang memanggil mereka,


" Mira Rudi, kalian makan kak sini juga rupanya," tanya Nana


" yes, nak gabung tak,?" tanya Mira


Nana melihat ke arah hisyam meminta persetujuan dari hisyam, mengangguk tanda menyetujui permintaan Nana,


" mari Duduk," Mira mempersilakan hisyam dan Nana duduk di kursi yang ada di depan mereka

__ADS_1


" tak nak kenal kan ke," tanya hisyam, ya hisyam dan Mira memang dah kenal sejak mereka kuliah dulu,


" ha iya sampai lupa," kata mir sambil memukul kepalanya


" Sayang kenalkan ni hisyam kawan aku dan kekasih Nana," kata Mira


Rudi berdiri dan menjabat tangan hisyam


" Rudi," kata Rudi memperkenalkan kembali dirinya


" hisyam," hisyam pun menyebut nama nya


" Nana nak makan apa,?" tanya hisyam pada Nana yang dari tadi hanya diam saja melihat mereka semua,


" kalian nak makan apa pesan lah aku belanja," kata mira sambil memukul pelan dadanya


" iya lah, orang menang lotre mesti kena belanja kawan-kawan pun," kata Nana


" eeh mana ada, tak lah, cuma hari ni hati aku lagi baik je," kata Mira


tak lama pelayan datang membawa buku kecil di tangannya untuk mencatat makan yang nak di pesan oleh pelanggan,


Nana dan hisyam hanya memesan nasi goreng seafood, dan minuman hangat


yah itu lah Nana dan hisyam mereka berdua selalu suka dengan makanan sederhana,


berbeda dengan orang kaya lainnya yang selalu menginginkan makanan mewah dan mahal


selepas makan mereka bertiga berjalan keluar menuju parkiran, hanya tinggal Mira di dalam dia harus menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu


" kalau macam tu kami duluan mir, thanks for your," kata Nana pada sahabatnya,


Mira hanya mengangkat tangannya berbentuk oke,


hisyam melajukan mobilnya ke arah tempat kerja Nana, tidak ada percakapan di antara mereka, sebab tempat mereka makan dan tepat kerja Nana hanya berjarak lima belas menit,


setelah sampai hisyam ingin turun untuk membuka kan pintu mobil untuk Nana, tapi Nana lebih dulu melarang,


" tak pe Nana bisa sendiri," kata Nana


" have lunch, nanti nak Syam jemput tak," tanya hisyam


" tak pe Nana makan kak kantin saja," tolak Nana halus


" oke, kalau Syam agak lama jemput Nana tak kisah ke menunggu," tanya hisyam


" Nana siap tunggu Syam selama tiga tahun lebih tak kan lah cuma satu jam tak bisa," kata Nana


" tak paya lah ungkit masa tu," kata hisyam tidak enak hati bila teringat kembali akan kebodohan nya menyia-nyiakan kan Nana tempo hari,

__ADS_1


Nana hanya tersenyum melihat muka hisyam yang tiba-tiba berubah Nana tau kalau hisyam sangat menyesal akan perlakuan nya terhadap dirinya,


" maaf bukan macam tu maksud nana," kata Nana


" oke Syam pergi lah Nana pun dah nak masuk," kata Nana


" oke Syam pergi dulu, pulang nanti tunggu Syam," kata hisyam lalu melakukan mobilnya menuju tempat kerja nya,


Nana yang hendak masuk pun terhenti mendengar suara dari belakang Nana menoleh ke belakang,


" hey Rey, apa kabar," tanya Nana pada Rey lelaki itu baru saja pulang dari kampung halamannya sebab ayah Rey kena serangan jantung,,


" Alhamdulillah baik, lama tak jumpa Nana rasanya Nana tambah cantik je," tanya Rey


" tak de lah biasa je," kata Nana, entah kenapa bila orang lain yang memuji Nana, perasaan kaya nak muntah


" betul aku tak tipu," kata Rey


" oke terima kasih kalau macam tu, ehh sampai lupa nak tanya kabar Bpk kamu macam mana,?" tanya Nana


" Alhamdulillah dah mendingan," kata Rey, mereka bercerita sambil berjalan hingga mereka sampai kak ruangan Nana


" oke Rey kalau macam tu aku masuk dulu," kata Nana, sambil melambaikan tangan dan langsung masuk Tampa menunggu Jawaban dari Rey,


* * *


hisyam juga sudah sampai di ruangan kerjanya


dia yang baru-baru bekerja di situ masih harus banyak-banyak belajar,


untung bosnya memberikan sekertaris yang sudah berpengalaman dan terpercaya untuk membantu memudahkan pekerjaan nya


Amelia sang sekertaris cantik yang biasa membantu Hisyam mengetuk pintu dari luar


tok tok tok


suara pintu ruangan hisyam di ketuk dari luar oleh sang sekertaris,


" masuk " suara hisyam terdengar dari dalam


" permisi pak," kata sang sekertaris


" ya Mel ada apa," tanya hisyam pada sang sekertaris saat sudah berada di depannya


" pak jam sepuluh nanti ada rapat dengan clean dari perusahaan industri," kata sang sekertaris sambil menunjuk kan senyuman termanis nya agar sang atasan bisa tergoda,


" oke terima kasih, silahkan keluar," kata hisyam Tampa sedikit pun melihat atupun melirik sang sekertaris,


Hisyam terus saja fokus pada pekerjaan nya,

__ADS_1


sang sekertaris keluar dengan muka masam sebab tak berhasil memikat atasannya yang menurutnya super guanteng banget di mata Amelia,,


* * * *


__ADS_2