
saat kehilangan mu
aku termenung jauh
seperti seekor burung yang kehilangan sayapnya tak mampu lagi terbang untuk melihat indahnya dunia
di setiap lamunan ku hanya ada senyum Sandumu
saat kurasa cinta mu mulai terbang jauh meninggalkan ku
meninggalkan ku bersama setitik air mata menggores luka menyayat kalbu
melukis perih dalam Sukma ku,
yah begitu lah perasaan hisyam saat ini,akhir pekan sebentar lagi akan tiba dan dia belum bisa memperbaiki kembali hubungan nya dengan Nana,
lalu apa yang harus dia katakan pada umi dan Abah nanti, umi pasti akan memaksa hisyam untuk menemui anak dari teman Abah,
Hisyam mengacak-acak rambutnya, penampilan nya sangat kacau, saat ini hanya Nana yang dia perlukan untuk menenangkan hati dan pikiran nya,
tak lama kemudian ponsel miliknya berdering hisyam tau pasti bahwa umi lah yang menghubungi nya, apa yang harus dia lakukan sekarang
bila di angkat umi pasti menanyakan perihal Nana, bila tak di angkat umi pasti akan marah, hisyam menghela nafas panjang, menetralkan perasaan nya terlebih dahulu,
mau tak mau dia harus hadapi dengan lapang dada,
" halo assalamualaikum umi," kata hisyam seceria mungkin agar umi tak tau bila dia sedang di Landa kegundahan
" walaikumsalm Syam tengah buat apa tu," tanya umi
" tak ada umi lagi bersantai je," kata hisyam
" haa Syam jadi pulang bawa Nana jumpa umi," tanya umi sedikit banyak dia sudah tau tentang Nana dari kak Ros
" insya Allah umi," lama hisyam berfikir tentang jawaban dari pertanyaan umi, akhirnya hanya insya Allah lah yang keluar dari mulut Hisyam,
****
Nana merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara, akhirnya setelah beberapa bulan dia baru menginjak kan kakinya kembali ke kota kelahiran nya,
__ADS_1
senang rasanya hati ini, untuk sesaat dia melupakan rasa sakit nya, berjalan keluar dari bandara sendiri,
" mama pasti kagat," ucap Nana tersenyum, membayangkan muka terkejut dan bahagia nya mama,
" taksi," Nana melambai memanggil mobil taksi,
setelah masuk kedalam mobil Nana melihat jam tangannya, hampir makan siang, Nana membayangkan masakan BI Ijah yang sudah menjadi favorit di lidah,
sesampainya di rumah Nana tersenyum melihat keadaan rumah dari luar masih sama seperti dulu, tapi nampaknya keadaan rumah sedang sepi apa mama keluar dengan om Rahman, pikir Nana
Nana berjalan kesamping rumah dia tak masuk lewat pintu utama tapi dia akan masuk lewat pintu dapur, Nana yakin bi Ijah pasti sedang berada di dalam dapur,
berjalan mengendap-endap agar tak ketahuan dengan bi Ijah, dari pintu dapur Nana dapat mencium bau harum tapi ini bukan bau masakan melainkan bau harum kue,
kening nana berkerut tak biasanya bi Ijah bikin kue kecuali akan ada tamu, Nana berjalan lagi dengan pelan kelihatan bi Ijah Tenga sibuk meracik bahan bahan yang akan di gunakan,
Nana langsung memeluk bi Ijah dari belakang,
orang tua itu sampai terjengkal karna kaget,
" bertuah punya budak," kata bi Ijah memukul lengan nana, Nana terkekeh melihat bi Ijah kaget bukan main
" tamu spesial tuk Tasya, nanti malam kawan lama tuan Rahman akan datang bersama keluarga tuk melihat Tasya," jelas bi jah
Nana hanya mengangguk angguk
" bi jah mama tak ada ke, Nana sangat rindu lah," tanya Nana melihat seluruh ruangan
" mama dan tuan sedang keluar belanja bahan makanan yang akan di masak untuk nanti malam," terang bi Ijah
" bi jah masak apa Nana lapar lah," tanya Nana dengan mimik muka laparnya
" bi jah tak masak lagi, sebab, nyonya dan tuan makan kak luar," kata bi jah,
" hemm nampaknya Nana akan kelaparan lah hari nii," kata Nana lagi dengan muka cemberut sambil mengusap perut nya
" Nana nak makan apa biar bi jah masak kan," kata bi jah mengelus pipi mulus Nana
" apa aja asal bi jah yang buat pasti Nana suka," kata nana
__ADS_1
" oke Nana tunggu kejap, biar bi jah siap kan dulu," kata bi Ijah melangkah menuju lemari pendingin mengambil bahan yang akan dia masak,
Nana melangkah masuk kedalam kamar nya dia akan mengganti pakai nya dengan yang lebih ringkas lagi agar dia dapat membantu bi jah nanti
sementara bi jah memasak untuk Nana, Tasya datang dengan sombongnya
" bi jah masak apa, bukannya mama dah berpesan agar tak payah masak hari ni," kata Tasya tak ada sopan sopan nya
" bi jah masak untuk Nana, dia ada datang," kata bi jah membelah diri
" Nana lagi Nana lagi, harus nya dia tak payah balek," omel Tasya
" pokoknya Tasya tak nak tau semua nya harus beres Tampa ada kesalahan sedikit pun, awas aja kalau sampai ada yang salah," kata Nana melangkah pergi meninggalkan dapur,
tak lama kemudian Nana keluar dari kamarnya, Tasya yang melihat Nana menatap tajam,
Nana langsung duduk di meja makan sebab bi jah pun dah berjalan pembawa makanan menuju meja makan,
" bi jah dah makan ke," tanya Nana,
" belum,nanti bi jah makan kak dapur je," kata bi jah, semenjak keluarga ini bertambah bi jah sudah tidak pernah lagi duduk makan bersama di meja makan itu,
" kenapa pula, bi jah sekarang duduk temani Nana makan kita makan sama-sama," kata Nana
" tak pa pe, bi jah pun masih ada kerjaan kak dapur," kata bi jah menolak secara halus
" bila bi jah makan kak dapur Nana pun akan ikut makan kak dapur," kata Nana ingin mengangkat makanannya,
" Nana tak paya nak deggil, bi jah betul ada kerjaan yang tak boleh bi jah tinggal kan," kata bi jah lagi,
" tapi Nana rindu nak ada yang temani makan," kata Nana membuat hati bi jah merasa sedih dia sangat sayang pada Nana, dia tidak bisa melihat Nana sedih terpaksa di ikuti kemauan Nana
duduk di depan Nana, sebelumnya bi jah memang makan bersama di meja makan dengan nana dan Maria, tapi semenjak Maria menikah lagi, bi jah pun tau diri apa lagi bila ada Tasya yang selalu merasa risih pada bi Ijah,
selesai makan Nana membantu bi jah membuat kue-kue yang akan di hidang kan malam nanti,
" banyak ke keluarga mereka yang akan datang bi jah," tanya Nana, sebab kue-kue yang jadi dah lumayan banyak tapi bi jah Masih membuat lagi,
"bi Ijah pun tak tau pasti, mama hanya berpesan agar bi jah buat semua ni," kata bi Ijah
__ADS_1
tak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti di samping rumah mungkin mama membeli banyak barang sampai-sampai mobil di kasi masuk ke samping rumah sedang-kan biasanya cuma di depan saja,