Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
Draft


__ADS_3

refleks Nana langsung berdiri kaget sudah pasti dia tak menyangka bila Rey akan berlaku macam tu,


" dah la tu akak tinggal je biar kan Abang yang kerjakan semua ni," kata Hanny


" cari perhatian akak nana lah tu, dah belampau dulu masa akak Nana tak de jangan kan nak basuh ni piring semua masuk dapur pun tak nak," kata Hanny menertawakan abang nya,


" Hanny dah jangan kau goda terus Abang kau tu, biar kan dia belajar dari Sekarang, biar tak susah nanti akak Nana kau," tegur emmak Sarah pada anak gadisnya,


bukan nya merasa senang Nana malah semakin geram apa lagi bila di lihat-lihat Rey nampaknya sangat menikmati kesalafahaman keluarganya,,


* * *


" halo assalamualaikum umi," kata Hisyam menerima telepon dari umi nya


" walaikumsalm, Syam buat apa tu," tanya umi pada anak bujang nya


" tak buat apa pe umi, lagi bersantai je," kata hisyam


" Syam tak kerja ke," tanya umi


" tanggal merah hari ni umi, kabar umi dan Abah macam mana," tanya hisyam


" iye ke umi tak ingat lagi pasal tanggal tu," kata umi lalu melanjutkan lagi


" Alhamdulillah umi dan Abah sehat Syam," kata umi Farah,


" Oma, Oma Ade nya nangis lagi, mama masih dalam bilik mandi," teriak Belina berlari ke arah opa nya


" Syam kejap ye umi nak liat farel dulu," kata umi, berjalan menuju kamar kak Ros


umi masuk dalam kamar melihat farel yang sedang terbaring lemas di atas tempat tidur ya farel baru-baru keluar dari rumah sakit anak batita itu sedang sakit,


umi menggendong cucunya itu dan mendiam kan nya,


" sayang, farel tampan diam yah cup cup cup, umi menimang-nimang cucunya itu,


tak lama kemudian kak Ros dah selesai dengan hajat nya di kamar mandi,,

__ADS_1


..." mari sini umi,, ooh sayang nya mama kenapa,anak mama haa kenapa sayang," kata kak Ros sambil terus menimang-nimang anaknya...


karena farel sudah di tangan mamanya maka umi pun keluar dia akan melanjut kan percakapannya dengan Hisyam kembali,


" halo Syam," panggil umi,


" iya umi, farel dah sehat ke umi," tanya hisyam


" belum sembuh sepenuh nya masih rewel sedikit Syam biasa lah anak kecil masih rentang dengan lingkungan," kata umi,


" haa Syam umi telfon ni nak tanya pasal yang umi tanyakan masa tu," tanya umi


" pasal yang mana umi," tanya Syam balek sebenarnya dia tau maksud uminya


" jangan nak mengelak lagi Syam," kata umi mulai menaikkan volume suaranya


" betul umi Syam tak faham," kata Syam lagi


" pasal pempuan tu yang Syam kata nak bawa balek jumpa umi dan Abah," tanya umi


Hisyam terdiam dia tak tau nak cakap apa pasal nya perempuan yang Syam maksud masa tu dah balek Duluan dengan lelaki lain,


" bagus umi tunggu nanti," kata umi lalu mematikan telfon nya,


tinggal lah hisyam dalam kegelisahannya,


" apa dah jadi, kenapa bisa macam ni ya Allah.. semua tak sesuai rencana," ucap hisyam pada dirinya sendiri, pusing dengan masalah yang di hadapinya,


hisyam berniat keluar menenangkan hati dan pikiran nya, mungkin dengan keluar dari rumah bisa mendapat solusi, atas masalah yang dihadapi nya,


Hisyam mendatangi tempat favorit yang biasa di kunjungi nya bersama Nana selama setahun ini,


sampai di sana hisyam memarkir mobil nya lalu melangkah masuk,, dari jauh hisyam melihat yang sama persis Nana hisyam mempercepat langkahnya, menghampiri perempuan tersebut,


" Nana " sapa hisyam, perempuan tersebut menoleh ke arah hisyam,


" maaf sya kira kawan saya tadi," hampa semakin hampa perasan hisyam orang yang di harap berada di sana tak di temukan,

__ADS_1


* * *


Nana juga memasuki tempat yang sama, dengan hisyam, amun siapa sangka Nana melihat hisyam dari jauh bersama dengan perempuan tadi, Nana pun mengira bila perempuan itu adalah pengganggu hubungannya dengan hisyam


rasa kecewanya pada hisyam semakin bertambah besar, Nana melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut


harapan nya kembali pada hisyam semakin tipis Nana melajukan mebilnya menjauh dari tempat tadi, sekarang tujuan Nana adalah danau mungkin dengan melihat tenangnya air danau juga dapat menenang kan hati nana yang bergemuru,


sesampai di sana Nana memarki mobil nya dan berlari ke tepi danau, Nana menangis sejadi-jadinya meluapkan semua keluh kesahnya pada air danau yang tenang,


" kau jahat Syam jahat jahat jahat," teriak Nana sambil melempar batu pada danau tersebut sekencang-kencangnya mengeluarkan perasaan marahnya geramnya jengkel nya,


ada rasa bersalah pada hisyam tentang malam itu, pasalnya Nana lah yang meminta untuk menyudahi hubungan mereka,


tapi kenapa sekarang dia marah bila liat hisyam bersama perempuan lain, apa rasa sayang Nana pada hisyam masih ada, apa Nana Masi tak rela bila hisyam bersama perempuan lain,


berbagai pikiran berkecamuk di dalam pikiran Nana, tak rela sudah pasti namun apa daya Nana sendiri yang menyudahi hubungan mereka


waktu tak terasa berjalan, sejak siang hingga senja Nana masih duduk di tempat yang sama, merenungi nasibnya sendiri, apa keputusannya sudah tepat,


tak lama kemudian Nana beranjak berdiri menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan, di ulangi hingga tiga kali,


apa pun yang terjadi ini lah keputusan nya suka atau tidak dia harus mengikuti keputusan yang dia buat sendiri,


" bismillah, " ucap Nana lalu melangkah meninggalkan danau tersebut, meninggalkan keluh kesah dan deritanya, dia tetap harus terus melangkah maju kedepan


Nana yakin Allah akan selalu ada bersamanya, Allah akan menunjukan jalan yang terbaik padanya,


Nana menaiki mobilnya melaju pergi meninggalkan danau meninggalkan semua perasaan yang akan membuat hidupnya menderita,


* * *


Mira sedang berada di depan rumah milik Nana dia sedang menunggu sahabatnya di teras rumah nya,


hari ini dia juga sedikit kesal pada Rudi pasalnya dari tadi pagi dia menghubungi kekasih nya itu namun tak ada jawaban, Mira juga sempat singgah di rumah kos Rudi tapi hasilnya sama


rumah Rudi kosong tak ada orang, rasa kesalnya bertambah saat sampai di rumah Nana juga kosong kenapa kah hari ini, dia sial sangat, macam semua masalah merapat pada dia je,

__ADS_1


tak lama kemudian mobil Nana memasuki area pekarangan rumah, Nana turun dari mobil heran melihat mira sudah menunggu di depan rumah dengan muka murung cemberut, tak biasa-biasanya Mira nak menunggu


terkecuali dia sedang ada masalah ...


__ADS_2