
hari ini tepat lima bulan hisyam pergi dan sampai saat ini juga Hisyam tidak pernah memberi kabar atau mengirim pesan pada nya,,
Nana merasa dirinya di gantung dia tidak tau apa nama hungannya dengan Hisyam harus kah dia menyerah tapi bagai mana jika hisyam tetap mempertahankan hubungan mereka
Nana bingung entah apa yang harus dia lakukan melangkah atau berhenti,,
Nana termenung mengingat kembali kejadian lima bulan lalu saat hisyam akan berangkat ke London..
Hisyam memeluk wanita paruh baya sambil menangis tersedu-sedu,,Nana tidak tahu itu siapa tapi dia menebak itu ibunya hisyam sebab dalam pelukan nya orang tua itu memberikan nasehat pada hisyam
lalu Hisyam beralih ke sebelah kanan ibunya,, Nana menebak orang tua itu adalah bapak hisyam
"jika kita pergi untuk menuntut ilmu,, belajar bersungguh sungguh gunakan kesempatan ini untuk menggapai cita-cita yang tinggi gunakan waktu sebaik mungkin, buat umi dan Abah bangga pada Syam " kata Abah hisyam menasehati anak bungsu nya
Hisyam memeluk dan mencium tangan Abah nya
lalu dia beralih pada wanita yang sedang hamil besar dia adalah kak Ros kakak tertua hisyam kak Ros sudah menangis dari tadi matanya sudah mulai bengkak
"Syam titip umi dan Abah,, sering-sering berkunjung ke rumah Mak dan Abah" kata hisyam sambil memeluk kakaknya
kak Ros tak kuasa nak berkata-kata dia hanya mengangguk,,lalu hisyam beralih pada kakak iparnya
"tolong jaga kan ka long aku bang" kata hisyam lalu mencium tangan kakak iparnya
"hati hati dan jaga diri baik-baik jangan nak bergaul sembarang orang,," kata Farid kakak ipar hisyam
hisyam beralih lagi pada abang keduanya
__ADS_1
"bang Hasyim Syam titip tolong jaga kan umi dan Abah,,bila ada apa-apa cepat hubungi Syam" katanya sambil memeluk abangnya
"Syam belajar lah elok elok kak sana jangan risaukan umi dan Abah,,ada Abang kak Ros bang Farid dan kak Yana yang akan jaga umi dan Abah" kata Hasyim sambil menepuk pundak adik nya
lalu hisyam beralih pada kakak ipar perempuan nya,,dia menjabat tangan Yana lalu mencium nya
"jaga diri baik-baik kak kampung orang,, jangan lupa kabari kami jika dah sampai"
hisyam hanya mengangguk menjawab pesan ipar perempuan nya
lalu tiba saatnya giliran Nana semua mata mengarah pada Nana,, Hisyam mengambil tangan Nana menggenggam nya dengan erat Nana dapat merasakan tangan Hisyam bergetar,,lalu hisyam membawa tangan Nana ke mulutnya mencium tangan Nana lama hingga Nana rasa tangan Nana basah karena air mata Syam
"Nana kena jaga diri elok-elok,,Syam akan selalu merindukan Nana," kata hisyam
"jangan lupakan Nana," kata Nana sambil menangis tersedu-sedu hilang sudah rasa malunya di depan keluarga Hisyam
kata hisyam sambil memegang dadanya
"Syam pergi dulu tunggu Syam kembali" kata hisyam lalu mencium tangan Nana sekali lagi
"Mira aku minta tolong kau jaga kan Nana tuk aku" pesan hisyam pada Mira sahabat Nana
"kau jangan risau Syam fokus pada masa depan kau saja,, soal Nana serahkan pada aku" kata Mira
hisyam hendak melangkah tapi dia berpaling Kembali pada Nana Hisyam menghapus air mata Nana,,
"jangan menangis Syam hanya pergi sebentar,,tunggu Syam balek lalu kita akan bersama lagi oke" pesan hisyam,,bukan nya berhenti menangis Nana malah semakin tersedu-sedu lalu Tampa sadar hisyam menarik Nana kedalam pelukannya
__ADS_1
hatinya sangat berat untuk meninggal kan Nana sendiri,, namun dia harus pergi untuk mengejar mimpinya mengejar cita cita nya yang sudah di depan mata,,
Hasyim datang dan menepuk pundak adik nya memberi isyarat jika dia sudah harus pergi,, hisyam mendongak kan kepalanya melihat Abang Hasyim berada di belakang nya
"dah saatnya pergi" kata Hasyim,,
Hisyam mengangguk dan berjalan ke arah uminya memeluk dan mencium pipi dan tangan umi nya
"umi jaga kesehatan ya jangan risau kan Syam ,, sebap Syam dah besar dah bisa jaga diri" kata Syam sekali lagi lalu melambaikan tangan berjalan masuk ke dalam pesawat yang akan membawa nya terbang ke London,,
semua menangis tersedu-sedu menyaksikan kepergian nya,termasuk Nana gadis itu dah dari tadi berada dalam pelukan Mira sahabat nya
kakinya terasa lemas tak bertenaga,, Mira menuntun Nana keluar dari bandara,, Nana harus di tenang kan dulu sebelum pulang ke rumahnya
Mira memberikan air mineral pada Nana beharap bisa memberi tenaga buat Nana
"kita balek sekarang ?," tanya Mira pad Nana,,
"kejap lagi boleh" kata Nana pula Mira hanya mengangguk kan kepala nya,,
"nak makan dulu tak" tanya Mira lagi
Nana hanya menggeleng tanda dia tidak mau makan,,
ttak kan lah aku nak kelaparan kots kata Mira dalam hati,, perutnya dah berdisko meminta di isi namun Nana masih belum beranjak dari sana
* * * *
__ADS_1