Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
berteman


__ADS_3

Nana masih termenung di tempat duduk nya bayangan kenangan nya dengan Hisyam masih menari-nari di ingatan,, air mata masih senantiasa mengalir deras di pipi nya,, ia bingung entah apa yang harus dia lakukan,,


Tampa Nana ketahui ada sepasang mata yang memperlihatkan nya sejak tadi


ya Reinaldi sejak tadi memperhatikan Nana dari jauh, dari pertma Nana berada di taman itu tapi dia tidak memiliki berani untuk langsung menemui Nana,,


ia sadar bahwa selama ini Nana selalu menghindar dari nya walaupun hanya sekadar untuk menyapanya.


sekuat tenaga ia lawan rasa untuk menghindari perlahan tapi pasti dia berjalan mendekat ke arah Nana


"dah puas menangis" tanya Reinaldi


Nana yang tidak melihat Reinaldi datang sedikit terkejut


"bila Nana butuh teman Rey siap untuk menjadi tempat berlabuh Nana" lanjutnya lagi


Nana masih belum mengeluarkan suara juga


dia Masi mengatur nafas dan perasaannya,


"sejak bila Rey Kat sini" akhirnya suara Nana keluar jua


"sejak Nana tiba Kat taman ni" jawab Reinaldi


"maaf bukan maksud nak membututi Nana Rey hanya hawatir melihat keadaan Nana tadi" jawab Reinaldi yang mendapat tatapan tak sedap dari Nana


"Nana bila Nana ada masalah Rey siap jadi teman Nana,, Nana boleh call me" tambah nya lagi


Nana kembali menangis dan berkata


"maaf "


"kenapa minta maaf Nana tak salah apa pun" jawab Reinaldi


"maaf kn sifat Nana selama ini" kata Nana


"it's okay" jawab Reinaldi


"teman " Reinaldi mengulurkan jari kelingking nya pada Nana


"teman " Nana menerima uluran jari kelingking Reinaldi

__ADS_1


* * * * *


Maria gelisah sejak pagi dia menghubungi nomor Nana tak pernah tersambung,, pagi tadi nomornya masih aktif tapi sekarang sudah non aktif hatinya gelisah semenjak dia menikah lagi Nana semakin menjauh darimu


bahkan alamat tempat tinggal dan kantor tempat Nana bekerja pun di rahasiakan nya


terakhir kali Nana pulang tiga bulan lalu,,


" BI jah Nana pergi ke mana ni dah jam segini masih belum ngasih kabar jua" maria memang sedang berada di dapur bersama BI Ijah


"Nana ada tak call bibi hari ini" tanya Maria lagi


"tak ada,,mungkin Nana sedang keluar dan ponsel dia terlupakan kot's " jawab BI Ijah


"tapi ni dah nak masuk asar,,Kat mana agak nya dia nii" kata Maria lagi


tiba-tiba Tasya datang menghampiri dia tau kalau Maria sedang gelisah


"mama sedang apa Kat sini" tanya Tasya sahaja


"tak,, mama sedang liat BI Ijah saja" jawab Maria


"ya ke mama tak tau lah,, Tasya suka ke " tanya Maria


"suka sangat lah mama" jawab Tasya antusias


"bila Tasya suka minta beli pada papa ye" kata Maria lalu berdiri meninggalkan BI Ijah dan Tasya yang sebentar lagi akan naik pitam,,


Maria TDK peduli dengan Tasya lagi mau dia marah atau mengadukan dirinya pada Rahman pun dia tak peduli,,karna selama tiga bulan bersama dengan mereka Tasya terus saja menghambur-hamburkan duitnya sangat berbeda dengan Nana yang tidak suka membeli barang yang menurutnya tidak penting


Maria sadar bahwa selama tiga bulan ini Nana memberikan waktu untuk mereka,, tapi kenapa Nana harus menjauh dari nya


Tasya yang masih berada di dapur marah marah TDK jelas pada BI Ijah


"apa lah Bi jah ni bisa tak kalau masak tak paya nak bising bising ganggu orang je" katanya sambil berlalu dengan kaki yang di hentakan


BI Ijah mengurut dada nya,,apa lah salah nya dia memang jika wajan ketemu Sutil akan menimbul kan bunyi lalu siapa yang salah di sini


* * * * *


sore hari baru Nana berada di rumah dia dan Rey dah berteman,,

__ADS_1


Nana merai benda pipih miliknya yang sedari pagi belum sempat di sentuh nya


"ponsel Nana mati" Nana berbicara pada dirinya sendiri


Nana berdiri mencari alat pengisi daya miliknya


setelah mengisi ponsel miliknya dia menyalakan ponsel miliknya,, baru juga online sudah banyak notifikasi yang masuk panggilan dari mama nya chat-chat dari mama


Nana mengeluh bukan dia tidak mau mendengar suara bujukan mamanya bukan dia hanya sedang TDK ingin di ganggu dulu karna suasana hatinya sedang TDK baik-baik saja dia


Nana menyimpan ponsel miliknya di meja dekat nya ,,, Nana berdiri mengambil handuk dan berlalu masuk ke kamar mandi,,,


"sayang Nana dari mana ja ni penat mama call Nana dari pagi tadi" saat telfon Maria terhubung Maria langsung memberondong Nana dengan pertanyaan


"maaf Nana tadi keluar tak bawa ponsel terlupa tadi" jawab Nana


"kapan Nana pulang,,mama rindu Kat Nana dah tiga bulan Nana tak balik-balik" tanya Maria


"Nana masih sibuk lagi,,ada proyek baru yang nak Nana kerja kan," jawab Nana


"klau macam tu bagi mama alamat Nana biar mama yang datang Kat sana" Maria tak mau kalah lagi kali ini


"mama tak paya nak repot tuk datang tempat Nana,,kalau mama datang sini macam mana dengan om Rahman dan Tasya," tanya Nana


"mama akan datang dengan om Rahman Tasya biar di rumah aja dengan bi Ijah" jawab Maria


"tak paya lah mama biar nanti bilah Nana dah tak sibuk Nana balik," Nana belum mau memberikan alamatnya pada Maria


"sayang kenapa Nana berubah Nana menjauhi mama,, salah kah bila mama nak mencari kebahagiaan mama sendiri mama pun nak punya sandaran tuk masa tua mama" kata Maria yang telah di banjiri oleh air mata


sebenarnya hati Nana sakit mendengar suara tangisan mama nya,,


"mama jangan cakap macam tu Nana sayang kan mama sangat sayang,, Kat dunia ni Nana cuma punya mama ja" Nana pun ikut menangis


"kalau macam tu balik lah sini mama rindu Kat Nana" suara Maria sudah mulai melembut


"insya Allah Nana tak janji tapi Nana akan usaha kan" kata Nana


Maria berharap Nana bisa seperti dulu lagi Maria rindu dengan sifat manjanya Nana sifat ceria nya yang senantiasa mencerita kan semua yang dia alami,,


* * * * *

__ADS_1


__ADS_2