
Nana sedang melamun di dalam kamar nya sambil memegangi kartu undangan ulang tahun Belina di tangan nya,,
saat pulang tadi Nana langsung masuk ke dalam kamar nya dengan alasan ingin beristirahat
tapi sebenarnya Nana tak sabar ingin membaca kartu undangan yang di berikan kak Ros pada nya tadi.
harus kah dia bahagia dengan kenyataan ini kenyataan bahwa Hisyam masih lajang atau belum memiliki istri dan anak,,
ya dalam kartu undangan ulang tahun Belina tertulis nama ayah dan ibunya dan Nana tau itu nama kak Ros dan suami nya bang Farid
Nana berfikir harus kah dia datang, di acara ulang tahun Belina putri dari kak Ros itu
Tapi dia belum siap bertemu dengan hisyam,
walau bagai mana pun hisyam tetap bersalah pada nya sebab selama tiga tahun lebih di London hisyam tidak pernah sekali pun memberikan kabar pada nya,,
Nana jadi delema antara pergi dan tidak,,
bila dia pergi dia akan bertemu dengan hisyam tapi bila tak pergi dia tidak enak hati pada kak Ros,,
Nana bingung jadinya,,
* * *
sedangkan di rumah kak Ros kakak dari hisyam sedang sibuk mempersiapkan acara ulang tahun Belina,,
rumah kak Ros sudah di hiasi dengan bunga-bunga dan balon-balon yang cantik
Hisyam sibuk membantu merias rumah kakaknya tak ketinggalan juga Belina gadis kecil itu juga kadang sibuk membantu kadang jga sibuk bermain lari-larian
kak Ros dan yang lain juga sibuk di dapur mempersiapkan segala macam makanan yang akan mereka suguhkan di acara besok
umi Farah juga ikut membantu sedikit-sedikit kecuali Abah omar dia hanya duduk sambil memperhatikan orang-orang sedang sibuk bolak-balik mengerjakan tugas mereka masing-masing,,
bunyi kelakson mobil terdengar dari luar rumah hisyam dan Abah omar keluar untuk melihat siapa yang datang,
"assalamualaikum, Abah" ternyata Abang Hasyim dengan istri nya lah yang datang Abang Hasyim menjabat tangan Abah dan mencium nya,,
"walaikumsalm," jawab Abah sambil menyambut uluran tangan dari anak dan menantu keduanya
Abang Hasyim memang tinggal agak jauh dari keluarga, karena Abang Hasyim tinggal bersama keluarga dari istri nya,,
istri Abang Hasyim adalah anak tunggal dari keluarga nya,, jadi mau tak mau Abang Hasyim harus ikut tinggal bersama dengan keluarga kak Yuna istri Abang Hasyim,
Hisyam juga menjabat dan mencium tangan kakak kedua nya itu beserta kakak iparnya yang sedang hamil juga,, tapi perut kak Yuna lebih besar dari perut kak ros
Ros dan umi Farah juga ikut keluar mendengar suara ribut-ribut dari luar,,
"dah sampai rupanya," sapa kak Ros sambil memeluk adik dan adik iparnya
"macam mana dalam perjalanan tadi," tanya umi Farah pada menantunya yang sedang hamil juga perut Yuna lebih besar dari perut kak Ros,,
sebab kata dokter kak Yuna sedang mengandung anak kembar, itu lah sebabnya kak Yuna susah untuk berjalan sendiri,,
"mari masuk kedalam semua," panggil Abah yang lebih dulu masuk dalam rumah
__ADS_1
"wah dah cantik rupanya," kata Yuna memuji hasil karya dekorasi hisyam
Belina yang sedang bermain tak perasan bila uncle dan aunty nya dah sampai,
"bel coba tengok siapa datang," panggil Ros pada anaknya
Belina yang sedang bermain, menoleh ke mama,
"uncle syim aunty Yuna," katanya sambil berlari memeluk uncle dan aunty yuna
"mana hadiah untuk bel," tanya Belina
"kapan ulang tahun nya,," tanya Hasyim pada kemanakan nya,
"besok," jawab Belina
"berarti kadonya pun besok," kata Hasyim sambil mencubit pipi gembul Belina gemes rasanya,
"syim kau Bawak istri kau tu masuk kamar tamu untuk istirahat, penat agak nya dia tu,"
kata umi Farah
Hasyim hanya mengangguk mengikuti arahan dari orang tuanya, sebab memang Yuna harus beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh,
* * * *
Nana sedang bersiap-siap di dalam kamarnya semalaman dia berfikir antar pergi atau tidak ke acara ulang tahun Belina putri dari kak Ros,
tapi bila tak pergi Nana rasa Berat hati pada kak Ros,,
betul kata kak Ros, mereka harus bicara untuk menyelesaikan masalah mereka berdua, bukan terus-menerus menghindari, pesta
Nana sudah siap untuk berangkat ke acara ulang tahun Belina,,
BI Ijah sedang membersihkan dapur setelah para majikan nya sarapan tadi pagi,,
Maria dan om Rahman sudah berangkat ke kantor dan Tasya entah kemana anak itu pergi
"BI jah, Nana nak pergi ke acara ulang tahun anak dari teman Nana,," kata Nana
"mungkin Nana balik agak sorean dikit, siapa tau mama pulang lebih dulu tolong bagi tahu mama, pasalnya Nana lupa tak bagi tau tadi pagi," kata Nana lagi
"iya nanti bibi bagi tau," kata BI Ijah
"kenapa pula dengan muka tuu nampak tak semangat je," kata BI Ijah lagi
"tak da Pa pe, Nana pergi dulu lah Bi kawan Nana dah nunggu nana," pamit nya Nana tidak ingin BI Ijah menyelidiki nya lebih lanjut
Nana berangkat menggunakan mobil mamanya karena semenjak menikah lagi Maria sudah jarang menggunakan mobil sendiri
biasanya dia akan berangkat bersama dengan suaminya,
Nana melajukan mobilnya menuju rumah kak Ros,
tapi sebelum sampai di rumah kak Ros, Nana singgah dulu di toko mainan,, dia akan membelikan hadiah untuk balina
__ADS_1
Nana masuk ke dalam toko mainan itu seorang pegawai toko datang menghampiri nya dan bertanya kepada Nana,
"silahkan, ada yang bisa saya bantu," tanya pegawai toko tersebut
"iya, saya sedang mencari hadiah untuk anak usia tiga tahun, kira-kira apa ya,," tanya Nana pada pegawai toko Tersebut
"anaknya cewek atau cowok,"tanya pegawai toko
"cewek sih," jawab Nana
"anak perempuan usia tiga tahun, bisa nya lebih suka mainan seperti boneka, masak-masakan dan yang seperti ini,,"kata pegawai toko sambil mempersilahkan Nana memilih mainan
Nana melihat-lihat kira-kira apa yang bagus dia berikan kepada Belina
* * *
di rumah kak Ros sudah mulai ramai anak-anak berdatangan di temani oleh orang tua masing-masing,,
Belina sudah duduk cantik di kursi yang di sediakan, di depan nya sudah terhidang kue ulang tahun yang besar dan cantik
kak Ros masih sibuk mempersilahkan tamu-tamu nya masuk,
saat Nana sampai di rumah kak Ros Nana tidak langsung turun dia terdiam sebentar di dalam mobil mengatur nafas dan perasaannya terlebih dahulu,,
dia melihat kak Ros dan bang Farid sedang menyambut para tamu,
Nana mengeluarkan kaca mata dari dalam tas dan mengenakan nya untuk jaga-jaga mana tau air matanya tidak bisa di ajak komfromi
Nana mengambil kotak kado berwarna pink yang berukuran cukup besar, berjalan ke arah rumah kak Ros
"assalamualaikum," salam Nana
"walaikumsalm, Alhamdulillah Nana datang, kenalkan ini suami akak, dulu pas hisyam belum sempat kenalan kan,"
jawab kak Ros sambi memeluk Nana
Nana juga ngulur kan tangan pada bang Farid
Nana masuk di temani dengan kak Ros, sebenarnya kak Ros sedang mencari-cari keberadaan hisyam,
entah kemana anak itu, ucap nya dalam hati
kak Ros mempersilah kan Nana duduk di kursi yang telah di sediakan
Abah omar dan umi farah memperhatikan Nana
"macam perna nampak je, kak mana yah," kata umi Farah
"entah lah tapi orang nya cantik lah sejuk mata memandang," kata Abah omar yang mendapat pukulan ringan dari istri nya
Nana duduk di kursi sambil melihat sekeliling Nana tidak bisa membohongi dirinya yang dia sedang mencari keberadaan hisyam
dilihatnya Belina yang sedang bermain dengan teman-teman nya,,Nana sempat berburuk sangka kepada anak kecil itu,
* * * *
__ADS_1