Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
membujuk orang yang merajuk


__ADS_3

hari Minggu identik dengan waktu untuk bersantai bersama dengan orang terkasih kendati demikian, tak semua orang memiliki kesempatan akan momen seperti ini, dan memilih melakukan hal lain yang bermakna bagi diri sendiri,


begitu pun dengan Nana kalau biasanya di hari Minggu dia habiskan untuk jalan-jalan bersama hisyam tapi tdk hari ini


sebab semenjak kejadian malam itu Nana terus menunggu kedatangan hisyam untuk menjelaskan tentang perihal yang berlaku namun sampai sekarang ini hisyam tak pernah muncul di hadapan Nana


Hisyam hanya menelfon dan mengirim pesan singkat pada Nana, namun telfon hisyam tak pernah di angkat oleh Nana pesan nya pun tak di balas, kadang di hapus sebelum di baca nya,


pagi ini Nana berencana hendak joging di kawasan perumahan sederhana tempat Nana tinggal, Nana yang sudah siap melangkah keluar siap untuk berlari


namun pintu baru terbuka hisyam sudah berdiri di depan Nana, Nana kaget dan dengan cepat Nana hendak menutup kembali pintu rumah Nana,


namun kalah cepat dengan gerakan hisyam menahan tangan Nana,


" lepas," Nana berontak hendak melepas kan genggaman tangan hisyam namun gagal sebab hisyam lebih kuat


" Nana Syam mohon bagi waktu Syam jelas kan " belum sempat hisyam menyelesaikan ucapannya Nana sudah memotongnya


" apa yang nak Syam jelas kan, dah terlambat," kata Nana dan coba terus melepaskan ngenggaman tangan hisyam


" oke Syam minta maaf, sebab malam tu, tapi dengar dulu penjelasan Syam," kata hisyam


" tak ada yang perlu Syam jelas kan lagi, semua dah berlalu," kata Nana dengan suara marah


Nana terus saja mencoba melepas kan genggaman tangan nya dari tangan hisyam,


" oke, oke Syam salah Syam minta maaf," kata hisyam lalu perlahan melepaskan genggaman tangan nana


" lima menit," kata Nana lalu membelakangi hisyam


" oke pertama Syam minta maaf pasal malam tu, sebenarnya hari tu umi dan abah Syam datang, dan malam nya mereka meminta syam mengantar mereka pergi makan malam keluarga," hisyam menjeda kata-katanya


" malam tu pun Syam juga gelisah pikir kan nana namun ponsel Syam lowbat, dan kami pulang larut malam sebab Abah jumpa dengan kawan lama Abah," kata hisyam


" dah selesai, dah lima menit," kata Nana sambil memperlihat kan jam di tangannya,

__ADS_1


" Nana jangan lah macam ni, macam perangai budak-budak je," kata-kata hisyam mengundang emosi yang sudah berhari-hari bersarang di hatinya


" budak-budak Syam kata, terus setelah Syam membiarkan Nana menunggu macam orang bodoh malam tu, Nana tetap berharap Syam datang paginya untuk menjelaskan pada Nana, tapi apa yang Nana dapat hampa. dan bodoh nya Nana tetap berharap hingga siang hari," kata Nana air matanya sudah mengalir sedikit demi sedikit sekuat apa pun dia menahanx tetap tumpah jua


" maaf kan Syam, Syam pikir setelah Syam menjelaskan pada Nana tentang kedatangan umi Nana bisa mengerti," kata hisyam lesu


" Syam nak di mengerti, Nana pun nak di mengerti Syam, hari tu mama Nana pun datang setelah empat tahun lebih Nana tinggal kak sini mama baru datang mengunjungi Nana waktu itu mama juga mengundang Nana untuk datang di acara makan malam bersama dengan teman om Rahman tapi Nana tolak sebab Nana tak nak kecewakan Syam," kata Nana panjang lebar


" maaf Syam tak tau kalau mama Nana datang juga," kata hisyam


" syam mudah meminta maaf, namun yang dah terjadi tetap terjadi tak bisa terulang kembali, hati Nana terlanjur sakit Syam," kata Nana mereka telah duduk di kursi teras depan rumah Nana


" Syam tau Syam salah, Syam minta maaf, sebab tak sempat temui Nana, Syam pikir Syam membagi waktu Syam dengan umi, Syam pikir setelah Syam jelas kan pasal kedatangan umi Nana dah mengerti," kata hisyam


" pikir Syam umi datang nya cuma sekali-kali, sedakan untuk Nana tiap hari pun boleh," kata hisyam lagi


" senang Syam cakap andaikan Nana tau pun tak pe," kata Nana


" oke lebih baik sekarang Syam pulang sebab Nana nak joging," kata Nana lagi lalu berdiri mengunci pintu rumah nya, lalu berlari keluar dari pekarangan rumah meninggalkan hisyam sendiri dengan penyesalan nya,


* * * *


Rahman pun tak terlalu memperhatikan perubahan Maria sebab kesibukan nya di kantor banyak menyita waktunya,


Rahman yang sudah selesai mandi mendekati istrinya di tempat tidur, berniat ingin bermanja-manja dengan Maria sebab dua hari sepulang nya dari Maloy Rahman sangat sibuk, dia juga mengira Maria sama sibuknya dengan dirinya,


Rahman baru saja naik ke tempat tidur Maria sudah lebih dulu turun dan melangkah masuk ke kamar mandi,


Rahman menghela nafas melihat sikap Maria yang tiba-tiba saja berubah, Rahman duduk di sofa menunggu Maria selesai mandi,


mereka harus bicara


selesai mandi Maria menggulung rambut nya keatas dengan Handuk lalu melangkah mencari baju untuk di guna kan di rumah,


melihat Maria duduk di meja hias Rahman mendekat,

__ADS_1


" ada apa ni, Awak marah ke," tanya Rahman


namun tak di jawab oleh Maria


" awak bila ada masalah cerita kan pada saye," kata rahman namun Maria masih tak menjawab


" bila awak berdiam terus macam ni pening kepala saye," kata Rahman


" tak de pa pe, cuma lagi malas nak bercakap-cakap je," kata Maria lalu berjalan keluar menuju ruang makan,


" bibi nak masak apa siang ni,?" tanya Maria


" masih tak tahu nyonya, belum liat stok bahan makan di ruan pendingin," kata bi Ijah


" apa kata hari ni bibi temani sya keluar belanja, kita ke pasar suwayan nak tak," tanya Maria


" haa boleh juga tu biar saye antar," tiba-tiba Rahman datang menawarkan diri


" terima kasih, tak paya biar saye sama bi Ijah saja yang pergi, awak nanti bosan bila nak ikut ibu-ibu belanja ke pasar," kata Maria sama sekali tak melihat ke arah Rahman,


" apa lah papa ni sejak kapan papa nak pergi ke pasar, bukannya papa alergi dengan bau padar," tiba-tiba pula Tasya datang menimpali


sejak mendengar pembicaraan antara Tasya dan Rahman malam tu Maria sudah tak terlalu peduli dengan tasya lagi,


" tak pe Tasya sekali-kali je," Rahman masih belum menyerah


" tak paya apa lagi saya nak cari daging dan ikan sotong," kata Maria sengaja menyebut tempat penjualan ikan pasti Rahman tak akan mampu mencium bau amis dari ikan-ikan tu,


" ihh apa lah mama ni, kak market market kan banyak tak paya nak susah-susah ke pasar yang bau tu," kata Tasya bergidik geli mengingat kata pasar


" kak pasar tu lebih fresh daging nya baru-baru semua pula tu, tak macam di market dah berhari-hari lagian saye biasa pergi berbelanja bersama Nana dulu," kata Maria


" Nana memang lebih suka berbelanja di pasar-pasar dari pada di mall katanya jauh lebih murah," Maria sengaja menyebut-nyebut nama Nana sebab ingin melihat reaksi anak dan papa tu,


dan benar saja muka Tasya langsung cemberut Rahman pun sama dia langsung mengambil makanan Tampa berkomentar lagi,

__ADS_1


Maria tersenyum melihat perubahan mereka berdua, mulai sekarang Maria akan selalu melibat kan Nana di setiap aktivitasnya,


* * * *


__ADS_2