Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
Draft


__ADS_3

waktu yang sejak tadi di tunggu-tunggu oleh Tasya pun tiba, Tasya telah siap dia terlihat sangat cantik malam ini dengan gaun terbaik miliknya, dia memakai dress selutut berwarna pink sangat cocok untuk nya


namun bukan hanya Tasya yang terlihat cantik tapi Nana pun tak kalah cantik malam ini, padahal Nana hanya mengenakan sedikit make-up di wajah nya dan baju yang dia kenakan pun baju biasa-biasa saja namun aura kecantikan yang dia miliki sangat terpancar di wajah cantiknya,


" mama Tasya cantik tak," tanya Tasya yang bergaya ala perinses di depan maria


" wah Tasya cantik sangat," kata Maria tulus


tak lama kemudian Nana pun keluar dari kamar


Maria langsung menghampiri Nana,


" anak mama cantik-cantik semua senang rasa hati mama," kata Maria juga pada Nana,,


Tasya terlihat sibuk mondar-mandir mengatur semua persiapan, hari sudah lama di nanti kan oleh Tasya jadi dia tak ingin ada kesalahan


sedikit pun,


" bi jah coba tengok dia nampak sibuk sangat hari ini, hari-hari sebelumnya dia tak pernah mau bekerja sedikit pun," kata Nana


" iya lah sebab dia nak semuanya terlihat sempurna, dia nak keluarga lelaki tu tau konon yang dia tu rajin sangat," ka bi Ijah yang tangan nya sedang sibuk memotong kue-kue yang di buatnya tadi siang bersama Nana,


tak lama kemudian terdengar suara deru mobil berhenti di depan rumah, bukan hanya satu tapi ada tiga mobil mewah yang berhenti hampir bersamaan,


" iya lah bi jah banyak tamu dia, pantas mama belanja banyak sangat," kata na ikut membantu pekerjaan bi jah, menyiapkan semua makanan dan menata di meja makan,


Maria rahman dan Tasya menyambut mereka semua, Tasya yang berada di samping papanya langsung terpesona melihat ketampana hisyam, hisyam yang sejak dulu dia nanti-nantikan akhirnya ada di depan matanya sekarang ini,


Rahman dan Maria menyalami semua tamu-tamu nya dan mempersilahkan mereka semua masuk, tak lama kemudian bi jah datang untuk memberi tau bila semua makanan dah siap,

__ADS_1


" nyonya semua makanan nya sudah siap," kata bi Ijah lalu masuk lagi ke dalam,


" karna semua makanan sudah siap, mari kita makan malam dulu, nanti kita lanjutkan lagi obrolan nya setelah makan," kata Maria dengan sopan,


mereka semua bersama sama menuju meja makan, untuk menyantap makanan yang sudah di siap kan,


Tasya sejak tadi sudah mencuri-curi pandang pada hisyam, tapi hisyam biasa saja bahkan hisyam tak sekali pun melihat ke arah Tasya,


mereka semua duduk di kursi yang telah di sediakan, tak lama kemudia Nana datang dan langsung duduk di samping mama nya,


dengan santai,


Nana tidak memperdulikan para tamu-tamu itu toh mereka ada lah tamu-tamu Tasya buka tamunya,


kak Ros memukul paha hisyam di bawa meja sejak tadi mata kak Ros melotot melihat keberadaan Nana di antara mereka,


hisyam melihat kak Ros dengan perasaan bingung, kak Ros memberi kode pada hisyam dengan matanya, hisyam mengikuti arah mata kak Ros,


" kenalkan ini anak saya Namanya Nana dia juga kerja dan tinggal di kota Maloy," kata Maria memperkenalkan anaknya pada mereka semua,


Nana tersenyum manis pada semua tamu yang ada di hadapannya, namun senyuman itu tiba-tiba surut saat matanya bertatapan dengan mata hisyam dan kak Ros,


Nana yang tadinya tersenyum ceria tiba-tiba murung dan menunduk kan wajahnya, hatinya yang mulai membaik kini kembali terluka,


bahkan luka itu kian membesar, dia tidak masalah bila hisyam akan menikahi perempuan lain tapi kenapa harus Tasya, dia tidak sanggup untuk terus berhadapan dengan hisyam setiap hari,


" mari silakan kita nikmati makanan yang telah di sediakan bersama-sama," Rahman mencairkan suasana yang mulai membeku,


" nak Tasya ambilkan sesuatu," Tasya mencoba untuk mendekat kan diri pada hisyam dan memperlihatkan kebanggaan nya pada Nana,

__ADS_1


" no thank you," tolak hisyam Tampa melihat ke arah Tasya, Tasya yang di tolak merasa kesal,


" Nana tak makan lagi," tanya Maria pada anaknya, pasalnya piring Nana masih terlihat kosong,


Nana terkejut mendengar namanya di sebut, terpaksa Nana mengambil makanan yang ada di hadapannya, Nana berusaha menetralkan perasaan nya menyembunyikan air muka nya yang tiba-tiba berubah, sebisa mungkin dia tersenyum,


dan semua itu tak lepas dari pandangan hisyam dan kak Ros, Tasya yang sadar hisyam terus melihat kearah Nana merasa marah dan bertambah benci pada Nana,


Nana sudah tak sanggup lagi menahan air matanya yang sejak tadi di tahan oleh nya, Nana terpaksa minta diri pada mamanya Maria Hanya mengangguk,


Nana berjalan cepat masuk kedalam mencari keberadaan bi jah, bi jah tak terlihat di dapur, Nana berjalan menuju kamar bi jah Nana yakin bi jah ada di sana,


air mata yang sejak tadi di tanah sudah tumpah membasahi pipi, Nana mengetuk pintu kamar bi jah, menunggu sebentar hingga kamar itu terbuka luas,


Nana Langsung memeluk bi jah dan menangis tersedu-sedu dalam pelukan orang tua itu,bi jah yang tak tau apa-apa merasa heran dan terkejut,


" Nana apa jadi ni, Nana kenapa cakap pada bi jah," tanya bi jah risau


Nana terus saja menangis di pelukan bi jah, bi jah hanya bisa mengusap-usap punggung Nana, air mata orang tua itu juga ikut keluar hati nya ikut sakit melihat Nana tersakiti seperti sekarang ini,


pelan,pelan Nana melepas pelukannya, dari bi jah, bi jah melihat Nana meletakkan kedua tangannya di pipi Nana,


" cakap pada bi jah ada apa," kata bi Ijah


" bi jah orang yang akan menjadi suami Tasya adalah hisyam boy friend Nana," kata Nana terduduk lesuh di lantai,


" apa..yah Allah kenapa bisa, Nana yang sabar yah sayang," kata bi jah juga ikut duduk di lantai menenangkan Nana


" Nana tenang ye ada bi jah yang akan senantiasa menemani Nana di sini,"

__ADS_1


" kenapa harus Tasya bi jah, Nana tak sanggup Nana tak kisah bila Syam nak kawin dengan perempuan lain asalkan jangan dengan tasya," kata Nana terus saja menangis, tersedu-sedu mata Nana sudah mulai membengkak,


cobaan apa lagi ini Tuhan,


__ADS_2