
mentari pagi pagi yang mulai terbit di balik awan nampak sungguh elok.
sinarnya seolah memberi sebuah harapan dan sebuah keindahan yang selalu bersedia memberi kebahagiaan dan kehangatan, baga setiap insan.
jam enam pagi Nana telah bersiap untuk berangkat ke bandara hari ini Nana akan pulang ke Kuala kota kelahiran nana
sedari semalam Maria sudah menelfon dan marah-marah sebab Nana jarang sekali pulang kerumahnya,,
Nana tersenyum melihat penampilannya entah kenapa pagi ini Nana merasa bahagia,,
Nana berjalan keluar menutup pintu rumahnya dan menguncinya dari luar
"pagi pak" sapa Nana pada pak penjaga pos tempat tinggal Nana
"pagi,, cik Nana nak kemana pagi-pagi sangat" tanya pak pos
"saye nak balik Kuala pak" kata Nana
"ooohh nak balik kampung halamannya rupanya," kata pak penjaga pos
"iya,, mari pak saya pergi dulu,, assalamualaikum" kata Nana
" waalaqumsalm," jawab pak penjaga pos
Nana berjalan keluar menuju jalan raya dia akan ke bandara menggunakan taksi sebab bila bawa mobil siapa nak bawah balik lagi,,
Nana sampai bandara jam tujuh kurang, sebenarnya pesawat yang akan membawa nya terbang ke Kuala berangkat jam tujuh lewat lima belas menit
masih ada waktu untuk istirahat sejenak katanya dalam hati,,
* * * *
tepat hari ini juga hisyam mendarat di bandara Kuala hanya saja pesawat yang hisyam tumpangi mendarat jam tujuh pagi sedangkan Nana jam tujuh lewat lima belas menit baru terbang dari bandara Maloy
sayang sekali mereka belum bisa bertemu,,
dari jauh hisyam melihat kakaknya menggandeng tangan anak kecil yang hisyam taksir itu ada lah anak dari kak Ros
"assalamualaikum,, akak sehat,," tanya hisyam sambil mencium tangan kakaknya
"walaikumsalm,, Alhamdulillah akak sehat seperti yang Syam liat," kata kak Ros
"waktu antar Syam berbadan dua jemput Syam pun sama" kata hisyam yang di sambut dengan pukulan ringan di tangannya
" haa kalau yang ni Syam tau pasti Belina gadis kecil yang imut dan cerewet itu kan," kata hisyam
namun anak kecil yang dia sapa masih bersembunyi di balik mama nya dia masih malu-malu kucing pada hisyam,,
" ayo beli salam dulu pada pak su" suruh kak Ros pada anaknya
__ADS_1
Belina mengulurkan tangannya untuk mencium tangan hisyam.
* * * *
tepat jam delapan pagi Nana tiba di bandara Kuala,,
sebenarnya perjalanan antar maloy ke Kuala hanya memakan waktu tiga puluh menit,, tapi cuaca hari ini agak mendung sehingga memperlambat proses penerbangan
Nana menghirup udara segar dalam-dalam senang rasanya melihat kota kelahiran nya sendiri
Nana berjalan keluar menuju parkiran 'tak sabar rasanya nak ketemu mama dan BI Ijah' katanya dalam hati
sebelum sampai rumah Nana singgah di sebuah pusat perbelanjaan Nana berniat tuk membelikan hadiah untuk mama dan BI Ijah
saat Nana sedang asyik memilih-milih apa yang pantas dia berikan pada mama dan BI Ijah tak sengaja dia seperti melihat hisyam di sana
Nana pun mengikuti langkah orang yang mirip dengan hisyam itu
betul kah dia hisyam,,? tapi dia tak sendiri ada seorang anak kecil yang sedang mengandeng tangan nya klau dilihat-lihat umur anak tu sekitaran tiga tahunan
Nana berdiri mematung memperhatikan hisyam dengan anak kecil itu sungguh pemandangan yang sangat menyayat hati,,
Nana tak kuasa menahan air mata dia berlari keluar Tampa membeli satu apapun,,
Hisyam yang tengah menggandeng tangan belina perasaan macam seperti melihat Nana
hisyam menggendong Belina dan berjalan menuju tempat di mana dia melihat Nana
kak Ros datang dari arah belakang Hisyam
"cari siapa ? " tanya kak Ros
"tadi macam nampak Nana " jawab hisyam
"haa mana dia," tanya kak Ros
"dah menghilang" jawab hisyam
"menghilang hebat betul" tanya kak Ros
"pak su ,, pak su Nana tu sapa,,?" tanya Belina gadis kecil yang belum genap tiga tahun itu
yaa Belina adalah anak dari kak Ros kakak sulung hisyam
" aunty Nana sayang,," kata hisyam sambil berjongkok mensejajarkan diri nya dengan Belina
" aunty Nana tu siapa,?" tanya Belina
"aunty Nana tu kawan pak su,," jawab kak Ros pada anaknya
__ADS_1
" terus aunty Nana nya mana" tanya Belina
"dah pergi mungkin aunty Nana tak liat kita tadi," kata kak Ros lagi
" Syam mari kita balik," ajak kak Ros yang melihat hisyam masih mencari-cari keberadaan Nana
" lalu kalau memang dia Nana kenapa dia lari tadi pas liat Syam," tanya hisyam
"Nana tau ke kalau hari ni Syam balik sini," tanya kak Ros pula
" tak tau,, jum kita balik saja lah," kata hisyam lemah
" iya umi dan Abah pasti dah nunggu kita di rumah," kata kak Ros
akhirnya hisyam pulang dengan kecewa tadi nya dia berharap dapat ketemu dengan Nana
* * * *
Nana berlari masuk ke dalam rumah nya air matanya sudah tumpah dari tadi,,
ini kah yang membuat Hisyam menjauhi nya ini kah yang membuat Hisyam hilang kabar dan berita dari nya,,
ternyata hisyam dah punya wanita lain dan bahkan mungkin mereka sudah menikah dan memiliki anak perempuan yang cantik,,
hati Nana hancur kenapa ini semua terjadi padanya dia pun ingin bahagia juga,,
BI Ijah yang melihat Nana datang sambil menangis merasa khawatir,,
BI Ijah masuk untuk menemui Nana di kamarnya dia pastikan bahwa Nana sedang dalam masalah,,
tok tok tok
BI Ijah mengetuk pintu kamar Nana,, Nana yang mendengar suara ketukan di pintu kamarnya
"BI Ijah tinggalkan Nana sendiri Nana tak nak di ganggu dulu,"kata Nana dari dalam kamar nya
BI Ijah sudah Kendal pergi namun suara Tasya menghentikan langkahnya
" BI Ijah sedang apa kak depan kamar Nana," tanya Tasya
"tak da apa," kata ni Ijah lalu pergi dari hadapannya Tasya
"tak apa konon,,tapi tadi aku nampak dia ketuk pintu kamar Nana lah,,apa Nana dah balik lagi,,ni pasti pasal mama yang panggil dia balik," kata Tasya sendiri
Nana menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya,, pertama hisyam pergi dengan sejuta janji yang diucapkan lalu menghilang tanpa kabar,,
Nana berusaha untuk bersabar menunggu waktu ini akan tiba,, namun Tampa dia sadari ternyata hisyam mengkhianatinya bahkan dia sudah punya anak,,
ya Allah cobaan apa lagi ni,, Nana berusaha untuk tegar menghadapi ini semua bukan Nana nak lari dari kenyataan tapi menghindari sebelum terlanjur berdarah,,
__ADS_1
apa lah daya dia hanya manusia biasa yang tidak pernah bisa menerima kenyataan dengan mudah,, oh tuhan kuat kan hati Nana semoga Nana dapat melewati semua ini,,doa Nana dalam hati