Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
Draft


__ADS_3

di dalam kamar mandi Nana kebingungan bagai mana cara melepas gaun pengantin yang masih melekat cantik di badannya, gaun yang, sangat sangat ribet dan susah itu,


sudah berkali-kali nana mencoba untuk membuka resleting yang berada di belakang nya Sorang diri tapi tak bisa,


" sayang dah selesai belum," teriak hisyam dari balik pintu kamar mandi,


dengan terpaksa Nana membuka pintu kamar mandi


" tak mandi lagi," tanya hisyam heran perasaan dah hampir setengah jam Nana berada di dalam kamar mandi,


Nana menggeleng bodoh,


" Nana tak bisa buka baju ni Sorang-sorang" kata Nana suara nya hampir tak terdengar


Hisyam tertawa mendengar jawaban Nana dan ekspresi wajah Nana yang tak dapat dia ucap kan dengan kata-kata


" kenapa tak cakap dari tadi, mari Abang bantu," hisyam membantu Nana melepas baju pengantin yang masih terpasang cantik di badannya,


" Nana malu," katanya lagi,


" sayang Abang ni kan dah jadi suami Nana, tak paya nak malu-malu lagi lebih dari ni pun nanti akan Abang lakuin," goda hisyam


refleks Nana langsung berbalik dan menghadap ke arah hisyam, hisyam tambah tertawa melihat ketakutan di wajah cantik Nana,


dengan sekali tarikan resleting baju yang dipakainya langsung terbuka dan langsung melorot turun dari badan nana,


mata Nana langsung melotot tangannya refleks langsung menyilang di dadanya menyembunyikan Bu*h dada yang hanya mengenakan bra,


kalau bagian bawah Nana masih mengenakan legging jadi masih tak malu-maluin amat,


Nana langsung berlari masuk kembali kedalam kamar mandi, jantung Nana berdebar kencang seakan-akan membuat Nana sesak,


hisyam tertawa, melihat Nana, sebenarnya tadi hisyam pun sempat panas dingin melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya,


pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya dalam hidupnya.


setelah mandi nana kembali bingung melihat hanya handuk kecil yang bila di kenakan olehnya hanya akan menutupi bagian dada dan ******** nya saja,


handuk yang biasa dia kenakan setelah mandi tapi dia lupa mulai hari ini bukan hanya Nana sendiri yang berada di kamar itu tapi ada hisyam juga,

__ADS_1


dengan terpaksa Nana memakai handuk itu, dia membuka pintu sedikit-sedikit sambil mengintip berharap hisyam tak ada di dalam kamar itu lagi,


tapi semua harapan nya musnah saat melihat hisyam malah sudah berbaring di atas tempat tidur, tapi tunggu sepertinya hisyam tertidur, Nana kembali mengintip dari balik pintu kamar mandi,


yah seperti nya memang benar hisyam sepertinya tertidur,


Nana mengurut dadanya dan langsung bergegas keluar dari kamar mandi dan langsung menuju lemari tempat penyimpanan pakaiannya,


hisyam sebenarnya tak benar-benar tidur dia hanya berbaring di atas tempat tidur, dia sudah dapat membaca apa yang akan Nana lakukan setelah mandi sebab dia sempat ke kamar mandi tadi dan dia hanya melihat handuk kecil itu yang tergantung di dalam kamar mandi,


setelah melihat Nana mengenakan pakaian nya hisyam berjalan mendekat pada Nana memeluk Nana dari belakang, aroma wangi sabun yang di pakai Nana menyengat penciuman hisyam


Nana terjingkerak merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang nya,


" mandi lah yang lain pasti sudah menunggu kita," kata Nana sebenarnya Nana masih menghindar sebab masih canggung,


" kejap lagi Abang janji tak buat apa-apa Abang cuma nak memeluk sayang je," kata hisyam


" tapi semua pasti sedang menunggu kita, kita dah hampir satu jam dalam bilik, nanti mereka bisa berfikir yang bukan-bukan tentang kita," kata Nana dia malu bila terus-terusan menjadi olokan


" nak macam-macam pun tak apa, dah halal kot's," kata hisyam masih memeluk pinggang Nana kepalanya di letakkan di antara bahu dan leher Nana,


" cepat lah Nana pun dah lapar," kata Nana terpaksa mengunakan kata lapar agar bisa lepas dari hisyam,


keluh hisyam lalu mengambil handuk bekas Nana dan berjalan masuk kamar mandi


Nana duduk di depan meja rias mengeringkan rambut nya dengan hair dryer, memosi sedikit cream pada wajah nya dan sedikit listip dengan warna natural, selesai katanya


" sayang baju aku mana," tanya hisyam,


" maaf Nana tak siap kan lagi," kata Nana sumpah dia lupa bila dia dah jadi bini Syam dan dia harus melayani semua keperluan Syam,


" tak apa sayang Abang bisa ambil sendiri," katanya dia mengerti Nana belum terbiasa dengan seratus baru ini,


setelah mereka sama-sama siap mereka berjalan keluar menuju ruang keluarga, mereka mencari keberadaan semua keluarga,


" nah panjang umur mereka umi, baru juga sebut nama dah datang pulak orang nya," kata kak Ros


kak Ros dan yang lain sedang duduk berehat kejap memang bila buat hajat tu penat nya bukan main,

__ADS_1


" kalian membicara kan apa," tanya hisyam,


" tak ada, cuma umi tadi yang mencari Nana, bukan Syam," kata kak Ros


"iya lah semua orang cari Nana je," kata hisyam pura-pura merajuk


" Nana sini duduk dekat umi," panggil umi Farah


Nana berjalan mendekat pada umi dan duduk tepat di sebelah umi,


" maaf cuma ini yang bisa umi kasi pada Nana tolong di terima yah," kata umi memberikan kalung emas pada Nana


" Masya Allah umi kalungnya bagus banget Nana suka umi," kata Nana senang


" Alhamdulillah, kalau Nana suka," kata umi,


kak Ros juga maju dan memberikan Nana sebuah hadiah kecil yang berada di tangan nya,


" jangan di lihat hadiah nya ya liat pemberiannya," kata kak Ros


" terima kasih kak Ros," Nana mencium tangan kak Ros


kak Yuna juga maju dan juga memberikan Nana hadiah, hadiah kak Yuna terbilang lebih bagus dan mahal dari yang lain sebab kak Yuna memberi Nana satu set perhiasan yang harganya tak tanggung-tanggung,


" terima kasih kak Yuna, Masya Allah pasti ini mahal sekali kak," kata Nana menerima pemberian kakak-kakak ipar nya,


" tak semahal perjuangan kalian, semoga kamu suka," kata kak Yuna


" di sini yang nikah Syam dan Nana, tapi kenapa cuma Nana Sorang yang dapat hadiah tak ada ke yang nak bagi hadiah pada Syam juga," kata hisyam


" begitulah jadi lelaki Syam kita ni cuma jadi pajangan buat mereka," kata Abang hasyim yang duduk di samping istri nya,


" iya lah kita pun nak juga di beri hadiah," kata hisyam lagi,


" Syam nak hadiah juga," tanya kak Ros


" nak lah siapa yang tak nak hadiah," kata hisyam semangat berharap ada juga hadiah untuk nya,


" ni Syam ambil dan letakkan di dapur, jadi laki nak minta di beri hadiah, yang ada kami orang pempuan ni yang minta hadiah," kata kak Ros memberikan setumpuk piring kotor pada Syam

__ADS_1


semua yang ada di sana tertawa menertawakan hisyam,


* * *


__ADS_2