
hari resepsi pernikahan Nana dan hisyam di gelar sangat meriah, Nana dan hisyam berjalan keluar dengan bergandengan tangan,
semua tamu yang hadir di sana bersorak gembira, saat sang raja dan ratu se hari, melewati mereka, Tasya mengikuti Nana dari belakang membatu mengangkat baju Nana yang panjang nya menghampiri kereta api, kereta api boongan ya gaess jangan terlalu serius,
" pengantin nya sangat cantik dan tampan serasi sangat lah tu," kata salah satu tamu
" iya lah macam nampak bidadari dari kayangan," balas satunya lagi
" yang di belakang tu juga cantik, wajah dia macam tak asing, macam atris model, saya macam pernah nampak dia tapi lupa nama dia siapa," katanya lagi
yang mereka maksud adalah Tasya, tapi mereka tak mengenal nya sebab Tasya yang dulu dan sekarang dah berbeda Tasya dulu selalu tampil seksi dan modis kini dah berubah drastis, menjadi muslimah yang anggun,
dan masih banyak lagi yang mereka katakan, tak paya lah author sebut kan satu-satu nanti novel ni tak cukup,
setelah sampai di atas pelaminan Nana dan hisyam duduk di atas kursi yang telah di sediakan, Tasya setelah mengantar Nana dia turun dan langsung menuju ruang tempat penyimpanan makan untuk mengawasi mana tau ada yang kurang,
Maria dan Rahman, Farah dan Omar juga berjala beriringan menuju panggung mereka akan mendampingi anak-anak mereka,
mereka berempat juga sangat cantik dan tampan, mereka sangat serasi dengan pasangan mereka,
segerombolan teman-teman Nana memasuki pesta, Meraka adalah Mira, Rudi, Reinaldi, hanny,dan kak Merisa,
" happy wedding for you say,
i pray that your marriage Will last
until old age until do you part," kata Mira memeluk sahabat nya itu
" thank you so much, my best friend forever," kata Nana pula
" yes you walk come," katanya tulus dia ikut bahagia melihat sahabatnya bahagia, setelah mereka melewati berbagai macam rintangan-rintangan yang berliku-liku,
" kau tu bila lagi, cepat lah tak paya nak tunggu-tunggu lagi," canda Nana,
" tunggulah kejap lagi," kata Mira sebenarnya dia masih ingin membahas panjang lebar dengan Nana tapi Rey menghentikan nya, dengan terpaksa diapun bergeser
" dah selesai, kami pun nak memberi ucapan selamat juga, bukan kau je," omel Rey
" iya lah maaf, aku tu bila dah jumpa dengan Nana mulut aku tak bisa nak berhenti berbicara," katanya
__ADS_1
Mira tersenyum dan bergeser pada hisyam,
" happy wedding, jaga sahabat aku baik-baik tau," ancam Mira pada hisyam,
" congratulation," kata kak Meri,
" terima kasih kak meri dah bersedia meluangkan waktu untuk Nana," kata Nana
" kak Nana, Hanny akhirnya jumpa lagi dengan akak, akak cantik sangat macam bidadari," puji hanny, juga memeluk Nana,
" Nana selamat,semoga hanya maut yang memisahkan kalian," kata Rey, hatinya hancur tapi dia bahagia melihat Nana bahagia, cinta tak harus memiliki,
" thank you Rey," kata nana dia tau ini pasti berat buat Rey, Hisyam memeluk bahu Nana, melihat itu Rey cepat-cepat bergeser apa lagi di belakang nya masih banyak lagi tamu yang ingin naik memberikan ucapan selamat juga pada Nana dan hisyam,
Nana dan hisyam sudah mulai lelah menyambut tamu-tamu yang tak nak habis-habis dari tadi tak ada putusnya, duduk pun mereka tak sempat,
" sayang penat ke, duduk lah biar saya yang lanjut sendiri," kata hisyam
" tak pe Nana masih sanggup," kata Nana selalu tersenyum,
hingga sore hari semua tamu baru habis, betis Nana terasa nak meletus, Nana duduk di kursi sambil mengurut-urut betisnya yang terasa sakit,
" sayang tak gerah ke," tanya hisyam
Nana menggeleng, bohong siapa yang bisa tahan mengenakan pakaian seperti itu, seharian
" saya gerah lah sayang, mandi dulu yuk, habis mandi baru kita turun sini lagi" ajak hisyam, Nana bingung nak jawab apa, tapi dia pun gerah juga, akhirnya dia mengangguk juga,
semua orang sedang sibuk entah apa yang mereka kerjakan tapi semua tak nampak di mata Nana, mata Nana meliar mencari mana tau ada orang di sana, agar dia dapat lepas dari hisyam,
tapi sayang tak satu pun dari mereka yang nampak di mata Nana, Nana berjalan di belakang hisyam dengan bersusah paya sebab baju yang dipakainya,
hisyam yang merasa Nana berjalan sangat lambat menoleh dan melihat kebelakang nya
" astaghfirullah, sayang maaf saya lupa bila baju sayang tu rambat," katanya lalu membatu Nana mengangkat baju Nana yang bagian belakang,
" kenapa tak cakap sayang bila butuh bantuan saya," tanya hisyam,
Nana hanya membalas dengan senyuman, entah mengapa Nana merasa canggung dengan status baru yang mereka miliki sekarang ini,
__ADS_1
status yang tiba-tiba membuat Nana yang awalnya cerewet menjadi pendiam Nana yang humoris menjadi pemalu, status istri telah mengubah nya, sebenarnya tak berubah cuma mungkin masih malu-malu yah macam tu lah bila pengantin baru,
Nana dan hisyam dah sampai di dalam kamar sekarang, nana terperangah melihat kondisi kamar yang tiba-tiba berubah, tadi saat dia keluar, kamar tu masih biasa-biasa saja
tapi kamar yang sekarang ada di hadapannya penuh dengan kelopak bunga mawar merah yang di hiasi berbentuk hati di atas tempat tidurnya
sejak bila mereka melakukan itu semua, sedang kan mereka semua sibuk di pesta tadi,
Nana masih berdiri mematung di ambang pintu,
" sayang nak mandi lebih dulu ke," tanya hisyam
Nana yang masih berdiri mematung di tempatnya tak mendengar hisyam berbicara,
" sayang kenapa berdiri di situ je," tanya hisyam lagi
" sayang," panggil hisyam sekali lagi
Nana sedikit terkejut mendengar suara hisyam
" kenapa Nana tak bahagia ke kahwin dengan Syam," tanya hisyam
dengan cepat Nana menggeleng kan kepalanya
" habis tu kenapa Nana nampak tak bahagia,"
" Nana bahagia, bahagia sangat, tapi Nana macam tak percaya je dah jadi bini Syam," kata Nana
" sayang, sekarang ni kita dah jadi suami istri itu artinya kita dah di satu kan oleh Allah, apa pun masalah Nana apa pun yang terjadi kita harus lewati bersama-sama saling berpegangan tangan, saling percaya dan saling memahami," kata hisyam
" Abang janji Abang akan jadi suami dan teman yang baik untuk nana,kita sama saling mengingatkan bila berbuat kesalahan ye," Nana mengangguk
" maaf Nana cuma belum terbiasa, tapi Nana janji Nana akan belajar menjadi istri yang baik untuk Abang," akhirnya panggilan Abang keluar juga dari mulut Nana,
Hisyam memeluk Nana mengusap kepalanya,
" mandi lah dulu, habis tu kita sholat ashar sebelum turun, mama dan yang lain mesti dah menunggu kita," kata hisyam Nana mengangguk lalu berjalan ke arah kamar mandi,
* * *
__ADS_1