Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
kado universeri


__ADS_3

Nana merasa semua yang akan di beli sudah ada, saatnya untuk membayar semua yang di beli nya, Nana berjalan menuju kasir untuk membayar semua belanjaan nya,


Tampa sengaja sekali lagi Nana menabrak Berliana yang juga akan membayar belanjaan nya juga,


" sorry," kata Nana Tampa melihat orang yang di tabrak,


" encik yang tadi juga kan," tanya Liana


" ahh iya cik, ini bukan sebuah kebetulan," kata Nana tertawa menutup mulutnya,


" maaf total belanja puan," Nana sampai lupa jika saat ini dia sedang berada di depan kasir pembayaran,


Nana berbalik menyerahkan kartu kredit pada pegawai kasir tadi,


" macam mana bila lepas ni kita singga kak kedai depan tu kejap," usul Nana berjalan sedikit kebelakang memberikan jalan pada Berliana untuk membayar belanjaan nya juga,


Berliana tersenyum dan mengangguk menyetujui permintaan Nana, selama sepuluh bulan berada di kota Maloy ini Liana belum memiliki kenalan atau pun teman,


***


" lepas ni nak kemana lagi," tanya Rey


" nak langsung balek kantor je, rasanya dah penat," perlahan-lahan Mira dah mulai melupakan Rudy walau belum sepenuhnya lupa,


dan saat ini Mira tengah dekat dengan Reinaldi mereka sama-sama di tugas kan keluar kota untuk menangani secara langsung proyek baru,


" tak na beli oleh-oleh tuk kak Meri dulu," tanya Rey,


" tak paya lah, kak Meri sudah memiliki, banyak koleksi," kata Mira


" oke, terserah pada kau saja," Rey pasrah sebenarnya dia masih ingin berjalan-jalan dengan Mira,


dulu saat Mira baru bergabung di perusahaan peninggalan suami Merisa kakak dari Mira, Mira yang terus mengejar-ngejar Rey, hingga Nana datang dan langsung memikat hati Rey,


sekarang semua itu terbalik seperti nya sekarang Rey lagi yang mengejar-ngejar Mira,


Rey kadang tersenyum lucu bila terbayang kembali kenangan lalu,


Rey masuk kedalam mobil dan mereka siap untuk berangkat balek ke kota Maloy,


" Rey rasanya aku masih tak nak balek, aku lebih suka tinggal kak sini, suasananya damai jauh dari kenangan pahit aku," tak terasa air mata Mira jatuh bila terbayang kembali penghianatan Rudy,


" buang yang sepa ambil manis, tinggal kan yang pahit dan melihat ke depan jalan menuju bahagia masih panjang," ujar Rey, menyadar kan Mira,

__ADS_1


Rey berusaha menghapus air mata Mira, membuat dua orang dewasa itu saling pandang hingga beberapa detik kemudian mereka tersadar dan mulai terlihat canggung dan salah tingkah,


" so,,sorry," Rey berubah menjadi gugup di hadapan Mira, Mira pun sama entah kenapa jantung nya berdebar-debar tangannya terasa dingin, apa ini kepana aku jadi macam ni,' Mira berbisik pada dirinya sendiri,


**


" hey kita dah dua kali jumpa tapi belum kenalan, my is name Nana," Nana mengulur kan tangan pada Liana,


" Berliana biasa di panggil Liana," Liana menyambut uluran tangan Nana,


" senang rasanya bisa kenal Nana, selama sepuluh bulan tinggal kak sini aku belum ada kenal satu orang pun, kak sini," terang Liana


" kau orang baru kak sini rupanya," tanya Nana


" iya, aku datang dari kampung," kata Liana


" kau kak sini kerja atau apa," tanya Nana lagi


" aku,,aku ikut suami aku," jelas Liana,


" ohh jadi kau juga dah menikah rupanya, kapan-kapan kita dinner bersama suami-suami kita nak tak," usul Nana sebab semenjak Mira di tugas kan di luar kota Nana jadi tak punya teman lagi,


Liana ngangguk pasrah dia tak mungkin cerita soal rumah tangga nya pada Nana apa lagi mereka baru kenal apa tanggapan Nana soal dirinya nanti,


" haa dah siang rupanya, kita harus balek sekarang," ujar Nana


" kita jumpa lagi nanti oke Bay," Nana tergesa-gesa karna harus menyiapkan pestanya malam nanti,


Liana melihat itu dengan tersenyum kecut bahagianya bila dia juga dapat merasakan seperti yang Nana rasa kan,


pulang cepat untuk menyambut suami, masak untuk suaminya, mengantar suami yang akan berangkat kerja, dan menyambut nya pulang dengan senyuman bahagia,


tapi sayang itu semua hanya hayalan Liana semata, tak akan mungkin jadi nyata,


* *


sesampainya di rumah Nana langsung menjalankan rencananya membuat kue ceke dan menghias taman samping rumah dekat kolam renang,


dengan tersenyum Nana menyiapkan semua itu, walau pun Nana sempat merajuk tadi di hadapan hisyam tapi dia cuma pura-pura saja,


Nana melihat jam yang tergantung di dinding sudah pukul empat lewat sebentar lagi hisyam pulang, dia harus cepat, atau dia akan ketahuan, dan bukan lagi kejutan namanya


tling notifikasi masuk ke dalam ponsel Nana,

__ADS_1


" sayang Abang pulang agak lambat hari ni ada urusan kejap di luar," isi pesan yang di kirim hisyam


Tampa sadar Nana berlompat bahagia artinya Masi ada kesempatan, untuk melanjutkan rencananya Tampa harus buru-buru,


**


Hisyam membelokan mobil nya masuk ke toko perhiasan emas, ya dia akan membeli hadiah untuk istri tercinta nya,


hisyam berjalan masuk ke dalam toko perhiasan itu,


" selamat datang tuan ada yang bisa kami bantu," tanya pelayan toko


" iya saya ingin membeli hadia untuk istri saya kira-kira yang bagus apa ya," tanya hisyam


" baik tuan hadiah untuk apa misalnya hari jadi atau apa tuan," tanya pegawai tersebut,


" hari universeri kami yang ke satu tahun," jelas hisyam


" baik tuan biasanya perempuan identik dengan kalung emas apa lagi ini universeri tuan yang pertama," jelas nya sambil memperlihatkan perhiasan satu set keluaran terbaru tokonya,


hisyam memilih perhiasan yang ada liontin berbentuk hati terlihat elegan


" maaf saya mau yang ini, tolong di bungkus yah," hisyam memberikan kartu kredit untuk pembayaran,


hisyam melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya hampir masuk pukul enam artinya sepentar lagi masuk magrib,


Hisyam buru-buru masuk kedalam mobil dan melaju pergi dari sana, dia harus sampai sebelum gelap,


Ting tong Ting tong,


dua kali hisyam memencet tombol bell tapi Nana masih belum membuka pintunya, biasanya sekali aja Nana sudah datang dan membuka pintu tersebut,


apa Nana masih marah soal tadi pagi,


Hisyam memegang gagang pintu lalu memutarnya,


tak di kunci, tak biasa Nana tak kunci pintu,


" sayang, Abang pulang sayang," teriak hisyam rumah terlihat gelap


" sayang, Abang pulang ni, Nana sayang,"


teriak hisyam,

__ADS_1


* * *


__ADS_2