Nana Gadis Yg Tangguh

Nana Gadis Yg Tangguh
marah


__ADS_3

hisyam melajukan mobilnya menuju ke kediaman Nana, hatinya tak sabar lagi untuk sampai, ada rasa risau sebab Nana tak masuk kantor hari ini,


apa Nana sakit atau terjadi sesuatu pada nya berbagai pikiran bermunculan di pikiran hisyam, tak lama kemudian hisyam dah sampai di tempat Nana


sepi macam tak da orang pun' pikir hisyam tapi hisyam tetap masuk di lihat mobil Nana ada di depan rumah Nana di tempat biasa Nana parkir,


hisyam melangkah kan kakinya untuk menuju pintu, di pencet tombol bell yang tersedia di depan pintu, berkali-kali hisyam memencet tombol bell namun tak ada tanda-tanda kehadiran Nana,


hisyam menghela nafas di ambil ponsel yang berada dalam kocek celana panjang nya,


dia coba menghubungi nomor Nana, tapi hampa nomor Nana tak aktif, lama hisyam berdiri di depan rumah Nana hingga pak penjaga pos datang menghampiri Hisyam


" tuan cari siapa, encik Nana tak de," kata pak penjaga pos


" Nana pergi kemana pak cik," tanya hisyam


" kalau pasal pergi kemana tu saya tak tahu, tapi semalam sekitaran pukul dua dini hari ada seorang lelaki datang jemput dia," kata pak penjaga pos


" seorang lelaki pak cik betul ke," tanya hisyam tak percaya


" betul bahkan cik Nana sempat tegur saya semalam," kata pak penjaga pos itu


" oke terima kasih pak cik," kata hisyam


bagai tersambar petir di siang hari, mendengar penjelasan dari pak cik tadi,


Ini kah alasan Nana ingin menyudahi hubungan mereka Nana dah menemukan pengganti dirinya secepat itu kah Nana berpaling


apa kah Nana benar-benar sudah tak mencintai nya lagi, sebesar itu kah kesalahan yang di berbuat nya empat hari lalu,


berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benak nya niat awal nya hanya ingin menghabis kan waktu untuk umi dan Abah yang tak setiap hari datang menemuinya,


tak ada maksud untuk melupakan, atau pun meninggal kan Nana, hisyam menendang udara menghilangkan rasa emosinya


dia takut sangat takut kehilangan Nana, tapi sepertinya hubungan nya dengan Nana memang sudah sampai di penghujung jalan,


Hisyam menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan dengan kasar, melangkah lemas menuju mobilnya,

__ADS_1


* * *


sore ini ayah Halim dah di perbolehkan pulang ke rumah nya,, dokter hanya berpesan agar tetap beristirahat dan jangan lupa datang untuk kontrol setiap dua hari sekali


Nana dan Hanny dah balik duluan tadi mereka berdua tadi di antar terlebih dahulu,


Nana sudah tak seceria tadi pagi, dia sekarang lebih banyak berdiam, bila bicara seperlunya saja, rasa kesalnya terhadap Rey yang membiar kan semua keluarganya salah faham akan kebaikan yang Nana lakukan


Nana rasa tak seharusnya Rey membiarkan keluarga nya salah faham terus terusan,


" kak Nana coba liat macam ni bagus tak," Hanny berteriak meminta pendapat Nana


Nana hanya tersenyum dan mengangguk,


" kak Nana kenapa akak oke ke macam lain je," tanya Hanny


" is't oke," kata Nana tersenyum kecil


tak lama kemudian terdengar suara deru mesin mobil berhenti di depan rumah, hanny berlari keluar menyambut kedatangan mereka,


" assalamualaikum," mereka semua memberi salam sebelum masuk ke dalam rumah,


" walaikumsalm," jawab hanny dari depan pintu menyalami ayah emmak dan yang lain semua,


Rey memapah ayahnya karena ayah Halim belum bisa untuk berjalan sendiri, sesampainya di dalam rumah Rey mendudukkan ayahnya di kursi yang berada di ruang tamu untuk berehat sebentar,


Hanny berjalan masuk ke dalam dapur untuk mengambil minuman yang di buatnya tadi bersama dengan Nana dan mengangkat nya keluar sendiri,


Nana tak terlalu memperhatikan, dia lebih memilih memainkan ponsel miliknya, dia sedikit kesel sebab di kampung tempat keluarga Rey tak ada sinyal sama sekali,


" Nana tak nak ikut gabung dengan orang-orang kak luar," Nana sedikit terkejut mendengar suara emmak yang sudah berdiri di depan Nana,


" tak pe Mak cik Nana kak sini je, Nana nak bagi kabar kak mama tapi macam tak de sinyal je," alasan nana


" kak kampung ni memang tak de sinyal Nye Semarfren macam yang Nana pakai tu," Rey datang dan langsung duduk di samping Nana yang membuat Nana menjadi bertambah risih


" Rey anak darah orang jangan coba-coba nak ganggu," ancam emmak yang membuat Nana semakin salah tingkah,

__ADS_1


" assalamualaikum," terdengar suara dari luar emmak dan Rey segera berdiri untuk melihat siapa orang yang memberi salam tadi,


"walaikumsalm," ternyata para tetangga Rey datang untuk menjenguk ayah Halim,


emmak mempersilahkan mereka masuk,


" Hanny bawa minuman tu keluar sini," teriak emmak,


Hanny bergegas mengambil minuman yang di suruh oleh emmak Sarah, dan membawanya keluar, tak lama kemudian Hanny masuk lagi untuk membuat minuman,


Nana merasa kasihan melihat kesibukan Hanny, Nana terpaksa ikut membantu Hanny membawa makan ringan untuk para tetangga yang datang untuk menjenguk ayah Halim,


sesampainya di ruang tamu, mata Nana membulat ternyata memang benar banyak tamu di luar, macam orang buat hajatan je, pikir Nana


" Mak Sarah siapa gadis tu ayu sangat," seorang tetangga berbisik pada emmak namun masih dapat Nana dengar,


" kawan Rey dari kota dia yang teman kan Rey balik sini," terang emmak sambil melihat kearah Nana


" cantik bener anak orang, tak rugi kau permenantu kan dia Sarah," seorang tetangga yang terlihat lebih tua dari emmak juga ikut berkomentar


emmak melebar kan senyuman nya, merasa senang dengan pujian-pujian dari para tetangga nya,


lain dengan Nana dia sekian merasa risih dengan pujian tu Nana melirik Rey yang juga ikut tersenyum, nampaknya Rey pun juga ikut senang dengan pujian dari tetangga nya,


tak habis sampai di situ, masih banyak lagi tetangga yang berdatangan, hingga menjelang petang baru para tetangga bubar,


setelah para tetangga semua balek Nana dan Hanny sigap memungut gelas dan piring kotor bekas para tetangga tadi,


setelah selesai mengumpulkan semua gelas-gelas kotor itu, Nana dan Hanny langsung mencuci semua tumpukan gelas dan piring kotor itu,


" Nana tinggal kan saja lah kerja tu," tegur Rey yang tiba-tiba sudah berada di belakang Nana, Nana tersentak kaget dengan tingkah Rey,


" alah bila nak kak Nana berehat ganti lah kerjaan kak Nana tu," kata Hanny,


dan tak di sangka-sangka Rey betulan maju untuk mengganti kan Nana membilas piring dan gelas kotor tu,


refleks Nana langsung berdiri,

__ADS_1


__ADS_2