
" terima kasih dah bersedia teman kan anak Mak cik," kaya emmak Rey
" Hanny kenal kan ini kak Nana," kata Rey
"Nana kenalkan ini Hanny adik aku," Nana mengulur kan tangan untuk salaman pada Hanny,
Hanny tersenyum menerima uluran tangan Nana,
" Mak dan Hanny balek yah biar Rey yang jaga ayah kak sini," kata Rey pada ibu dan adik nya
" nak naik apa bang subuh-subuh macam ni belum ada taksi," kata Hanny
" pake mobil Abang ada kak luar," kata Rey lagi
" mobil Abang siapa nak bawa Hanny kan tak pandai driver," kata Hanny lagi,
" kak Nana, Nana boleh tolong antar Mak dan Hanny balek sekalian Nana juga boleh berehat kak rumah, Nana pasti letih dalam perjalanan, tadi tidur cuma sedikit" kata Rey pada Nana
Nana mengangguk kan kepala, Nana lalu berdiri menunggu emmak dan Hanny,
" bila ayah kau dah sadar cepat beri kabari pada Mak," kata emmak pada Rey air matanya jatuh lagi sebab rasanya tak tega nak tinggal kan suaminya kak rumah sakit berdua dengan Rey sahaja
" iya Mak bila ayah sadar Rey langsung telfon emmak, Mak pulang yah tak paya risau pasal ayah," kata Rey menguatkan emmak nya
sebelum pulang emmak memeluk Rey sekali lagi menangis tersedu-sedu di pelukan anak bujang nya itu,
Hanny dan Nana yang melihat juga ikut meneteskan air mata, sedih rasa hati bila melihat orang terkasih terbaring tak sadar kan diri,
akhirnya emmak dan Hanny balek dengan Nana, Hanny sebagai penunjuk jalan terpaksa duduk di depan di samping Nana dan emmak di kursi penumpang seorang diri
hospital ke rumah Rey tak jauh-jauh sangat hanya memakan waktu lima belas menit sahaja
itu juga Nana santai saja membawa mobilnya
mereka sampai di rumah berpas-pasan dengan suara adzan yang terdengar berkumandang, emmak mempersilahkan Nana masuk,
" Hanny lekas ambil air wudhu, habis tu kita sholat berjamaah," kata emmak menyuruh Hanny, memang bila pasal sholat Hanny agak deggil sikit,
" Mak cik Nana boleh ikut," tanya Nana
__ADS_1
" boleh mari kita sholat berjamaah,"
Hanny Nana dan emmak sholat berjamaah dengan emmak yang jadi iman mereka setelah sholat Hanny dan Nana langsung berdiri karna rasa kantuk yang menyerang mereka,
Nana dan Hanny beristirahat di kamar Hanny sedangkan emmak masih duduk bersimpuh di atas sajadah berdoa meminta kesembuhan untuk suami tercinta yang telah menemaninya selama dua puluh tujuh tahun lebih,
air matanya menetes mengingat perjuangan mereka bersama-sama dari nol hingga seperti sekarang, walau pun mereka tak kaya namun mereka sekarang hidup berkecukupan itu saja sudah cukup menurut emmak Sarah,
selepas sholat emmak Sarah berniat untuk memejamkan mata walau hanya sebentar, tapi entah kenapa mata nya tak mau atau tak bisa untuk terpejam walau hanya sebentar saja,
lama emmak Sarah berguling-guling di atas kasur miliknya namun tetap tak bisa tidur, bayangan wajah pucat suaminya memenuhi kepala nya,
emmak melirik jam yang tergantung di dinding, menunjukkan pukul enam lewat, Emmak bangun dari tempat tidur lebih baik bila dia menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah habis tu bisa memasak untuk suami dan anak-anak tercinta nya,
emmak tak mengerjakan semua pekerjaan rumah dia hanya penyapu habis tu dia akan memasak makanan kesukaan suami da anak-anak nya,
tepat pukul sembilan semua masakan emmak dah beres sekarang tinggal membangun kan Hanny,
emmak berjalan kekamar Hanny yang berada di tenga rumah, kamar Rey berada di paling depan dan kamarnya sendiri berada di bagian belakang berdekatan dengan dapur,
yah rumah Rey adalah rumah panggung yang ukurannya lumayan besar, bila di bandingkan dengan rumah-rumah lain yang berada di kampung itu,
Hanny membuka matanya pelan-pelan,
" Mak jam berapa sekarang, " tanya Hanny emmak meletakkan telunjuk tangan nya di bibir memberi isyarat agar Hanny tak mengganggu tidur Nana,
Hanny yang mengerti syarat emmak nya mengangguk, dia langsung bangun menuju kamar mandi,
selesai mandi Hanny melirik jam yang berada di kamarnya, sudah hampir jam sepuluh, Hanny memperhatikan Nana yang masih tertidur,
" cantik Nye," ucap Hanny,
" kak Nana, bangun kak dah siang," pelan-pelan Hanny membangun kan Nana, Nana yang merasa di goyang-goyang kan membuka mata,
" hemm jam berapa ni," tanya Nana, Hanny tak menjawab dia hanya menunjuk jam yang bergantung di dinding kamarnya
" ya Allah dah siang, kenapa tak bangun kan akak tadi," kata Nana, di balas senyuman oleh Hanny, tak bosan rasax memandang wajah cantik alami Nana,
Nana bangun dan langsung menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri,
__ADS_1
Hanny masih duduk di tempat tidur memperhatikan Nana
" bangun tidur aja tetap cantik apa lagi bila dah bersolek, pantas abang Rey tergila-gila," kata Hanny tersenyum lucu,,
Hanny belum keluar dari kamarnya dia masih menunggu Nana, mereka akan keluar bersama agar Nana tak merasa bingung
setelah Nana menyelesaikan ritual mandinya dia keluar untuk menemui Hanny yang masih menunggu nya,
Hanny dan Nana sama-sama keluar dari kamar
" maaf Mak cik Nana kesiangan, terpaksa Mak cik memasak seorang diri," kata Nana tak enak hati,
" tak pe Mak cik tau, nana pasti penat," kata emmak Sarah
" Mak Nana tau ke Nana ada kak sini," tanya emmak pada Nana, risau juga dia tengok anak bujang datang dengan perawan orang
" mama Nana tak ada kak sini dia tinggal kak Kuala," terang Nana, emmak baru mau bertanya lagi
" assalamualaikum," terdengar suara orang memberi salam dari luar, emmak dan Hanny bergegas keluar untuk melihat siapa yang bertamu,
" walaikumsalm, Usman santi," emmak memeluk tamu tersebut yang ternyata adalah adik dari suami emmak Sarah, Santi sebagai adik ipar juga memeluk emmak guna menguat kan, hanny juga ikut memeluk paman dan bibinya
" dengan siapa Abang kak hospital kak," tanya Usman,
" ada Rey yang jaga, ini juga rencananya nak ke hospital lagi," kata emmak Sarah
" Rey ada balek dari kota," tanya Usman lagi,
" iya, haa kenalkan ini kawan Rey dari kota dia yang teman kan Rey balek sini tadi malam," kata emmak memperkenalkan Nana
Nana menyambut uluran tangan Usman dan Santi, Santi sempat mengelus pipi Nana senang rasanya melihat wajah cantik Nana
" kalau macam tu kita sama-sama pergi menjenguk Abang kak hospital," saran Usman
" tunggu kejap akak ambil rantang makanan yang dah akak siap kan dulu," kata emmak hendak berdiri,
" ta pe Mak cik biar saye saja yang ambil," tawar Nana lalu berdiri di ikuti oleh Hanny di belakang nya,
" kawan wanita Rey ke kak, cantik sangat sopan lagi, sejuk mata memandang," kata Santi
__ADS_1
* * * *