Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Pertemuan arga dengan tuan usman


__ADS_3

“ iyi günler efendim, beklemek zorunda kalana kadar üzgünüm efendim ( selamat siang pak , maaf pak sampai harus menunggu ) “ ujar Arga dengan menjabat tangan tamu yang sudah cukup lama menunggu nya .


Arga benar - benar datang terlambat menemui investor nya , karena arga lebih memilih menuntaskan hasrat nya terlebih dulu pada sang istri , mungkin jika reyna tidak menggoda nya terlebih dulu , arga pun tidak akan membuat sang investor sampai menunggu nya satu setengah jam lamanya .


Sebenarnya arga sudah menghubungi devan untuk memundurkan jadwal pertemuan nya dengan investor yang berasal dari Turki , tapi sang investor ternyata sudah tiba di tempat pertemuan sebelum devan memberitahu sang investor untuk memundurkan jadwal pertemuan .


’ Astaga , jika bukan karena beyza sudah ku tuntut . Berani - beraninya dia membuang waktu ku dengan sia - sia selama hampir dua jam . ’ batin sang investor dengan kesal .


Ternyata sang investor adalah tuan usman ahmed , yang tidak lain ayah kandung dari reyna . Tuan usman mendadak ingin menjadi investor di perusahaan suami dari putrinya , karena tuan usman sendiri memiliki rencana yang matang untuk kelangsungan hidup sang putri yang selama ini dia terlantar kan , anggap saja sebagai penebus rasa bersalah nya pada sang putri , karena sudah menelantarkan nya selama ini .


Sebenarnya arga pun merasa sangat tidak enak , arga pikir sang investor membatalkan pertemuan atau sudah meninggalkan tempat pertemuan , karena arga langsung mematikan ponsel nya setelah memberitahu devan untuk memundurkan pertemuan nya dengan sang investor , sebelum devan membalas nya .


Sebenarnya di sini yang paling kesal adalah devan , selain bos durjana nya dengan seenak jidat nya memundurkan jadwal yang sudah sedemikian rupa dia atur , devan pun menjadi bulan - bulanan sang investor karena keterlambatan bos durjana nya .


’ Is ini semua karena reyna menggoda ku sebelum mesin , tapi yang lebih salah itu si otong ku yang tidak bisa tenang jika sudah bersentuhan dengan kulit mulus istri ku . ’ batin arga saat melihat wajah masam sang investor .

__ADS_1


“ Indonesia sangat terik kah , sampai you mandi terlebih dulu . “ arga malah menggaruk lehernya yang tidak gatal , saat mendapat pertanyaan seperti itu dari sang investor .


“ Tuan bisa berbahasa Indonesia ? “ sahut devan dengan kaget .


Devan pikir sang investor bos nya tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia , karena saat dirinya menjadi bulan - bulanannya , sang investor justru menggunakan bahasa sang investor sendiri yaitu Turki . Untung nya devan tidak bisa bahasa Turki , atau pun memahami bahasa dari sang investor , jadi devan pun tidak terlalu memasukkan ke dalam hatinya , ketika sang investor terlihat marah - marah padanya .


“ Tentu saja aku bisa bahasa Indonesia , tapi tidak semua nya aku mengerti bahasa Indonesia . “ balas sang investor .


’ Ternyata gue cuma di kerjain doang , tapi kenapa saat gue menggunakan bahasa Inggris , ataupun bahasa Indonesia tuan ahmed terlihat sangat bingung ? tapi saat dia menggunakan bahasa nya sendiri , malah gue yang jadinya terlihat seperti orang bodoh di depan nya . ' batin devan dengan terus mengumpat pada sang investor .


’ Bilang aja tuan habis enak - enak dulu dengan nona reyna , sampai mengumpan kan gue pada tuan ahmed . ’ batin devan .


“ Tidak masalah , asal kan anda tidak mengulangi nya kembali pada siapapun . “ balas tuan usman , dengan sedikit menyindir nya .


Setelah sedikit meluapkan kekesalan nya , karena terlalu lama menunggu suami dari putrinya . Mereka pun akhirnya membicarakan masalah pekerjaan atau urusan nya masing-masing , meski hati tuan usman masih sedikit kesal , karena suami dari putrinya benar-benar tidak bisa menghargai waktu dan sudah menyia - nyiakan waktu nya selama hampir 2 jam .

__ADS_1


Tanpa terasa pertemuan arga dengan tuan usman pun sudah berlangsung selama 4 jam , arga yang mulai jenuh berada di tempat pertemuan pun mulai tidak tenang , kadang arga terus melihat jam di pergelangan tangan nya , kadang arga pun melihat - lihat ponsel nya padahal tidak ada panggil atau pun pesan masuk ke ponsel nya .


’ Sialan nih orang , sepertinya mau balik ngerjain aku . Mau pergi , tapi belum deal kesepakatan nya . ’ batin arga dengan misuh - misuh .


“ Kenapa tuan arga , anda mau pulang atau bagaimana ? “ tanya tuan usman dengan sebisa mungkin menahan tawanya , sebenarnya tuan usman tahu suami dari putrinya sudah lama terlihat gelisah , selain tuan usman ingin membalas kekesalan nya pada suami dari putrinya , tuan usman ingin mengorek kehidupan putrinya melalui suaminya , sekaligus menilai layak tidak nya seorang arga rahardian bersanding dengan putrinya .


Untuk sekarang , tuan usman belum mengatakan jika dirinya ayah kandung dari reyna pada arga , karena tuan usman menyelesaikan urusan nya terlebih dulu di negara nya , sebelum tuan usman kembali lagi ke Indonesia dan mengakui siapa dirinya pada reyna .


Jika di lihat bagaimana arga menjawab pertanyaan nya , tuan usman bisa menilai jika arga sosok yang tangguh bisa menjaga putrinya , tidak hanya itu . Tuan usman pun bisa melihat dari sinar matanya dan merasakan , jika sang menantu begitu mencintai putrinya .


“ Tidak tuan , hanya saja pertemuan kita di sini sudah memakan waktu begitu lama . “ balas arga .


“ Oke kalo begitu , sebaiknya kita pulang dan besok kita akan kembali melanjutkan pembicaraan ini . “ balas tuan usman dengan beranjak .


' **Astagfirullah , 4 jam pertemuan tapi belum ada kesepakatan apapun ini .

__ADS_1


Bersambung**


__ADS_2