
“ Sudah sampai Nona beyza . “ ujar pengawal tuan usman , kala mobil yang dia bawa sampai di parkiran kantor polisi .
' Ada apa ini , kenapa orang - orang tuan usman memanggil za seperti ibu memanggil za , bahkan mereka berdua terlihat sangat menjaga dan memperlakukan za layak nya orang yang begitu berharga untuk tuan usman . ’ batin Lala
Sebenarnya Lala begitu penasaran kenapa tuan usman ingin berbicara dengan adik bungsunya , apalagi raut wajah sang adik tampak berbeda setelah sang adik keluar dari ruangan di mana sang adik bungsu dan tuan usman berbicara . Bahkan saat dalam perjalanan pun , sang adik bungsu pun terus bungkam , wajah sang adik bungsu pun tampak seperti orang yang terlalu banyak pikiran di kepala nya , sehingga Lala pun memilih diam dan tidak banyak bicara atau pun bertanya apa yang menjadi rasa penasaran nya .
“ Kakak gak mau turun atau mau nunggu di mobil saja ? kakak betah yah tinggal di mobil tuan usman yang nyaman ini . “ tanya Lili , saat melihat sang kakak masih betah berada di dalam mobil , padahal dirinya dan sang adik bungsu sudah turun sejak tadi , bahkan Reyna sudah lebih dulu masuk ke dalam bersama dua pengawal serta Arga yang sudah sampai sebelum mobil yang di kendarai pengawal tuan usman sampai .
Reyna meminta sang suami membawa mobil nya , karena Reyna berniat sebentar ke kantor polisi dan setelah urusan nya selesai Reyna akan kembali pulang bersama sang suami . Sedangkan mobil pengawal tuan usman , Reyna perintah kan mengantarkan keluarga nya kembali ke rumah dengan selamat .
“ Kenapa kamu gak bangunin kakak sih dek . “ rutuk Lala dengan keluar dari mobil tuan usman yang nyaman ini .
__ADS_1
“ Bangunin apaan , orang mata kakak sedari tadi melong bukan nya merem kok . “ sungut Lili yang tidak terima ketika di salahkan kakak sulungnya , padahal jelas - jelas Lili tahu sedari tadi kakak nya itu terus melamun dengan tatapan mata yang terus menatap sang adik bungsu , bukannya pergi ke alam mimpi .
Ketika Lala dan Lili akan melangkah kan kakinya masuk ke dalam , Reyna di ikuti Arga keluar dari dalam kantor polisi . “ Kok keluar lagi za , apa ada barang kami yang ketinggalan di dalam mobil ? “ tanya Lala , ketika berpapasan dengan sang adik bungsu serta Arga , sedangkan dua pengawal yang sedari tadi terus di dekat sang adik bungsu tidak terlihat keluar dari kantor polisi .
“ Kakak masih melamun yah ? si za itu keluar dari mobil sejak tadi , mungkin saja kita yang telat masuknya sehingga si za sudah menyelesaikan nya . “ sahut Lili “ za , gimana apa ibu sudah bisa bebas ? “ tambah Lili
“ Sudah ada pengacara yang mengurus kebebasan Anne , jadi kakak sama kak Lili tenang saja . “ balas Reyna “ aku pulang kak , kepala ku terasa berat sekali ini . Yuk mas kita pulang ! “ pamit Reyna pada kedua kakak nya , kemudian segera mengajak sang suami untuk meninggalkan kantor polisi . Bahkan kedua kakaknya seperti nya tidak menyadari wajah Reyna yang tampak lebih murung dari sebelumnya , mungkin kedua kakak Reyna menganggap atau lebih tepat nya hanya Lala lah yang mengira jika perubahan sang adik bungsu karena pertemuan nya dengan tuan usman .
“ Kakak ini lupa atau bagaimana ? kakak kan tahu hubungan za sama Ibu itu seperti apa . ’’ tukas Lili dengan gemas pada sang kakak .
Sementara Reyna dan Arga sudah meninggal kan kantor polisi dengan wajah Reyna yang tampak sekali murung , saat kedua kakak nya masuk kedalam kantor polisi . Dalam perjalanan pulang , Reyna teringat perkataan tuan usman serta pengakuan perempuan yang melahirkan nya . Di kantor polisi , Reyna ternyata sempat menemui perempuan yang melahirkan nya . Meski awalnya ragu , Reyna ternyata memberanikan diri menemui Ibu nya untuk mengklarifikasi ucapan tuan usman .
__ADS_1
Reyna mendekati sel di mana perempuan yang melahirkan nya berada , bahkan Ayah ahmad yang sejak tadi tidak meninggalkan sel di mana sang istri di tahan langsung menyingkir dan keluar untuk memberikan waktu pada sang istri dan putri bungsu nya berbicara dari hati ke hati , karena ayah ahmad menduga putri bungsu nya akan berbaikan dengan sang istri .
“ Anne ___ “ tenggorokan Reyna terasa tercekat , saat untuk pertama kalinya memanggil atau berbicara dengan perempuan yang melahirkan secara langsung setelah kesembuhan nya .
Air mata Ibu Nur tentu saja sudah tidak bisa di bendung lagi , saat putri bungsu nya kembali memanggil Anne . Jika saja tidak ada pembatas sel , ingin rasanya Ibu Nur memeluk putri bungsu nya yang selama ini dia sakiti kemudian memohon maaf atas perlakuan nya dulu . “ Beyza ___ “ Ibu Nur pun sama halnya dengan Reyna yang tidak bisa berkata apa - apa saking terlampau terharunya saat putri yang dia sakiti ada di hadapan nya . Bahkan untuk mengucapkan kata maaf pun seperti ada sebuah ganjalan di tenggorokan nya , karena Ibu Nur terlampau malu sekaligus bahagia dalam waktu bersamaan .
Untuk mengusir rasa canggung nya dan tujuan nya datang menemui perempuan yang melahirkan nya , Reyna pun berdeham dan tetap bersikap senormal mungkin seolah perasaan Reyna tidak terluka atau pun bersedih kala bertatapan langsung dengan perempuan yang pernah menorehkan luka di hati nya . “ Anne , sebenarnya kedatangan ku kemari karena ingin menanyakan tentang tuan usman , aku yakin Anne mengenal tuan usman . Jadi bisa kah Anne menjelaskan siapa tuan usman ? “ Reyna ternyata langsung menanyakan tujuan utama nya mendatangi Ibu nya , bahkan Reyna pun langsung berbicara to the poin saja .
Deg
Ibu Nur tentu saja langsung membeku , kala Reyna menanyakan laki-laki yang membuat nya menyakiti nya selama ini , laki-laki yang sudah menjadi kan nya Ibu yang kejam , sungguh diri nya sangat membenci laki-laki yang sudah membuat nya mengandung dan melahirkan Reyna ke dunia ini . “ Anne mohon jangan mendekati laki-laki itu . " pinta Ibu Nur
__ADS_1
Bersambung