Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Tamparan dari ayah


__ADS_3

Saat ini reyna , Lili dan ayah bertugas menunggu Lala sadar di rumah sakit . Sedangkan , fahri dan Arga bertugas mengurus pemakaman bayi fahri dan Lala .


Diantara ketiga orang yang berada di ruang rawat Lala , hanya Reyna yang terlihat sedikit tegar . Sementara kondisi psikis Lili benar-benar memprihatinkan , Lili terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi dengan ponakan nya .


“ Euhhh . “ Lala melenguh dan mulai membuka matanya .


Reyna yang tengah menenangkan Lili pun langsung beranjak , saat melihat pergerakan Lala pun langsung mendekati ranjang Lala dan langsung memeluk nya , sedangkan Lili memilih keluar dari ruang rawat Lala , Lili rasanya tak sanggup melihat kondisi kakak nya , seandainya Lala menanyakan tentang bayinya . “ kak Lala sudah sadar ? “ tanya reyna .


“ Za , ayah , kalian di sini . Lili kemana za ? kok dia gak ada di sini . “ ujar Lala dengan sedikit merintih kesakitan di area perut, karena reyna langsung memberi pelukan padanya , padahal Lala baru saja siuman .


Reyna melepas pelukan nya , Lala pun langsung meraba perutnya yang terasa sakit . “ kok perut kakak mengecil za , apa kakak sudah melahirkan ? lalu mana bayi kakak , za ? kakak pengen lihat . Tapi bukan nya usia kehamilan kakak baru menginjak 26 minggu za ? “ reyna kembali memeluk Lala , saat Lala menanyakan tentang bayinya .


Sedangkan ayah keluar dari ruang inap putri sulung nya, mengikuti jejak Lili yang sudah lebih dulu keluar . Ayah keluar begitu saja , karena ayah pun tidak sanggup melihat putri sulung nya , menanyakan bayinya yang sudah tidak ada . “ za , ayah kenapa keluar dengan menangis ? kakak kan sekarang sudah sudah tidak apa - apa , paling perut kakak saja yang masih terasa sakit . “ ujar Lala .


Reyna semakin mengeratkan pelukan nya dan terus menangis . “ za , kenapa kamu tidak jawab pertanyaan - pertanyaan kakak sih ? kamu malah semakin kencang suara tangisan nya , udah punya suami tapi cengeng nya belum ilang - ilang . “ cerca Lala.

__ADS_1


“ Kakak janji ! apa pun yang akan za sampaikan , kakak harus kuat . Allah pasti memberi cobaan seperti ini , karena Allah tahu kakak pasti bisa menjalankan nya dengan ikhlas dan sabar . “ balas Reyna tanpa melepas pelukan nya .


Lala melepas pelukan Reyna dan lebih memilih menggenggam tangan adik bungsunya , seperti biasa sikap Lala pada Reyna , untuk menguatkan adik bungsu nya . “ za , jangan bertele-tele . Sebaiknya kamu segera beritahu pada kakak , apa yang ingin kamu sampaikan pada kakak . Kakak janji , akan kuat seperti manusia milenium seperti kalian berdua sematkan untuk kakak . “ balas Lala .


“ Kak . “ tenggorokan Reyna tercekat , saat akan menyampaikannya . “ Kak , maaf ___ Hiks hiks _____ . “ Reyna kembali menangis , sungguh sulit bagi Reyna menyampaikan nya .


“ Za , jangan buat kakak khawatir . Kamu kenapa terus menangis seperti ini , apa terjadi sesuatu ? “ ucap Lala dengan menghapus air mata Reyna yang terus bercucuran keluar tanpa henti .


“ Kak , sebenarnya kakak sudah melahirkan . Tapi ______ Tapi ______ Hiks hiks _____ anak kakak ti___ dak bisa di selamat kan . “ Lala melepas tangan Reyna yang sempat Lala genggam untuk memberi kekuatan pada Reyna yang terus menangis .


Deg


Lala melihat perutnya sudah tidak buncit lagi , Lala pun melihat perban di bawah pusarnya yang terasa sangat sakit . “ Za ___ “ bulir-bulir bening langsung keluar begitu saja saja pupil mata Lala “ Za ___ ini tidak mungkin kan , pasti pasti kamu hanya mengada - ngada za . Za , jawab ! kamu pasti hanya berbicara bohong kan za ? “ cerca Lala .


“ Hiks , Hiks kamu pasti bohong kan za ? jawab za ? tidak , tidak anak ku pasti pasti masih ada di dalam perut ku , ya pasti kamu bohong . “ Reyna langsung merengkuh Lala yang tengah syok .

__ADS_1


“ Kak . “ Reyna sudah tidak bisa berkata apa - apa lagi , mungkin dengan memberinya pelukan , kakak sulung nya bisa sedikit tenang .


Lala mulai tenang dan tak terdengar suara tangisannya di dalam pelukan Reyna , sedetik kemudian Reyna merasa ada yang tidak beres dengan kakak sulung nya . Reyna pun melepas pelukan nya , untuk melihat keadaan Lala yang tidak ada pergerakan sama sekali . Benar saja , kakak sulung nya bukan nya diam karena sudah tenang . Melainkan , tak sadar kan diri . “ kak , bangun . “ Reyna yang panik dengan keadaan Lala pun , berteriak memanggil ayah dan Lili yang berada di luar ruangan Lala . “ ayah ___ kak Lili ___ , tolong panggil kan dokter ! kak Lala pingsan . “ panggil Reyna .


Ayah yang masih berada di balik pintu pun langsung bergegas masuk ke dalam ruang rawat Lala , saat mendengar pekikan Reyna yang begitu keras . Begitu juga Lili , meskipun jarak Lili , agak jauh dari ruang rawat Lala , Lili ternyata masih bisa mendengar suara teriakan adiknya .


“ Za , ada apa ? “ tanya ayah , saat sudah berada di ruang rawat Lala .


“ Ayah kak Lala pingsan setelah aku memberitahu ______ “ belum selesai Reyna menjelaskan , ayah mengangkat tangan nya menampar Reyna .


Plak


“ Kenapa kamu gegabah Reyna , kondisi nya belum pulih tapi kamu sudah memberitahu nya .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2