
“ Za “ panggil sang ayah dengan penuh penekanan , reyna tahu jika saat ini ayah nya sedang menegur dirinya .
“ Mas sudah kan bicara sama ayah nya ? “ reyna pun memperbaiki ucapan nya dan bicara nya pun lebih lembut , agar tidak mendapat semprotan dari ayahnya . “ kalo sudah , mending kita masuk kamar yuk ! aku sudah ngantuk . “ ujar Reyna dengan menyender di lengan arga . Mungkin kalo tidak ada ayahnya , reyna pun tidak akan sudi melakukan nya .
“ Ayo. “ balas arga dengan merangkul nya , arga benar-benar tidak membuang kesempatan yang ada di depan matanya . Mungkin jika tidak ada ayah mertuanya , reyna pasti akan menolak rangkulannya . “ yah , kita masuk kamar dulu . “ ucap arga dengan mengedipkan satu matanya pada ayah mertua nya . Arga sungguh sangat berterima kasih pada nya , karena telah membuat reyna tidak bisa berkutik di depan nya
“ Sudah lepasin rangkulan mu . “ ucap reyna dengan ketus , setelah masuk ke dalam kamar nya .
“ Apa perlu aku panggil kan ayah , untuk membuat mu bersikap manis lagi padaku . “ ternyata ucapan arga barusan , membuat reyna menyadari jika dirinya ternyata sudah salah langkah membawa nya kemari .
“ Lagi mikirin strategi lainnya . “ balas arga , saat melihat reyna terdiam , seperti sedang memikirkan sesuatu . “ Aku mau mandi , tolong siapa kan baju ku . “ ujarnya kemudian langsung berlalu ke kamar mandi . Reyna mendengus tanpa menghiraukan , perintah nya . Lagian arga kan tidak bawa baju kemari , lalu apa yang mau di siapkan untuk nya coba .
Saat Reyna sedang asyik memainkan gejetnya di ranjang , suaminya kembali memanggilnya dari dalam kamar mandi . “ Reyna handuknya mana . “ teriak Arga
“ Bentar “ balas reyna kemudian Reyna pun menuju ke lemari untuk mengambil handuk simpanan nya . Untung reyna tidak membawa semua barangnya ke Penthause , karena hanya sedikit saja yang dia bawa ke Penthause . Tapi saat Reyna mencari handuknya , Reyna tidak menemukan di dalam lemarinya .
“ Reyna cepetan , apa aku keluar saja sekarang ? bukan nya kamu sudah pernah melihat bahkan merasakan punyaku . “ arga malah menggoda reyna , saat reyna masih belum menemukan handuknya di dalam lemarinya .
__ADS_1
“ Awas saja berani keluar , aku potong burung mu . “ ucap reyna dengan kesal . “ lagian handukku mana sih ini , perasaan aku taruh di lemari deh . Apa jangan - jangan di ambil sama kak Lili yah , aku tanyain dulu deh . “ gumamnya , kemudian reyna pun keluar dari kamar nya menuju kamar Lili dengan tergesa-gesa , reyna takut arga nekat keluar dari kamar mandi. Meskipun masih berada di dalam kamarnya , tetap saja reyna tidak ingin pusaka arga tolar taler di dalam kamar nya tanpa sehelai benang pun .
Dog
Dog
“ Kak Lili , bukain pintunya cepetan . “ Lili mendengus kesal , saat sang adik menggedor - gedor pintunya dengan sangat kencang .
Karena suara gedorannya sampai terdengar Lala yang berada di kamarnya , Lala pun keluar dan bertanya pada reyna yang masih belum mendapatkan pintu dari Lili . “ Ada apa sih za ? “ tanya nya .
“ Nih handuknya “ Lala pun memberikan handuk yang reyna maksud . “ kakak yang pinjem sewaktu kakak belum ngambil handuk kakak , jadi kakak minjam punya kamu dulu . Maaf yah za , kakak gak bilang - bilang . Tapi tenang saja , handuknya sudah kakak cuci kok . Sudah sana kembali ke kamar ! nanti suami kamu nyariin lagi . “ reyna langsung menuju ke kamar , saat Lala mengingat kan nya tentang suami .
Tapi saat reyna membuka pintu kamarnya , reyna berteriak dan kembali membuat orang rumah keluar dari kamarnya . “ ahhhh “ reyna pun kembali menutup pintu kamar nya, saat melihat arga yang bertelanjang dada duduk di atas ranjang nya . Reyna pikir , arga sedang tidak memakai ke helai benang pun . Padahal arga sudah memakai celana pendek untuk tidur nya .
Melihat adiknya seperti terkena sawan di depan kamarnya , Lala yang belum masuk lagi ke kamarnya pun langsung mendekati reyna . “ Ada apa za ? kamu lihat apa di dalam kamar mu “ karena panik dan penasaran , Lala sampai ingin membuka pintu kamar reyna . Tapi reyna langsung mencegah nya , saat Lala ingin membuka pintu kamarnya . Reyna tentu tidak ingin kakaknya , melihat keadaan suaminya yang masih bertelanjang di dalam kamarnya .
“ Jangan kak ! “ Lala pun tidak jadi membuka pintu kamar Reyna , karena Reyna langsung melarang nya .
__ADS_1
“ Beyjot , ampun baru semalam nginep aja sudah buat onar di rumah . “ cerocos Lili , saat Reyna kembali membuat keributan . “ awas yah , jangan kasih izin si beyjot tinggal di sini lama - lama . “ karena kesal , Lili pun langsung mengultimatum ayah nya yang saja datang , meski ayahnya tahu Lili tidak sungguh-sungguh mengatakan nya .
“ Kamu tuh sebenarnya kenapa teriak - teriak za ? terus nak arga nya kemana , ko kamu ada di sini ? “ Reyna malah cengengesan seperti tidak punya dosa , saat ayah nya bertanya padanya .
“ Hehe
Aku tidak apa - apa ko yah . Sebaiknya kalian semua kembali ke kamar gih ! ucap reyna , seolah tidak melakukan kesalahan apa pun .
Saking kesalnya , Lili pun menoyor kepala reyna . “ Awas sekali lagi bikin keributan . “ ucap nya kemudian kembali ke kamarnya .
Sementara Lala serta sang ayah hanya menggelengkan kepala nya , menanggapi kelakuan Lili dan juga reyna .
Setelah semua anggota keluarga nya masuk ke kamar masing-masing , reyna pun akhirnya masuk kedalam kamar nya , tapi dengan menutup kedua matanya . Reyna tidak ingin matanya yang masih suci , kembali ternoda . Padahal reyna sering melihat arga bertelanjang dada , tapi untuk melihat pusaka nya secara gamblang , tentu reyna takutlah .
“ Cek lek “ reyna membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan , Tapi tiba-tiba tubuh reyna terasa terbang saat reyna menginjak kan kaki ke dalam kamarnya .
Bersambung
__ADS_1