
“ Siapa kamu ? “ tanya tuan usman , kala melihat perempuan asing berada di dalam kamar nya tengah membereskan kamar pribadi nya yang sudah kembali rapi . Sebenarnya tuan usman sudah bisa menebak jika perempuan yang menggunakan pakaian seperti pelayan itu adalah maid di rumah ini , hanya saja tuan usman baru pertama kali melihat nya . Karena biasanya , maid yang selalu membersihkan kamar nya maid bernama zaineb , perempuan paruh baya sekaligus kepala maid di kediaman Ahmed . “ Di mana Bibi zaineb , kenapa malah kamu yang membersihkan kamar saya ? “ tanya nya lagi dengan tatapan yang tak bisa di arti kan .
Sungguh tuan usman sangat tidak menyukai jika ada orang sembarangan masuk ke dalam kamar pribadi nya , terkecuali Bibi zaineb . Tapi kenapa kali ini tuan usman tidak terlihat marah saat ada pelayan lain selain Bibi Zaenab yang sudah dia anggap Ibu kedua nya berada di kamar pribadi nya . “ saya Nur, tuan . Pelayan asal Indonesia . “ balas Ibu Nur dengan pandangan terus menunduk karena takut dirinya membuat kesalahan di hari pertama masuk kerja .
Sebenarnya rupa Ibu Nur untuk ukuran perempuan yang sudah memiliki 2 anak cukup terbilang cantik dan wajah cantik alami nya mau pun tubuh ramping nya pun benar-benar tak tampak jika Ibu Nur sudah memiliki 2 anak , karena Ibu Nur menikah dengan sang suami saat usia nya masih terbilang belia yaitu 15 tahun . Pernikahan Ibu Nur dengan sang suami pun bukan karena Ibu Nur sudah hamil duluan , tapi karena memang dulu pernikahan Dini itu cukup lumrah untuk kalangan masyarakat di kampung Ibu Nur dan sang suami .
Di awal kemunculan tuan usman , Ibu Nur sempat memandang wajah tuan usman sebentar , tapi setelah itu pandangan Ibu Nur langsung turun ke bawah tanpa berani kembali menatap tuan usman . ’ Siapa perempuan ini , kenapa jantung ku berdebar begitu kuat , padahal aku baru pertama kali melihat nya . ’ batin tuan usman , dengan berharap perempuan cantik yang ada di hadapan nya kembali mengangkat wajahnya .
Sebenarnya Ibu Nur bertugas membersihkan kamar tuan muda di rumah ini , karena Bibi Zaenab lah yang meminta nya untuk menggantikan dirinya . Bibi Zaenab merasa umur nya sudah semakin tua , jadi Bibi Zaenab memutuskan akan menyerah kan urusan tuan muda di rumah ini pada Nur pelayan yang dia rekrut sendiri , untuk mengurus semua kebutuhan tuan muda usman dan Bibi Zaenab yakin , maid yang dia rekrut sendiri benar-benar bisa menggantikan nya , apalagi jika di lihat - lihat maid asal Indonesia ini cukup rajin dan patuh .
__ADS_1
“ Panggil Bibi Zaenab kemari ! “ pinta nya pada Ibu Nur dan lagi - lagi tuan usman berharap bisa kembali memandang wajah ayu Ibu Nur , tapi nyatanya Ibu Nur sama sekali tidak memandang nya . Tuan usman pun terlalu gengsi , seandainya meminta nya mengangkat wajahnya .
Ibu Nur mengangguk patuh , tidak ada yang bisa Ibu Nur lakukan selain mengikuti perintah sang majikan . “ Baik tuan , saya akan keluar untuk memanggil Ibu sepuh . “ balas Ibu Nur , kemudian dengan tergesa keluar kamar tuan usman dengan arah pandang terus ke bawah tanpa berani melihat rupa dari putra majikan nya . Untung saja pekerjaan Ibu Nur membersihkan kamar tuan muda usman hampir rampung , bahkan bisa di katakan sudah selesai .
Menurut Bibi Zaenab , tuan muda usman jika berada di dalam kamar mandi menghabiskan waktu cukup lama , jadi Ibu Nur berpikir akan membersihkan kamar tuan muda usman seperti yang di perintah kan Bibi Zaenab saat tuan usman masih berada di dalam kamar mandi nya , agar Ibu Nur tidak perlu bertemu tuan muda usman langsung . Tapi perkiraan Ibu Nur ternyata kurang tepat , atau karena tuan muda usman keluar lebih cepat sebelum dirinya keluar dari kamar tuan muda usman terlebih dulu .
Setelah beberapa bulan Ibu Nur bekerja di kediaman keluarga Ahmed , Ibu Nur merasa sangat senang bisa bekerja di kediaman keluarga Ahmed , selain gaji nya cukup lumayan besar , para pelayan lain pun cukup welcome pada ibu Nur . Komunikasi Ibu Nur dengan suami dan kedua putrinya yang dia tinggalkan di Indonesia pun cukup sering dia lakukan , sehingga semangat bekerja Ibu Nur pun semakin bertambah besar , meski harus berjauhan dengan keluarga nya . Hanya saja semua nya berubah , ketika tuan usman mengungkapkan isi hati nya pada Ibu Nur .
Sungguh Ibu Nur sendiri tidak menyadari jika kebaikan tuan muda nya benar-benar mempunyai maksud lain , Ibu Nur pikir semua kebaikan tuan usman pada nya karena memang tuan usman benar-benar orang yang sangat baik .
__ADS_1
Kala tuan usman mengungkapkan perasaan nya , tentu saja Ibu Nur kaget luar biasa . Meski begitu , ibu Nur tentu saja menolak pernyataan cinta tuan usman , selain Ibu Nur merasa tidak pantas bersanding dengan tuan usman , Ibu Nur juga tidak memiliki perasaan apapun pada tuan usman , karena perasaan Ibu Nur sudah dia curahkan semua nya pada sang suami yang dia tinggalkan di Indonesia . Tapi yang menjadi kesalahan Ibu Nur sendiri , Ibu Nur tidak mengatakan jika dirinya sudah memiliki suami dan dua putri di Indonesia saat penolakan itu terjadi . Bukan karena Ibu Nur tidak mau mengakui status nya , hanya saja Ibu Nur mengubah status nya menjadi seorang janda mati , kala Ibu Nur melamar pekerjaan ini dan akan menjadi masalah jika Ibu Nur mengungkapkan yang sebenarnya .
Tuan usman yang merasa tidak terima saat mendapatkan penolakan dari seorang pelayan nya pun akhirnya berbuat yang tidak semestinya pada Ibu Nur dengan menyetubuhi Ibu Nur secara paksa , tuan usman yang gelap mata karena penolakan Ibu Nur mempunyai rencana agar Ibu Nur terjerat selamanya dengan diri nya atau Ibu Nur akan menjadi milik nya dengan menaburkan benih di rahim Ibu Nur .
Ternyata rencana tuan usman membuat Ibu Nur terikat dengan dirinya benar-benar terlaksana dan berjalan dengan mulus , karena setelah tuan usman menyetubuhi Ibu Nur beberapa kali pada malam kelam itu , Ibu Nur di nyata kan hamil .
Saat mengetahui kehamilan nya , Ibu Nur tentu saja merasa sangat sedih sekaligus dilema dalam waktu bersamaan . Jika saja menggugurkan bayi yang masih di dalam perutnya itu tidak akan membahayakan nyawanya sendiri , mungkin Ibu Nur akan menggugurkan nya seketika mendengar kehamilan nya , setelah itu Ibu Nur akan kembali dengan sang suami dan kedua putri nya pikir Ibu Nur . Tapi lagi - lagi Ibu Nur tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti apa yang di ingin kan putra majikan nya , Ibu Nur pun tidak tahu apa langkah menikah dengan tuan usman itu benar atau tidak , selain Ibu Nur masih terikat pernikahan atau masih memiliki suami lain , tentu saja Ibu Nur tidak akan di terima begitu saja di keluarga Ahmed , mengingat status nya sebagai pembantu di kediaman Ahmed .
Bersambung
__ADS_1