
“ Kenapa heran gitu sih , bukan nya mas ingin aku merawat mas ? anggap saja ini yang pertama dan terakhir aku merawat mas arga sebagai suami ku . “ balas reyna .
*****
Pukul setengah 8 pagi reyna berangkat ke kampus , meninggal arga yang berada di penthouse . Arga akan bekerja di rumah , karena arga tidak mungkin berangkat ke kantor dalam ke adaan seperti orang yang habis di sunat . “ Kenapa tadi ucapan reyna aneh gitu , apa reyna benar-benar menginginkan perpisahan dari ku yah . “ gumam arga , saat mengingat ucapan reyna . Arga merasa reyna merencanakan untuk pergi dari nya , tapi arga akan melakukan segala cara untuk mempertahankan reyna .
Arga pun jalan seperti biasa untuk mengambil gawangnya di atas nakas , tidak seperti saat ada istrinya arga akan berjalan dengan sangat pelan dan tertatih . “ Halo dev , kamu sekarang awasin istriku yang berada di kampusnya . Jangan sampai kehilangan jejaknya ! ingat jangan sampai kehilangan jejaknya , kalo perlu matamu jangan berkedip saat sedang memantau kegiatan istri ku di kampusnya. “ di sebrang telepon , devan mengernyit kan dahinya , karena perintah atasannya sangat aneh .
Devan tidak bisa melawan atau pun menolak perintah arga , karena devan tidak ingin mengambil resiko potong bayaran . “ baik tuan “ balas devan , sebenarnya devan ingin sekali mencolok matanya , kalo atasannya sudah memerintah kan sesuatu yang tidak masuk akal .
Arga pun menutup sambungan telepon nya dan kembali fokus bekerja , meskipun arga berada di penthouse . Tanpa terasa arga sudah beberapa jam mengerjakan pekerjaan didepan leptop nya , saking sibuknya sampai arga tak mengetahui jika saat ini reyna sudah di berada di penthouse .
Sampai di penthouse , reyna mendapati suaminya masih berkutat dalam pekerjaan nya di ranjang . Arga masih belum beranjak dari ranjang , seperti saat tadi pagi reyna tinggal kan . Karena tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya , reyna pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dulu sebelum membuat kan makan siang yang sudah sangat telat untuk dirinya .
__ADS_1
Bug
Reyna menutup pintu kamar mandi dengan sedikit kencang , sehingga arga menghentikan pekerjaan nya dan beralih melihat pintu kamar yang tertutup rapat . “ Siapa di dalam kamar mandi . “ teriak arga .
“ Bidadari dari kayangan . “ saut reyna dari dalam kamar mandi . Arga pun menautkan kedua alisnya , saat mendengar suara istrinya dari dalam kamar mandi . “ kapan datang ? ko aku gak tahu kamu masuk kamar . “ balas arga .
’ Mas arga kan sibuk banget sama pekerjaan dan sibuk menata hati mas buat kak lala , jadi mana tahu aku masuk ke dalam kamar . ' reyna membalas hanya dalam benaknya .
“ Kok gak jawab , aku kan hanya tanya kapan kamu masuk ke dalam kamar ? kenapa tidak memberitahu kalo sudah datang ? “ ucap arga , saat tak mendapatkan balasan dari sang istri .
Keluar dari kamar mandi , reyna tak melihat keberadaan suaminya di dalam kamar nya . Tapi reyna tak terlalu mengambil pusing kemana suaminya pergi , padahal jalan pun susah . Reyna pun langsung menuju ke ruang walk in closed untuk memakai pakaian sebelum membuat makanan , karena lara laparnya sudah tidak bisa di kompromi .
Reyna keluar dari kamar , dengan memakai stelan switer berwarna putih bergambar kan kucing berwarna biru , kartun kesukaan nya . Reyna langsung menuju ke dapur , tapi reyna menghentikan langkah nya saat melihat suaminya mondar mandir di dapur seperti sedang membuat sesuatu . “ beg* banget aku semalaman di kibulin , sampe kena hukuman gara-gara tertidur di saat dosen sedang menjelaskan . “ gumam reyna , saat melihat arga yang terlihat baik - baik saja saat berjalan . Suaminya pun kini mengenakan celana panjang cinos berwarna coklat , tidak seperti semalaman yang hanya memakai sarung .
__ADS_1
Reyna menerus pun jalan nya kembali , karena rasa lapar yang sudah tidak tertahan lagi .
“ ehem “ reyna berdeham terlebih dulu , agar arga menyadari kedatangan nya .
“ Udah selesai mandinya ? “ reyna pun menganggukkan kepalanya , sebagai tanda jawaban sudah .
“ Lagi bikin apa mas ? kayanya enak baunya . “ balas reyna dengan menghirup hasil masakan suaminya .
“ Itu namanya kofte , makanan khas turki . “ arga menjelaskan nama makanan yang reyna hirup di depan nya .
“ Bilang aja ini steak , kenapa susah - susah di ganti namanya . “ balas reyna . “ mas arga ko pake celana , bukan nya masih sakit alat vitalnya . “ karena sudah tidak tahan lagi , reyna pun mulai dengan aksi untuk membuka kebohongan suaminya .
Arga menggaruk tengkuk lehernya , karena bingung mau jawab apa . Tidak mungkin juga arga menjawab , kalo sakit nya hanya sebuah kebohongan untuk mencari perhatian nya . “ mas udah mendingan , tadi devan kemari membawa obat untuk meredakan nyerinya . “ balas arga .
__ADS_1
“ Masa sih mas devan kemari , perasaan aku liat mas devan berada di kampusku terus deh .
Bersambung