
Cek lek
“ Gimana , apa penthouse kita ada yang berubah sayang ? “ Tanya Arga dengan memeluk Reyna dari belakang .
Saat ini pasangan suami istri itu sudah berada di penthouse nya , tentu setelah Devan berhasil memindahkan mertua dari bosnya ke unit lain . Alasan Arga menyuruh assisten nya memindahkan mertua nya dari penthouse nya untuk sementara , karena arga tidak ingin melihat istri nya kembali bersedih setelah melihat ibunya .
Arga takut ibu mertua nya kembali histeris , setelah bertemu istri nya . Meski sang dokter , sudah menyarankan kan agar mempertemukan Reyna dengan ibunya , tapi menurut Arga sekarang bukan waktu yang tepat mempertemukan Reyna dengan ibunya , terlebih suasana hati sang istrinya terlihat murung karena masih di selimuti duka atas kepergian calon ponakan nya .
“ Tapi mas , kok aku ngerasa ada yang beda yah , tapi apa yah ? “ ucap Reyna dengan terus menelisik keadaan ruang tamu di penthouse nya .
Drrt
Drrt
Ponsel Reyna berdering beberapa kali , di tengah Reyna meneliti keadaan penthouse nya yang Reyna rasa terdapat perubahan pada penthouse nya .
Reyna pun merogoh ponsel nya yang dia simpan di dalam tasnya , tapi setelah tahu siapa orang yang menghubungi nya , Reyna kembali menyimpan ponsel nya di dalam tasnya , tanpa berniat mengangkat panggilan nya . Sebenarnya Reyna pun tak ingin mengabaikan panggilan dari orang yang telah membesarkan nya , hanya saja perasaan kecewanya pada sang ayah yang membuat Reyna enggan mengangkat panggilan dari ayah nya .
“ Kok gak di angkat sayang , bukan nya itu ayah yang menelpon . Apa kamu sedang ada masalah dengan ayah , sampai kamu tidak mengangkat panggilan dari beliau ? “ Arga sempat melihat siapa yang menghubungi ponsel istri nya , karena Arga masih nemplok di belakang tubuh Reyna .
__ADS_1
“ Gak ada apa - apa kok aku sama ayah . Yuk masuk kamar mas , capek banget mau cepat istirahat di kamar yang sudah lama aku tinggal kan . “ balas reyna .
Reyna bukan marah atau pun benci dengan ayah yang membesarkan nya , Reyna hanya butuh waktu untuk menenangkan hati nya yang sudah terlanjur kecewa dengan sikap ayah nya yang malah menyalahkan dirinya , atas kondisi yang di alami kakak sulungnya . Anggap saja Reyna kekanak-kanakan , mungkin karena baru pertama kalinya Reyna mendapat perlakuan seperti dari sang ayah , jadi rasa sakit nya lebih dalam lagi , dari pada Reyna mendapat perlakuan yang sudah sering Reyna dapatkan dari sang ibu
“ Mas, aku mau ke kamarku sebentar , mau ambil pakaian ku di lemari ku . Mas bisa lepasin aku sebentar mas ! “ ujar Reyna dengan manyun , pasalnya Arga terus menempel pada Reyna seperti anak ayam yang takut kehilangan induk nya .
“ Pakaian kamu yang lain sudah mas pindahkan ke kamar kita sayang , lagian kamar yang dulu kamu tempatikan mas sengaja di jadikan gudang , biar kamu gak tidur di kamar itu lagi . “ kilah Arga , tanpa mau melepas atau menjauh dari sang istri , meski sang istri merengek minta di lepasin .
Sebenarnya kamar yang dulu pernah Reyna tempati itu untuk kamar ibu mertua nya , selama ibu mertua nya tinggal di sini .
“ Ya udah ini lepasin dulu ! berat tahu . Kamu segede buaya gini , masa nemplok terus kaya cicak di tubuh ku yang sekecil ini . “ rengek Reyna .
“ Gak mau , aku mau tetap begini , Nyaman . Mas tampan seperti ini kok di sebut buaya sih , lagian nanti mas bisa bengek , kalo jauh - jauh dari kamu sayang . “ kekeh Arga , yang tidak mau menyingkir dari tubuh sang istri .
Arga pun melepas tubuh sang istri saking kagetnya mendapat ancaman menakutkan sekaligus mematikan bagi Arga . Bagi Arga , istri nya sekarang adalah separuh jantung nya , jika istri nya pergi , otomatis detak jantungnya akan berhenti berdenyut , karena Arga sungguh tidak bisa hidup tanpa Reyna saat ini .
“ Tidak sayang , jangan pernah berpikir untuk tinggalin mas . “ balas Arga , tapi sang istri ternyata sudah masuk ke kamar nya .
*****
__ADS_1
Di rumah sakit , semua orang tengah mengkhawatirkan Reyna yang belum tahu keberadaan nya . Terlebih ayah , karena secara tidak langsung kepergian Reyna karena dirinya . “ Gimana dek , apa sudah ada kabar keberadaan Za di mana ? “ tanya Lala .
Lili menggelengkan kepala , karena memang dirinya pun belum dapat kabar apa - apa dari adik bungsunya . “ Paling bareng suaminya kak , lagian si Za kan udah punya suami , jadi kakak jangan terlalu berlebihan memikirkan yang lain dulu . “ tutur Lili .
Tidak bisa di pungkiri , Lili pun merasakan kekhawatiran yang sama dengan ayah dan kakak nya terhadap adik bungsunya , hanya saja rasa khawatir Lili tertutup dengan rasa cuek jika mengenai adiknya .
Drrt
Drrt
Drrt
Lili memicingkan matanya saat tahu siapa yang menghubunginya , di tengah kegusaran nya . Tak menunggu lama , Lili pun langsung mengangkat panggilan dari sang dokter yang menangani ibunya . “ Assalamu'alaikum Dok , bagaimana keadaan ibu di sana ? “ balas Lili .
“ Siapa dek ? “ Lala bertanya , tanpa mengeluarkan suara nya .
“ Dokter yang menangani ibu . “ balas Lili , Lala pun menganggukan kepalanya tanda mengerti dan tidak bertanya kembali .
“ Wa'alaikumusalam , keadaan Ibu Nur saat ini baik - baik saja . Saya menghubungi Mba Lili , karena ingin memberitahu jika saat ini nona Reyna berada di penthouse dan _____ “
__ADS_1
“ Apa , Za ada di penthouse . “ sahut Lili , padahal sang dokter belum menyelesaikan penjelasan nya .
Bersambung