
“ Kak sebenarnya siapa tuan usman itu ? kenapa kakak malah menyuruh si za agar terlebih dulu menemui tuan usman itu . Lalu sekarang gimana dengan Ibu , kakak tega melihat Ibu di penjara apalagi keadaan Ibu belum pulih . Lagian si za apa gak mikir , sampai melaporkan Ibu ke polisi segala . Padahal luka nya juga tidak terlalu parah , kandungan nya juga tidak ada masalah kan . “ Lili masih mengira yang melaporkan Ibu nya ke pihak berwajib adalah sang adik atau bisa jadi suami dari sang adik .
“ Dek , bukan za yang ngelaporin Ibu . Meskipun za belum bisa memaafkan Ibu , tapi za pun tidak sampai hati melaporkan perempuan yang melahirkan nya ke polisi . “ terang Lala . “ tapi kakak yakin si za akan mencoba membantu mengeluarkan Ibu dari penjara , menurut kakak yang melaporkan Ibu ______ “
“ Kalo bukan si za , berarti suaminya si za yang melaporkan Ibu . Kakak ingat bagaimana marah nya Arga , saat tahu si za masuk ke rumah sakit gara-gara perbuatan ibu . “ potong Lili , Lili terus menduga - duga .
Memang sih Arga terlihat tidak terima saat di hubungi fahri melalui handphone lala , fahri menjelaskan jika Reyna masuk rumah sakit karena terkena lemparan dari Ibu mertua nya , Arga tentu saja terdengar marah sekaligus tidak terima atas perlakuan Ibu mertua nya pada sang istri, apalagi Arga sering mendengar bagaimana dulu buruk nya perlakuan Ibu mertua nya pada sang istri dan sampai di rumah sakit pun Arga terlebih dulu masuk ke ruang Ibu mertua nya untuk menumpahkan kekesalan nya pada semua keluarga sang istri , bahkan Arga pun sempat melarang semua keluarga sang istri masuk ke ruang rawat sang istri . Lala yang tahu kronologi kejadian nya tentu saja berusaha menjelaskan pada Arga , karena memang Ibu nya mencelakai Reyna karena unsur ketidaksengajaan semata . Entah Arga masih marah atau tidak , karena begitu Lala selesai menjelaskan Arga langsung keluar begitu saja dari ruang rawat Ibu mertua nya . “ Dek , seperti nya bukan Arga juga yang melaporkan ibu ke polisi . “ tukas Lala .
*
“ Mas tenanglah , aku tidak akan kenapa - kenapa di sini . “ ujar Ibu Nur pada sang suami yang tampak tidak terima saat polisi tiba-tiba menjemput nya di rumah sakit permata di mana ibu Nur di rawat .
“ Kalo bapak terus seperti ini , bukan hanya istri bapak yang akan masuk bui , tapi bapak juga akan mendekam di penjara karena sudah menghambat pekerjaan kita atau lebih baik bapak keluar dari sini agar proses nya berjalan dengan cepat . “ pinta salah satu petugas ke polisian , karena ayah ahmad terus menjawab saat Ibu Nur mulai di interogasi petugas kepolisian .
__ADS_1
“ Silahkan bapak penjarakan saya , asal bapak lepaskan istri saya . “ balas ayah ahmad dengan enteng nya .
“ Kalo istri bapak mau di bebaskan , lebih baik bapak cari pengacara atau cari bukti yang tidak memberatkan istri bapak . “ usul petugas kepolisian , karena kehadiran ayah ahmad benar-benar menghambat pekerjaan nya .
Saat ayah ahmad akan membalas ucapan petugas kepolisian , Ibu Nur langsung mencegah nya dengan memegang tangan ayah ahmad yang sebentar lagi akan menggebrak meja , mungkin kalo ibu Nur tidak buru - buru mencegah kemarahan sang suami , kemungkinan besar masalah yang terjadi malah semakin runyam . “ lebih baik mas ahmad kembali ke rumah sakit , mas kan belum melihat keadaan beyza . Mas ahmad bersabar lah , Nur pasti tidak akan lama berada di sini . Mas ahmad lupa kalo kita punya tiga putri yang hebat , mereka pasti tidak akan tinggal diam dan mereka pasti akan berusaha membebaskan ku dari sini . “ pinta Ibu Nur pada sang suami .
' Apa yang melaporkan istri ku , adalah menantuku ? tidak mungkin yang melaporkan semua ini adalah si za , aku ayah nya dan tahu betul bagaimana putri - putri ku , terutama za . ’ batin ayah ahmad .
“ Pak polisi , bisa kah bapak memberitahu ku siapa yang melaporkan istri ku ? " tanya ayah ahmad .
Ayah ahmad langsung melihat kearah sang istri , kala mendengar siapa pelapor nya . Sementara Ibu Nur sendiri nampak sangat syok , saat mendengar siapa yang melaporkan diri nya . “ mas ahmad , Nur mohon kembali lah ke rumah sakit ! aku takut laki-laki itu melakukan sesuatu pada anak kita . “ pinta Ibu Nur sekali lagi pada sang suami , entah lah Ibu Nur merasa ada sesuatu yang akan terjadi pada putri bungsu nya .
*
__ADS_1
Cek lek
“ Gimana za , apa tuan usman berbuat sesuatu di dalam sama kamu ? “ cecar Lili , saat Reyna keluar dari salah satu ruangan dengan wajah pucat dan muram .
“ Yang kamu tidak apa - apa kan ? “ Arga tentu khawatir melihat perubahan sang istri , sedangkan Reyna sendiri tampak sinis , kala mendengar suara sang suami yang mengkhawatirkan nya .
’ Mas , kenapa kamu menutupi semua nya dari ku ? aku benar-benar kecewa sama kamu .’ batin Reyna dengan terus menatap Arga dengan tatapan kecewa .
’ Ada apa ini , apa Reyna sudah tahu fakta tentang dirinya dan juga tuan usman ? ’ batin Arga , kala melihat tatapan sang istri .
" Anne akan bebas , jadi kak Lili bersiaplah untuk menjemput Anne dari kantor polisi . “ tukas Reyna tanpa menghiraukan ke khawatiran Arga , Reyna sungguh sangat kecewa pada sang suami sampai-sampai Reyna enggan membalas ucapan sang suami .
“ Yang , jawab mas ! apa tuan usman memberitahu fakta tentang kamu di dalam ?
__ADS_1
Bersambung