
“ Za , datang kapan ? “ saat reyna akan keluar dari rumah , reyna ternyata berpapasan dengan Lala dan fahri yang baru datang .
Reyna tentu saja menghentikan langkah nya terlebih dulu untuk membalas sapaan sang kakak , tidak lupa reyna pun menghapus air matanya yang sudah menganak pinang di wajahnya terlebih dulu , sebelum membalikkan badan nya dan membalas sapaan sang kakak . “ aku baru datang kok kak . “ balas reyna dengan suara masih terdengar parau.
Mendengar perubahan suara sang adik , sebagai kakak tertuanya Lala pun mendekati nya dan otomatis bertanya tentang keadaan sang adik yang terdengar tidak sedang baik - baik saja , meskipun reyna sendiri berusaha menutupi kesedihan nya . “ za , kamu menangis ? “ tentu saja Lala terlihat khawatir dengan keadaan adik nya .
Reyna berusaha tersenyum , untuk menutupi perasaan sedihnya . “ aku gak apa - apa kok kak . Oh iya aku kesini , karena ada yang ingin aku sampai kan . Tapi ngomong - ngomong kakak sama mas fahri dari mana ? tunggu deh , kok kakak bawa buku KIA apa jangan - jangan kakak ____ “ Lala mengangguk kan kepalanya , Lala tahu sang adik pasti tahu arti dari buku yang Lala bawa .
Reyna membekap mulut nya sendiri karena terlalu kaget dengan kabar bahagia dari sang kakak . “ punya mas fahri benar-benar efisien kan za , gimana mau nyobain punya mas mu biar langsung jadi kaya kakak kamu za ? “ kelakar fahri , tapi fahri tentu saja langsung mendapatkan cubitan di pinggangnya karena berbicara yang tidak - tidak .
“ Ck , punya suami ku juga gak kalah efisien dan tokcer mas . Buktinya lepas alat kontrasepsi langsung jadi , jadi jangan sombong dulu kamu mas . “ balas reyna yang tidak mau jadi bahan ledekan sang kakak ipar .
__ADS_1
Kini giliran Lala yang terkejut dengan apa yang di lontarkan sang adik . “ jadi kamu juga lagi isi ? “ reyna balas dengan senyuman kemudian menganggukkan kepalanya . “ ayah sama ibu pasti senang , denger kamu juga lagi hamil , apalagi ibu orang yang paling bahagia mendengar kehamilan kamu za . “ Lala sengaja membawa - bawa nama ibunya , karena Lala tahu sang ibu sudah berubah dan adik bungsunya harus tahu , karena bagaimana pun adik bungsunya lah orang yang paling tersakiti .
Reyna tak membalas pelukan Lala , setelah mendengar perkataan Lala barusan . Reyna merasa omongan Lala hanya pemanis belaka , meski reyna bisa melihat ada perubahan dalam diri sang ibu . “ Mustahil , Ibu kakak akan senang mendengar kehamilan ku . Apa kakak lupa , bagaimana sikap ibu kakak setiap kali aku mendapatkan penghargaan di sekolah atau peringkat ? kakak juga gak tahu kan bagaimana rasanya di jual oleh perempuan yang seharusnya menjadi panutan setiap anak . “ Lala tentu saja melepas pelukan nya , Lala langsung teringat bagaimana sikap Ibu nya pada reyna dulu . Tapi soal Ibu nya yang hendak menjual sang adik tentu saja Lala tak mengetahui nya dan tidak mungkin rasanya sang ibu sampai tega menjual darah daging nya sendiri .
Meski sang ibu tidak pernah melakukan kekerasan fisik pada sang adik , tapi sang ibu selalu menyakiti reyna dengan menyakiti hati nya “ za , beliau juga wanita yang melahirkan kamu . Kakak tahu , kamu masih belum bisa melupakan rasa sakit hati yang ibu torehkan kedalam hati kamu . Tapi kakak mohon , bukalah pintu maaf kamu untuk ibu ! ibu sudah berubah dan ibu juga sangat menyesali perbuatannya pada kamu . “ sebagai anak tertua , Lala merasa berkewajiban untuk menyatukan keluarga nya , itu sebab nya Lala akan berusaha agar reyna mau memaafkan sang ibu .
“ Mala sayang , tenang lah ! mungkin za masih membutuhkan waktu untuk bisa memaafkan ibu . “ sahut fahri
“ Kakak jangan pernah menyamakan aku dengan anne . “ reyna pun seperti nya mulai tersulut dengan ucapan sang kakak karena tak terima dengan apa yang di lontarkan sang kakak , tapi sejurus kemudian reyna sadar jika apa yang di lakukan nya pun salah , karena reyna sudah membenci perempuan yang melahirkan nya . “ aku pulang kak “ reyna memilih pergi , reyna hanya masih membutuhkan waktu untuk membuang rasa marah dan kecewa nya pada perempuan yang melahirkan nya .
“ Za , kakak mohon beri ibu kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ibu sama kamu , bukan kah dari dulu kamu selalu menanyakan sama kakak dan Lili , bagaimana rasanya di peluk ibu kita ? “ ujar Lala , saat reyna sudah berdiri di ambang pintu keluar , tapi Reyna hanya menghentikan langkah nya sebentar kemudian kembali meneruskan langkah nya tanpa menanggapi ucapan Lala terlebih dulu .
__ADS_1
****
Di kediaman Rahardian , Arga ternyata baru saja datang setelah melakukan perjalanan bisnis ke kota bandung . Setelah urusan di negara sang ayah mertua nya selesai dua hari yang lalu , Arga langsung bertolak ke Bandung untuk menyelesaikan urusan kantor cabang yang ada di bandung , tapi sebelum bertolak ke bandung Arga menyempatkan waktu nya untuk mengurus pemindahan kerja sang istri di rumah sakit terdekat . “ emang belum beres ga , masalah di kantor cabang ? “ tanya sang kakek , saat melihat Arga datang ke rumah tidak hanya sendiri , melainkan membawa tiga pekerja nya yang bertugas di kantor cabang bandung dan satu diantara tiga pekerjanya perempuan .
“ Sudah beres kok kek , Arga hanya ingin membahas sedikit kendala yang terjadi di kantor cabang . “ balas Arga pada sang kakek .
“ Kalo sudah beres , kenapa kamu malah membawa mereka ke rumah bukan nya di selesaikan di kantor saja . Kamu tidak kasian sama istri kamu yang selalu menunggu kedatangan kamu , tapi datang - datang kamu ____ “ belum selesai kakek Arga memperingati sang cucu , reyna datang dan langsung memeluk sang cucu bahkan saking rindu nya , reyna sampai membenamkan wajahnya di dada Arga dengan terisak .
“ Mas Arga “ Ujar reyna dengan terisak
“ Lepas ! “ ujar Arga saat mendapat pelukan tiba-tiba dari sang istri
__ADS_1
Bersambung