
Lala pun menghentikan langkah nya saat Lili menyuruhnya untuk tidak mendekat . Mungkin , Lili mengkhawatirkan kondisi kakaknya yang tengah hamil besar . “ ibu kenapa lagi Dek ? bukan nya tadi ibu baik - baik saja . “ tanpa kata Lili pun langsung menunjukkan bingkai foto reyna yang terpampang di dinding ruang tamu .
Lala langsung faham maksud dari adik nya , setelah Lili menunjuk foto adik bungsunya yang terpampang di dinding . “ kakak bantuin suster nyari obat ibu dulu dek . “ Lili pun menganggukan kepalanya , saat Lala berinisiatif . “ Sus , gimana obat ibu sudah ketemu ? “ lala mendekati suster yang tengah berjongkok di bawah lemari besar untuk mencari obat yang di lempar ibu.
“ Sebentar mba , tadi mah sudah ke pegang . Tapi tunggu deh , ini aku kaya megang sesuatu seperti sebuah foto . “ suster Eni pun mengambil terlebih dulu apa yang dia pegang di tangan nya sebelum mengambil obat nya . “ ini apa yah mba . “ suster itu pun langsung menyerah kan sebuah foto yang dia temukan di kolong lemari besar pada Lala .
Lala menautkan alisnya , melihat foto dirinya dan Arga di saat Arga masih menjadi junior di Rahardian grup “ Ngapain Arga nyimpen foto ini . “ batin Lala dan alangkah lebih kaget lagi saat Lala melihat di balik foto tersebut bertuliskan CIDAHA SELAMA NYA .
“ Ini obat nya . “ karena Lala tak merespon saat suster Eni menjulurkan obat nya pada Lala , suster eni langsung memberikan memberikan obat penenang tersebut pada Lili agar segera di minum kan pada ibu . “ kakak nya kenapa mba , kenapa dia malah melamun setelah aku memberikan sebuah foto yang aku temukan dari kolong lemari itu . “ ujar suster Eni .
“ Gak tahu Sus . Suster Eni bisa bantu aku bawa ibu ke kamar ? Tadi pak Dev bilang kamar ibu ada di bawah sebelah kanan kan Sus , kalo saya tidak salah dengar . “ balas Lili tanpa menghiraukan kakak nya yang terus melamun . Tangan Lili sudah mulai kram , karena terus memeluk ibu dengan erat . Lebih tepat nya menjaga ibu supaya tidak terlalu histeris dan mencelakai dirinya lagi .
__ADS_1
Setelah membawa ibu ke kamar dan ibu pun sudah bisa tidur karena meminum obat penenang , Lili mendekati kakaknya yang masih berdiri dengan terus mengamati tulisan di balik foto tersebut . “ kak “ Lala spontan menyembunyikan foto tersebut di belakang tubuh nya . “ kakak lagi liat apa ? kenapa di sembunyikan seperti itu ? “ ucap Lili , padahal Lili sepintas melihat kakak nya terus memperhatikan tulisan di balik foto tersebut , entah itu apa Lili tak sempat melihat nya .
“ Dek , ibu gimana ? “ Lala sampai terlihat gugup saat adiknya tiba-tiba sudah di dekat nya .
“ Kakak kenapa sih ? “ tanya Lili , saat melihat kakaknya terlihat gugup . “ ibu tidur di kamar sama suster Eni . “ balas Lili , tanpa berniat menanyakan kembali apa yang sudah di sembunyikan kakaknya . Lili sudah sangat lelah , karena dari kemarin belum pulang ke rumah .
Cek lek
“ Aku ikut ga , kangen banget sama kamar ku . “ balas Lili .
“ Kamu juga pulang Nurmala , orang hamil itu harus banyak - banyak istirahat . masalah ibu sudah ada Suster eni yang jaga . “ entah kenapa perhatian Arga membuat Lala semakin terlihat gugup , jadi Lala hanya menganggukkan kepalanya tanpa berucap sepatah kata pun .
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga pun memutuskan untuk pulang ke rumah setelah menitipkan ibu pada Suster eni yang akan menjaga ibu di penthouse . Dalam perjalanan pun tidak ada obrolan , mereka bertiga sibuk dengan pikiran masing-masing . Arga yang mengemudi tapi pikiran nya terus memikirkan Reyna istri nya , Lala tidak bersuara karena kepikiran fotonya dengan Arga yang dia temukan di penthouse Arga . Sedangkan Lili tak bersuara karena ketiduran saking ngantuk nya .
Tanpa terasa mobil yang di kemudikan Arga telah sampai depan rumah sang Ayah mertua , Lili langsung masuk ke dalam rumah begitu sampai , sedangkan Lala menghentikan Arga untuk berbicara . “ ga , bisa kita bicara sebentar . “ pinta Lala , saat Arga akan masuk ke dalam rumah .
Arga pun mengurungkan niatnya masuk , saat Lala mencegat nya . Reyna juga seperti nya belum sampai , jadi Arga mengikuti kemauan sahabat yang sudah menjadi kakak ipar nya untuk berbicara di teras rumah sambil menunggu Reyna pulang . “ mau bicara apa Nurmala ? “ balas Arga sembari duduk di kursi yang ada di teras .
“ Ga , aku ingin bercerai dengan mas fahri . “ ucap Lala dengan berderai air mata nya , Arga mengernyitkan dahinya dengan pengakuan kakak ipar nya . “ kamu tahu ga ? mas fahri berkhianat di saat aku tengah mengandung darah daging nya , dia dengan tega berselingkuh dengan perempuan lain di belakang aku . “ dengan spontan Arga langsung merengkuh Lala ke dalam pelukan nya mendengar pengakuan Lala , dia merasa iba dengan apa yang sudah terjadi dengan sahabat yang kini sudah menjadi kakak ipar nya . “ kenapa dia tega melakukan nya . “ ucap Lala saat berada di pelukan adik ipar nya .
“ Akhirnya sampai rumah juga “ ujar Reyna setelah turun dari taksi online . “ ternyata lumayan jauh juga rumah sakit Permata , tapi cukup nyaman juga sih koas di situ , soal nya dokter - dokter nya sangat ramah - ramai . “ gumam Reyna dengan melangkah masuk ke gerbang rumah nya . Tapi Reyna menghentikan langkah nya , melihat pemandangan suami dan kakak nya tengah berpelukan di teras rumah . Apalagi jarak dari gerbang ke teras rumah nya tidak terlalu jauh , jadi Reyna bisa dengan jelas melihat apa yang mereka lakukan .
Karena terlalu lelah dan ingin segera beristirahat , Reyna pun nekat kembali menerus kan langkah nya meski harus mengganggu kedua sejoli yang tengah berpelukan . “ maaf ganggu . “ ujar Reyna dengan melangkah masuk kedalam , melewati suami dan kakak nya yang tidak menyadari kedatangan Reyna.
__ADS_1
Bersambung