
“ Jenong sekarang mah loe gak asyik ah , setelah meried sama tuan muda SEDENG itu . “ bisik dika saat reyna tengah memperhatikan dokter seniornya tengah memeriksa pasiennya .
“ Bodoamat . “ balas reyna dengan singkat , karena tidak meladeni ucapan sahabat nya .
Melihat respon yang di tunjukkan Reyna , Dika pun tak hilang akal agar bisa terus berbicara dengan sahabat nya . Karena sejak pagi tadi suami Sedengnya itu terus mengikuti Reyna , dika sampai tidak punya kesempatan sama sekali berinteraksi dengan sahabat nya . “ nong lihat deh perempuan yang memakai daster bunga - bunga itu. “ Dika menunjuk perempuan yang tengah sendirian, mungkin ke hamilan perempuan yang di tunjuk Dika sekitar 7 bulanan . “ seperti nya umur nya masih jauh di bawah kamu loh . Masa loe sebagai sesama perempuan tidak punya empati - empatinya sama tuh bocah . “ kelakar Dika , Dika sendiri pun tidak mengerti maksud dari ucapan nya , karena yang terpenting bagi dika , Reyna merespon ucapan nya .
Reyna mengernyit kan dahinya mendengar ucapan tidak penting sahabat nya . “ terus gue harus apa , dia sendiri yang memilih untuk hamil meski usia nya di bawah umur “ balas Reyna .
Dika mengembangkan senyuman nya , setelah Reyna merespon ucapan tidak penting nya . Meskipun Reyna menjawab dengan berbicara ketus , setidaknya sahabat nya masih menganggap nya .
“ Andika pratama , Reyna beyza kenapa kalian malam sibuk sendiri bukan nya memperhatikan ku . “ tegur dokter senior , setelah melihat kedua sahabat ini asyik berbisik .
“ Maaf Prof . “ ujar Reyna dan dika berbarengan .
*****
“ Gimana kak , barang - barang
__ADS_1
ibu sudah di siapkan semua ? “ tanya Arga , setelah sampai ruang rawat ibu mertua nya . Arga langsung meluncur ke klinik di mana ibu mertua nya di rawat , setelah dari rumah sakit tempat Reyna koas . Arga sama sekali tidak mengatakan apapun pada reyna , jika akan membawa ibu sementara waktu ini ke penthouse nya .
“ Sudah siap dari tadi, tinggal nunggu kamu datang . “ balas Lili .
“ Ya sudah kita langsung berangkat saja kalo gitu kak . Oh iya dokter Risa yang akan merawat ibu , mungkin akan sampai malam hari karena sekarang dia masih berada di bandung . “ balas Arga .
“ Tunggu ga sebentar ! kakak masih di toilet belum kembali , padahal udah sejak tadi pergi nya . “ balas Lili .
“ Mending Kak Lili sama ibu sama suster nya berangkat duluan ke penthouse , takut ibu keburu kenapa - napa kalo kelamaan nunggu . Biar aku yang nunggu Nurmala , sekalian ikut mobil aku saja . Di sana juga sudah ada Devan yang menunggu dan mengatur semuanya , kakak tinggal bawa ibu masuk saja . “ jelas Arga .
“ Ya sudah kalo seperti itu mah , aku duluan jalan . “ Lili pun langsung mendorong kursi roda ibunya keluar dari klinik . Lili pun sebenarnya khawatir Ibu nya akan menangis histeris sebelum sampai penthouse , karena terlalu lama menunggu .
Arga memicing kan matanya melihat keadaan Lala setelah keluar dari toilet . “ kamu kenapa Nurmala ? “ tanya Arga saat melihat kondisi mata sembab Lala “ kamu jelasin nanti saja di mobil . “ karena terburu - buru secara tidak sadar , Arga menggandeng tangan Lala bahkan tidak hanya menggandeng Arga pun membukakan pintu mobilnya untuk Lala seperti seorang suami yang tengah menjaga istri nya . Lala pun sama sekali tidak menolak perlakuan Arga padanya , justru Lala terlihat menikmati nya .
Dalam perjalanan Lala terlihat gugup , karena perlakuan Arga padanya dan untuk menghilangkan perasaan kikuk nya , Lala terus mengelus - ngelus perutnya yang sudah terlihat buncit nya . “ Apa ada masalah dengan calon ponakan ku Nurmala ? “ mendapat pertanyaan seperti itu , Lala pun berhenti mengelus perutnya dan beralih memainkan jari - jari tangan nya . “ Nurmala “ Arga pun kembali memanggil , karena Lala tak bergeming .
“ Aku tidak apa - apa kok . “ balas Lala dengan memalingkan wajahnya menghadap jendela mobil .
__ADS_1
“ Nurmala lihat aku . “ Arga tahu , kakak ipar nya pasti saat ini tengah menghadapi masalah , sampai terpancar kesedihan di wajahnya .
“ Aku tidak apa - apa ga . Sebaiknya kita fokus dengan kesembuhan ibu dulu , karena semua keluarga ku sangat berharap ibu bisa kembali pulih setelah kamu bersedia membantu kesembuhan ibu . “ balas Lala tanpa mengalihkan pandangan nya dari jendela .
“ Kalo masalah ibu , kamu tidak usah khawatir . Ibu pasti akan sembuh dalam waktu singkat setelah di tangani dokter Risa , karena dokter Risa itu psikolog terbaik lulusan Eropa tepat nya negara Turki . “ Arga begitu optimis ibu mertua nya akan segera sembuh setelah di tangani dokter yang sudah terbukti banyak menyembuhkan pasien - pasien nya . Arga berencana membuat kejutan pada reyna , setelah ibu mertua nya sembuh .
“ Semoga saja ibu bisa cepat sembuh . “ balas Lala dan kembali Lala menjawab tanpa menatap lawan bicara nya .
“ Gimana kabar fahri ? perasaan semenjak aku tinggal di rumah ayah , tidak sekali pun bertemu dengan Fahri . Apa saat dia datang , aku berada di kantor itu sebabnya aku tidak pernah bertemu dengan Fahri . “ Lala langsung menoleh , saat Arga menanyakan perihal suami brengseknya . “ kenapa menatap ku seperti itu sih , apa ada tumbuh jerawat di wajah ganteng ku ? “ kelakar Arga . Dari ekpresi terkejut Lala , Arga bisa menebak jika Lala sedang ada masalah dengan suaminya . Arga tidak ingin tau atau pun memaksa lala untuk bercerita tentang masalah rumah tangga nya , karena Arga pun tidak ingin ikut campur masalah Lala dengan suaminya .
Mobil Arga sudah sampai di basement penthouse nya , Arga pun kembali membantu Lala saat turun dari mobilnya . Arga membantu nya bukan karena Arga masih memiliki perasaan pada kakak ipar nya , tapi karena rasa kasihan . Terlebih kehamilan Lala sudah cukup besar , jadi Lala pun terlihat sedikit payah saat melakukan apapun .
Karena Arga sudah di tunggu assisten nya di lobby , Lala pun memilih duluan keatas untuk melihat kondisi ibu terlebih dulu sebelum melanjutkan untuk pulang . Sampai di penthouse Lala di buat kaget dengan keadaan ibu yang tengah menangis kencang di pelukan Lili . “ Dek , ibu kenapa ? “ di saat Lala akan mendekat , ternyata Lili mengangkat tangannya agar Lala tidak mendekat terlebih dulu pada ibu .
Lala pun menghentikan langkah nya , saat Lili menyuruh nya tidak mendekat . Mungkin Lili mengkhawatirkan kondisi Lala yang tengah hamil besar . “ Ibu kenapa lagi Dek ? bukan nya tadi ibu - ibu baik - baik saja . “ tanpa kata Lili langsung menunjuk bingkai foto reyna yang terpampang di dinding ruang tamu .
**Bersambung
__ADS_1
Mohon Maaf banget telat update kakak , soalnya akyu sedang masa pemulihan pasca operasi di Kepala . Minta do'a dan dukungan saja kakak - kakak sekalian , biar akyu bisa terus berkarya meski kondisi ku terbatas .