Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Gagal melanjutkan babak berikutnya


__ADS_3

“ Dokter Risa , apa ibu bisa kembali normal lagi ? “ Lili seperti ingin menyerah melihat kondisi ibunya kembali menangis histeris , bahkan kembali menyakiti dirinya dengan membenturkan kepala nya berkali-kali di tempat hingga keluar darah segar .


“ Jangan patah semangat dong Li , ibu Nur pasti akan kembali normal . Malah saya yakin , ibu Nur pasti bisa melawan rasa bersalahnya pada putrinya yang bernama reyna itu , dalam waktu dekat ini . “ jelas dokter Risa .


“ Dokter Risa yakin , ibu seperti itu karena rasa bersalahnya dengan adikku ? bisa saja kan ibu seperti itu karena rasa benci nya pada za dok ? “


“ Kamu salah Li , justru ibu Nur itu sangat terlihat sekali menyayangi adik mu . Hanya saja ibu Nur bersikap seolah membenci adikmu itu , karena ibu Nur belum bisa menghapus rasa sakit nya di masa lalu nya , sehingga ibu Nur melampiaskan rasa sakit nya pada orang yang masih berkaitan dengan orang yang sudah menorehkan rasa sakit di hati ibu Nur . “ terang dokter .


“ Apa perlu aku bawa za kemari dok ? mungkin dengan mempertemukan za dengan ibu , ibu bisa cepat sembuh dok . “


“ Bisa saja seperti itu , tapi sebaik jangan dulu Li . Kita lihat dulu bagaimana perkembangan ibu Nur terlebih dulu , baru kita rencanakan mempertemukan ibu Nur dengan za . “ saran dokter Risa .


“ Aku sebagai putrinya , berharap ibu bisa kembali normal . Apapun saran dari dokter Risa akan kami ikuti , jika itu memang untuk kesembuhan ibu . “ balas Lili . “ Aku mau pamit pulang dulu dok , besok seperti biasa aku akan kemari sepulang bekerja . Titip ibu dokter Risa , Suster . “ Lili pamit pulang , karena kondisi ibu sudah tenang dan tertidur setelah di beri suntikan penenang oleh dokter Risa , kekacauan yang di buat ibunya pun sudah Lili bereskan .


*****

__ADS_1


Lili sampai rumah sekitar pukul 9 malam , mobil Ferrari milik Arga pun sudah terparkir di depan rumah nya . Penghuni rumah pun seperti nya sudah masuk ke kamarnya masing-masing , Lili pun langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan tubuh nya terlebih dulu sebelum mengisi perutnya yang sudah sejak tadi berdemo .


Setelah mandi , Lili pun langsung keluar dari kamar untuk mencari makanan di dapur . Tapi saat sampai dapur , Lili ternyata melihat Arga yang tengah mengisi air minum . “ Aku kira penyusup ga . “ ujar Lili , saat melihat Arga berada di dapur tanpa terlebih dulu menyalakan lampu nya .


“ Kak , baru keliatan . “ balas Arga .


“ Aku baru saja sampai ga , soal nya ibu tadi sempat nangis histeris lagi . “ balas Lili dengan membuka kulkas untuk mencari makanan apa yang bisa di makan .


“ Emang apa yang membuat ibu histeris lagi , bukan nya kak Lili bilang ibu sudah lama tidak menangis histeris setelah aku pindahkan ke penthouse . “


“ Ya emang sih ibu sudah lama tidak histeris setelah tinggal di penthouse kamu , tapi ini kali kedua ibu histeris lagi setelah kumat waktu baru pertama kali sampai penthouse kamu waktu itu . “ balas Lili dengan memanaskan makanan sore yang ada di kulkas .


“ Mas kamu tuh yah di tungguin minum nya malah ngobrol disini , tau gitu tadi aku ambil sendiri aja minum nya . “ rajuk reyna , saat melihat Arga malah asyik berbincang dengan kakaknya , bukan nya kembali ke kamarnya .


Lili dan Arga saling melihat , saat tiba-tiba reyna berada di dapur . Lili dan Arga khawatir , reyna mendengar pembicaraan mereka tentang ibu . “ sayang , kok keluar sih . Kan mas , ini lagi ambil air minum nya buat kamu . “ Arga mendekati reyna dan memberikan air putih hangat seperti yang reyna ingin kan .

__ADS_1


Lili mencoba bersikap biasa , agar reyna tidak curiga , karena sudah menyembunyikan sesuatu dari nya . Tapi sedetik kemudian Lili mendengus , saat melihat pakaian yang di gunakan adiknya yang hanya mengenakan kemeja berwarna putih milik Arga , tanpa mengenakan kacamata nya terlebih dulu untuk menutupi gunung kembarnya . “ Za , kamu mau meledek kakak dengan berpakaian seperti itu . “ ujar Lili .


“ Siapa yang mau meledek kakak sih , orang aku haus sekalian pamer juga sih .


hehehe _____ “ reyna malah dengan sengaja meledek Lili yang belum mempunyai pasangan sendiri .


“ Mas ____ Arga ____ “ panggil reyna dan Lili secara bersamaan , karena baik reyna atau pun Lili ingin membahas apa yang mereka berdua sudah bicara kan di telepon .


Lili memberi kode pada reyna , agar menyuruh suami nya pergi . “ Mas , duluan aja ke kamarnya ! Aku mau bicara dulu sama kakak sebentar . “ pinta reyna .


“ Gak bisa , nanti kamu lama masuk ke kamarnya . Kita kan mau melanjutkan sesi kedua mengadon calon penerus Rahardian , biar mas tunggu di sini jika hanya sebentar mah . “ balas Arga , karena tidak mau sendirian berada di dalam kamar .


Lili memutar bola matanya dengan malas , mendengar ucapan frontal adik ipar nya . Lili tahu maksud dari ucapan adik ipar nya , mengenai sesi selanjutnya . Meski Lili masih lajang , tapi tetap saja Lili sangat sering mendengar pembicaraan teman - teman kantor nya mengenai hal itu .


“ Gak bisa , aku dan za ingin membicarakan masalah wanita , jadi kamu sebagai lelaki haram hukumnya mendengar pembicaraan kami . “ kali ini Lili ikut mengusir Arga , karena Arga sama sekali tidak mengikuti ucapan reyna padanya .

__ADS_1


“ Lagian masih banyak waktu juga untuk melanjutkan babak berikut nya ga , asal nanti jangan sampai membuat ku tidak bisa tidur karena mendengar teriakan dari kalian saja .


Bersambung


__ADS_2