Nasab Yang Berbeda

Nasab Yang Berbeda
Makan malam bersama keluarga


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


“ Ayah , kak lili buka pintunya ! aku datang .“ arga malah geleng-geleng kepala dengan sedikit tersenyum , melihat istrinya berbicara dengan keras seperti di hutan dan menurut arga kelakuan istri nya terlihat sangat lucu dan menggemaskan , tanpa ingin memperingati istrinya agar berprilaku sopan meski bertamu di rumah orang tuanya .


Cek lek


Lala yang sudah mengira suara adik bungsunya pun , langsung menegurnya saat membukakan pintu untuk reyna . “ Assalamu'alaikum za , bukan teriak - teriak seperti itu . “ Arga terlihat kaget , saat yang membuka pintu adalah LaLa .


Reyna berdeham , melihat ekpresi suaminya yang mematung saat Lala lah yang membuka kan pintu . “ Ehem “ deheman reyna cukup keras , hingga membuat arga sadar dan terlihat salah tingkah . “ Kakak ada di sini juga , kok gak ngasih tau aku . “ ujar reyna dengan memeluk kakak sulungnya . Sebenarnya reyna pun tidak tahu lala berada di rumah ayah nya , tapi suatu kebetulan kakaknya berada di rumah ayah nya , karena reyna bisa sekalian menguji seberapa dalam perasaan arga pada kakaknya .


“ Siapa sih kak tamunya , udah tahu ayah tuh cerewet banget kalo kakak berada di luar . “ cerocos lili , saat menyusul kakak sulungnya yang tak kunjung kembali .


“ Tamunya aku kak . “ reyna pun langsung mendekati dan memeluk lili , begitu mendengar suara nya .

__ADS_1


Lili membalas pelukan sang adik , tak di pungkiri lili pun begitu rindu dengan adik bungsunya , meskipun sewaktu reyna belum menikah kedua kakak beradik itu sering bertengkar . “ za , kirain kamu tuh kepentok pintu sampe amnesia gak kesini - sini tuh . “ gurau lili . “ di dalam aja yu ! kamu pasti belum makan malam . Kak ayo masuk , keburu ayah kamu nyap- nyap lagi . “ ujar Lili dengan membawa adik bungsu nya masuk kedalam , tanpa mengetahui arga yang masih berada di luar dengan lala .


“ Hayu masuk pak ! tidak usah sungkan . “ ajak lala pada arga yang masih berdiam diri di luar .


Meski terasa sangat canggung , tapi arga mencoba bersikap biasa - biasa saja di depan keluarga sang istri , terutama saat bertemu dengan lala. “ Nginep di sini ? di mana suami kamu ? “ untuk menghilangkan rasa canggung nya , arga pun mulai berbasa-basi dengan Lala .


“ Mas Azzam lagi ada kerjaan di luar kota , jadi sementara mas Azzam belum pulang aku tinggal di rumah ayah . Mas Azzam tidak mau aku tinggal sendirian di rumah , makannya menyuruh ku tinggal dengan ayah . “ balas Lala dengan sengaja menjelaskan keadaan yang sebenarnya pada arga , agar arga tidak lagi mengharapkan nya


Meski masih sedikit rasa sakit di hatinya , saat Lala berkali-kali menyebut nama suaminya , tapi arga terus mensugesti dirinya untuk bisa menerima takdir yang sudah di gariskan nya . “ oh gitu . “ balas arga dengan singkat . “ Nurmala _ maaf maksud ku ka_ kak . “ arga sampai bingung harus memanggil Lala siapa , karena sekarang Lala sudah menjadi kakak ipar nya , bukan lagi teman atau bawahan nya .


Karena suaminya tak kunjung menyusul ke ruang makan , reyna pun mengedarkan pandangan nya ke ruang tamu dan benar saja , arga masih terlibat obrolan dengan kakaknya di ruang tamu . Reyna bisa melihat keberadaan suami dan kakaknya , karena tidak ada sekat antara ruang tamu dan ruang makannya , jadi reyna pun bisa melihat suami dan kakaknya masih mengobrol di ruang tamu .


“ Ada pak arga juga . “ sahut lili kaget ,saat melihat kedatangan suami dari adiknya bersama Lala di ruang tamu .Reyna malah membuang muka ke arah lain , saat lili menyapa suami dan kakaknya yang masih berada di ruang tamu .


“ Loh ada nak arga juga . Kenapa gak bilang za , kesininya bareng suami ? Ayah kira sendiri . “ sela ayah yang baru menyadari ke datangan menantu nya . kemudian ayah langsung berdiri untuk menyambut arga , arga pun langsung mempercepat jalannya , untuk mencium tangan mertua nya .


Lili menyikut tangan reyna yang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulut , sampai makanan itu pun tumpah ke meja . “ upz maaf za . “ Reyna terlihat kesal , saat lili menumpahkan makanan nya .

__ADS_1


“ Nyebelin banget “ balas Reyna dengan cemberut .


“ Gitu doang ngambek sih kamu .


tapi kok kamu gak bilang apa - apa , kalo dateng nya ma suami . “ ujar lili yang merasa tidak enak pada adik ipar nya , karena lili kira reyna datang nya sendirian .


“ Dih orang kamu gak tanya kok , ngapain aku bilang


. “ balas reyna dengan berkilah .


“ Sudah - sudah kebiasaan kalian kalo bertemu selalu ribut . “ ayah pun langsung melerai , saat lili ingin membalas ucapan reyna . “ Sebaiknya nak arga duduk dan makan lah ! Anggap saja rumah sendiri . “ arga pun memilih di samping sang istri . “ Za tuangkan nasi ke piring suami mu ! “ lala menggelengkan kepalanya , saat reyna ingin menolak perintah ayah nya .


“ Za “ panggil Lala dengan menekan , agar reyna mau mengikuti perintah ayahnya tanpa menjawab ucapan ayahnya . Lagian sudah tugas seorang istri , melayani suami nya sendiri .


“ Iya “ balas reyna dengan menuangkan nasi ke dalam piring arga . “ Mau sama apa lauknya ? ada ayam rica-rica sama pepes bikinan kak Lala , kalo bakwan jagung yang sudah keras ini bikinan kak lili . Mending pepes sama ayam rica-rica lauknya , soalnya bikinan kak Lala loh .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2