
“ Jangan pernah berpikiran untuk meninggalkan ku atau terpengaruh dengan ucapan wanita itu . “ ujar Arga saat mendekap Reyna dari belakang . Reyna tentu bingung , kenapa suaminya berada di ruangan pak Rudi . Bukan nya , seharusnya pulang nya besok .
Arga membalikkan tubuh istri nya , kemudian Arga kembali memeluk Reyna dengan erat dari depan . “ mas Arga kok sudah pulang ? katanya 3 hari di Kalimantan nya . “ ujar Reyna , tanpa balas memeluk Arga yang memeluk nya dengan erat . Reyna masih membangun benteng pertahanan nya , sebelum Arga bisa menghapus rasa yang dia simpan untuk kakaknya .
“ Biarkan seperti ini . “ pinta Arga dengan terus memeluk Reyna , Reyna pun hanya bisa pasrah tanpa bisa menolak apa yang dilakukan Arga padanya . Hati kecil Reyna sebenarnya merasa rindu dengan suami dadakan nya , Reyna pun ingin membalas pelukan Arga padanya , tapi lagi - lagi Reyna teringat perasaan Arga pada kakak nya .
Arga merasa mood nya kembali membaik , karena Reyna sama sekali tidak menolak perlakuan nya . Ingin rasanya Arga meminta lebih dari sekedar pelukan , jika istri nya bersikap manis seperti ini . Reyna pun sekarang memanggil nya mas , padahal hanya berdua . Biasanya hanya di depan keluarganya saja , itu pun dengan ragu - ragu . Entah ada angin apa , Reyna sampai memanggilnya mas , padahal tidak ada siapa pun di dalam ruangan pak rudi , hanya mereka berdua . Cara bicara Reyna pun sekarang berubah lebih lembut , padahal Arga berpikir Reyna akan mengikuti kata - kata dari istri papinya yang akan meninggalkan kan nya sesuai dengan ke inginan wanita itu , mengingat sikap Reyna selama ini selalu buruk padanya.
“ Mas , jangan kenceng - kenceng ! aku gak bisa napas . “ pinta Reyna , saat Arga semakin erat memeluknya . Arga pun langsung melepas rengkuhan nya , saat Reyna memintanya . Tapi Arga malah beralih memegang kedua tangan dan menciumi tangan Reyna .
Tentu perlakuan Arga yang tidak biasa ini membuat Reyna heran . Pasalnya , sikap Arga padanya membuat Reyna merasa jika dirinya adalah bagian terpenting dalam hidup nya . Padahal Reyna tahu , suaminya belum bisa menghapus bayang - bayang kakaknya . “ jangan seperti ini , nanti pak rudi masuk . “ Sebenarnya Reyna bukan mengkhawatirkan sektornya , tapi Reyna khawatir Arga akan melakukan lebih dari sekedar pelukan atau memegang tangan nya . Apalagi sekarang Arga menarik pinggang Reyna , hingga berhasil dia dekap . “ mas “ panggil Reyna dengan lirih . Kedua pipi Reyna terlihat merah merona , apalagi wajah sangat dekat dengan nya .
__ADS_1
“ Percaya lah padaku , jika kamu perempuan satu - satunya yang menempati hati ini . “ Arga berbicara tepat di belakang telinga Reyna , hingga napas hangat nya mampu menerpa leher nya .
Reyna tentu saja meremang , seperti terhipnotis dengan perlakuan Arga padanya . Tidak membutuhkan waktu lama lagi , Arga dengan segera menyesap bibir Reyna dengan lembut .
“ Umh “ Reyna melenguh , ciuman yang awalnya begitu lembut namun lama kelamaan menjadi lebih menuntut , apalagi Arga sudah lama menantikan nya .
Sehingga yang menginginkannya bukan hanya Arga , tapi Reyna pun seperti menginginkan hal yang sama .
Entah bagaimana caranya Arga berhasil membawa Reyna di sofa dan menindih tubuh Reyna , yang jelas saat ini Reyna sudah berada di bawah Arga dengan kedua bibir mereka masih saling berpagut dengan mesra . Tangan Arga pun kini sudah bersemayam masuk ke dalam sweater yang Reyna kenakan . Saat Arga meremas benda empuk milik istrinya , Reyna menangkap tangan Arga dan mendorong dada Arga hingga ciuman mereka terlepas begitu saja .
Arga mengerang frustasi , karena Reyna menghentikan aksinya di saat Arga benar-benar menginginkan nya . “ kita pulang sekarang . “ Arga pun langsung membawa Reyna keluar dari ruangan pak rudi . Entah kenapa kali ini Arga tidak bisa menahan hasrat untuk tidak menyentuh Reyna , Arga mulai berpikir akan membuat Reyna mengandung anaknya .
__ADS_1
“ Tuan “ sapa devan , saat Arga keluar dari ruangan pak rudi dengan menggandeng tangan Reyna .
Arga pun menghentikan langkah nya terlebih dulu sebelum melanjutkan langkah nya . “ Dev , kamu kembali lah ke kantor ! Aku ada keperluan dengan istriku . “ ujar Arga . Tapi devan langsung mencegah kepergian Arga .
“ Maaf tuan , tapi tuan sudah ditunggu dewan direksi . “ pihak kantor sudah menghubungi devan , saat Arga masih berada di ruangan pak rudi . Sebenarnya , devan sudah ingin mengetuk pintu . Tapi devan urungkan , karena melihat gagang pintunya bergerak .
“ Wakil kan “ Arga pun meneruskan langkah nya . Tapi devan kembali mencegah kepergian atasannya .
“ Maaf tuan , Komisaris meminta tuan untuk hadir . “ Arga merenggang kan pegangan tangan nya pada Reyna , karena mendengar perintah dari kakeknya .
Reyna justru bernapas lega , saat tangan Arga melepaskan tangan nya . Apalagi mendengar Arga akan menghadiri rapat , berarti dirinya akan selamat . “ Mas kalo penting , pergi lah . “ ujar Reyna , agar Arga mau menghadiri nya . Lagian Reyna juga belum siap , sebelum mengetahui isi hati Arga yang sebenarnya .
__ADS_1
“ Baiklah “ balas Arga dengan lesu .
Bersambung