
“ Lepas ! “ ujar Arga saat mendapat pelukan tiba-tiba dari sang istri
Reyna bukan melepas pelukan nya , Reyna malah semakin mempererat pelukan nya . Sungguh Reyna sangat merindukan sosok laki-laki yang kini ada di hadapan nya , apalagi reyna sangat membutuhkan dada sang suami untuk memberi kekuatan dan ketenangan saat dirinya mempunyai masalah , mengingat dirinya saat ini benar-benar tidak sedang baik - baik saja . Tapi saat reyna masih menikmati pelukan hangat dari sang suami atau lebih tepat nya reyna sendiri lah yang memeluk sang suami , tiba-tiba saja seseorang menariknya untuk menjauhi sang suami . “ koe bener - bener dadi bojo semprul , wis untung mantu ku ora nessu ning koe gara-gara uwangel di hubungi . “ kakek Arga lah yang gak terima , saat Arga terlihat dingin dengan Reyna . “ bejo , ganteni si Arga peluk cucu mantu ku ! si Arga ora sudi peluk bojo ne sing Ayu tenan . “ ujar kakek Arga pada assisten nya .
Arga yang mengerti maksud dari ucapan kakek nya pun , kembali menarik Reyna dan kembali membawa Reyna masuk kedalam dekapan nya . Sedangkan Reyna sendiri terlihat bingung dengan apa yang Arga lakukan padanya , meski begitu Reyna terlihat senang dan tersenyum pada sang kakek , bahkan sang kakek terlihat mengacungkan jempolnya pada reyna . “ jangan coba - coba menyentuhnya . “ ujar Arga pada bejo yang hendak menggerakkan badan nya , padahal bejo menggerakkan tubuh nya bukan untuk mengikuti perintah kakeknya , melainkan untuk mengubah posisi berdiri nya yang awal nya berdiri tegak dengan memangku kedua tangan nya di perut buncitnya dan berpindah ke posisi tangannya berada di berada di sampingnya . Lagian bejo sendiri masih sayang nyawanya , dari pada mengikuti perintah dari tuan Arya .
“ Kalo gak mau di sentuh laki-laki lain , jangan sok nolak di peluk bojo mu . “ sahut kakek , saat melihat keposesifan Arga pada istri nya . “ Kalo ada masalah selesaiin di kamar berdua , jangan malah kabur - kaburan ga . Kalian bertiga kembali lah ke kantor pusat , urusan pekerjaan selesaikan di kantor jangan di bawah ke rumah . “ ujar kakek Arga pada tiga karyawan yang ikut ke rumah .
Arga pun membiarkan tiga karyawan nya pergi , Arga tahu dari dulu memang kakek nya selalu melarang agar tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah , sekalipun pekerjaan itu sangat lah penting . Karena menurut kakek Arga , rumah itu tempat untuk kita kembali pulang setelah lelah nya bekerja , bukan nya malah melanjutkan pekerjaan atau membawa pekerjaan ke rumah . Arga pun terpaksa membawa ketiga karyawan nya ke rumah , selain pekerjaan hampir rampung , Arga pun sangat lelah dan ingin segera mengistirahatkan badannya , itu sebabnya Arga langsung pulang ke rumah besar tanpa terlebih dulu ke kantor pusat .
__ADS_1
Arga pun membawa sang istri masuk ke dalam kamarnya . “ Sekarang apa mau mu , bisakah untuk sekarang tidak mengganggu ku , sungguh aku sangat lelah dan ingin segera merebahkan tubuhku . “ ujar Arga dengan melepas kancing kemeja nya , karena Arga ingin segera membersihkan diri dan beristirahat .
“ Kamu bilang aku mengganggu mu , aku ini merindukan kamu , mas . Bukan ingin mengganggu mu . Sebenarnya kamu kenapa sih mas ? kenapa kamu sangat berubah . Seharusnya yang marah di sini itu aku , karena kamu benar-benar menghilang di telan bumi selama satu minggu ini . Jangan kan memberi kabar pada ku , atau minimal aku tahu selama satu minggu ini kamu di mana . Kamu sungguh bukan mas Arga ku yang dulu , kamu benar-benar telah berubah . “ balas reyna dengan menangis .
Awalnya reyna pun tidak ingin mempermasalahkan soal sang suami yang tidak memberinya kabar sama sekali , mungkin sang suami sangat repot dengan pekerjaan nya , entah itu karena hormon kehamilan nya atau reyna benar-benar kesal karena sang suami malah menganggap dirinya pengganggu di saat rasa rindu nya begitu menggebu pada sang suami .
“ Aku ini benar-benar capek , kenapa kamu malah mengajak berdebat seperti ini . Seandainya kamu sudah lelah dengan rumah tangga kita , silahkan kamu hidup dengan sahabat kamu yang setia dan selalu ada untuk mu . “ Arga malah membahas sesuatu yang selama satu minggu ini bersarang di kepala nya .
“ Yang , cukup membuat ku tidak bisa tidur selama satu minggu ini . “ ujar Arga dengan membalikkan tubuh reyna agar menghadapnya , ingin rasanya Arga meluapkan kekesalan tempo hari , tapi sungguh hati kecil nya sama sekali tidak bisa marah atau pun kesal pada sang istri .
__ADS_1
Arga menempel keningnya pada kening sang istri dengan memejamkan matanya . “ Yang , kamu sadar kesalahan yang membuat ku marah ? “ ujar Arga
“ Yah aku salah , karena sudah pergi dari rumah ayah tanpa seizin mas . “ balas reyna , tapi Arga menggeleng kan kepala nya . “ atau karena aku pingsan di luar . “ lagi - lagi Arga menggeleng kan kepalanya .
Reyna pun menjauh kan kepala nya karena penasaran dengan jawaban sang suami . “ kamu tahu yang , aku tidak suka kamu selalu mencari sahabat laki-laki mu saat kamu memiliki masalah dan membutuhkan sandaran . “ reyna menutup mulut nya mendengar jawaban sang suami , sedetik kemudian reyna pun sedikit menjauhi Arga karena kesal , reyna pun melipat kedua tangan nya di atas perutnya tanda reyna tengah kesal pada sang suami .
“ Mas , kamu benar-benar membuatku khawatir dan cemas memikirkan kamu gara-gara sesuatu yang belum tentu benar adanya . Kamu tahu mas , aku saja tidak tahu yang menolong dan membawa ku ke rumah sakit itu sahabat laki-laki ku , itupun kalo sahabat laki-laki ku tidak mengatakan kalo saat ini aku sedang hamil . Jadi ____ “
“ Jadi kamu lagi hamil darah daging ku yang ? “ Arga memotong ucapan sang istri , saking kaget dan bahagia nya mendengar sang istri yang tengah mengandung benih nya .
__ADS_1
“ Apa , kamu mau bilang kalo ini anak sahabat laki-laki ku . “ ujar reyna asal , karena sang suami malah terlihat syok bukan nya memeluk dengan berputar - putar seperti yang sering reyna tonton di drama - drama televisi , benar-benar tidak sesuai dengan ekspetasi reyna .
Bersambung